Pergerakan dinar

Tabungan M-Dinar

Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Owner Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat. Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Kamis, 12 Juli 2012

Bagaimana mengecek keaslian dinar emas anda?????



Pada dasarnya sulit sekali untuk memalsukan koin emas. Banyak kendala yang dihadapi oleh pemalsu untuk merealisasikan niat jahat mereka. Beberapa kendala yang dapat disebutkan adalah antara lain kendala desain cetak, dimensi/ukuran koin emas, berat koin dan nilai jual saat dilepas ke pasar. Karena adanya kendala-kendala tersebut diatas maka pemalsu koin emas hanya mampu memalsukan koin emas yang sudah langka saja dimana baik desain, ukuran maupun beratnya sudah tidak lagi diketahui standarnya oleh masyarakat umum.Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk adalah produk yang sudah terstandar dalam desain, ukuran dan beratnya. Namun bagi pemiik dinar emas yang ingin lebih dekat mengenal koin miliknya, berikut beberapa cara sederhana yang dapat digunakan :

1. Orang-orang jaman dahulu menggigit koin emas untuk mengecek keasliannya, karena seperti diketahui emas adalah logam mulia yang bersifat lunak. Cara ini sangat tidak dianjurkan karena selain tidak akurat dan akan merusak desain koin juga akan merusak kesehatan gigi apalagi bila sampai dikunyah.
2. Perhatikan desain koin dinar emas. Bila perlu gunakan kaca pembesar untuk melihat lebih detail. Pada bagian depan koin yaitu bagian yang ada tulisan dalam huruf latin “Logam Mulia Indonesia”, terdapat tulisan setengah lingkaran dalam bentuk tulisan “arab gundul” dan dibaca “Logam Mulia Indonesia”. Di samping menara sebelah kiri adalah tulisan “4,25 g” yaitu berat koin dinar emas sedangkan di samping menara sebelah kanan adalah tulisan “ Au 917” dimana Au (Aurum) adalah simbol kimia untuk logam mulia emas sedangkan 917 (22 karat) adalah kadar emas yang terdapat dalam koin.Simbol kimia untuk logam mulia perak adalah Ag (Argentum).
 
Pada koin dinar emas PT Antam, perak menjadi campuran bahan dasar koin sebanyak 8,3 % sehingga koin dinar lebih berwarna cerah. Sebagai informasi tambahan, XAU adalah simbol harga untuk emas, XAG adalah simbol harga untuk perak sebagaimana IDR adalah simbol harga untuk Rupiah Indonesia dan USD adalah simbol harga untuk Dollar Amerika.
 
Selanjutnya, disain bagian belakang koin terdapat tulisan dua kalimat syahadat dalam bentuk melingkari koin dengan corak kaligrafi “Diwani”. Diwani adalah salah satu dari 8 gaya penulisan kaligrafi populer dimana tujuh lainnya adalah Kufi, Tsuluts, Nashki, Riq'ah, Ijazah (Raihani), Diwani Jali dan Farisi.Bagi pembaca non-muslim, dua kalimat syahadat adalah dua kalimat yang harus diucapkan, dipahami dan dilaksanakan oleh setiap orang yang beragama Islam . Arti dari dua kalimat tersebut adalah “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.”
3. Seperti telah disebutkan diatas, koin dinar emas terbuat dari campuran antara emas dengan perak dengan komposisi kadar emas sebesar 91,7 % dan perak sebesar 8,3%.Emas memiliki tingkat kepadatan (density) yang tinggi yaitu untuk satu meter kubik emas akan memiliki berat 19.300 kg (19,3 ton) bandingkan dengan satu meter kubik besi hanya akan mempunyai berat 7.874 kg. Untuk satu meter kubik perak akan memiliki berat 10.490 kg.Dengan tingkat kepadatan emas dan perak yang demikian tinggi maka campuran antara emas sebanyak 91,7% dengan perak sebanyak 8,3% akan selalu menghasilkan berat 4,25 gr.
 
Kami menggunakan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0.01 gr untuk menimbang semua koin dinar emas yang saya beli maupun yang saya jual.

4. Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk memiliki diameter lingkaran sebesar 23 mm. Dengan menggunakan jangka sorong (sigmat / vernier caliper) semua koin dinar emas yang saya kami memiliki ukuran diameter lingkaran 23 mm dan ketebalan 1 mm.

5. Sebuah koin berbentuk lingkaran dengan kombinasi ukuran diameter lingkaran 23 mm, tingkat ketebalan 1mm dan memiliki berat 4,25 gr hanya dapat dihasilkan jika logam yang menjadi bahan dasarnya adalah terdiri dari emas 91,7% dan perak 8,3%.Kombinasi tiga variabel tersebut merupakan kombinasi yang tidak dapat dipisahkan dalam membuat koin dinar emas. Bila terbuat dari jenis logam yang lain, besi misalnya, dengan bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan berat 4,25 gr akan memiliki ketebalan lebih dari 1 mm. Bila dibuat dalam bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan tingkat ketebalan 1 mm maka beratnya tidak akan mencapai 4,25 gr. Demikian juga bila dibuat dengan tingkat ketebalan 1 mm dan berat 4,25 gr maka diameternya pasti akan lebih dari 23 mm.

6. Ada logam lain yang memiliki tingkat kepadatan mendekati tingkat kepadatan emas yaitu platinum. Tingkat kepadatan platinum adalah untuk setiap 1 meter kubik platinum memiliki berat 21.450 kg ( emas = 19.300 kg ). Namun karena harga platinum jauh diatas harga emas, maka memalsukan koin dinar emas dengan bahan dasar platinum secara ekonomis tidak masuk akal. Mau dijual di pasar dengan harga berapa ?

7. Jadi, hanya dengan menggunakan kaca pembesar, jangka sorong dan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0,01 gr, siapapun dapat dengan mudah menetukan keaslian desain dan kebenaran kadar emas dari dinar emas produksi PT Antam Tbk.

Perlu diketahui bahwa pengetesan sederhana yang kami lakukan terhadap koin dinar emas yang kami jual maupun beli adalah pengetesan lapis ketiga. Pengetesan lapis pertama dilakukan oleh PT Antam Tbk sendiri sedangkan lapis kedua dilakukan oleh Gerai Dinar dengan menggunakan alat canggih yang dapat dengan cepat mengetahui kebenaran kadar emas tidak hanya dalam bentuk koin dinar tetapi juga dalam bentuk emas batangan dan emas perhiasan.
 
So..start u'r invest to dinar emas.....Have A Gold Day...

Rabu, 11 Juli 2012

Kapan waktu terbaik untuk berwirausaha?...


By : Muhaimin Iqbal ( Gerai Dinar )

Tidak mudah untuk menentukan usia terbaik bagi seseorang untuk mulai berusaha. Ada sedikit orang yang siap terjun berusaha sedari belia dan dia bisa sukses. Sebagian besar orang di jaman ini terjun ke dunia usaha ketika sudah kepepet memasuki usia pensiun, sebagian juga masih bisa sukses. Lantas kita – kita yang tidak termasuk sedikit orang yang memulai usaha sedari belia, tetapi juga tidak ingin kepepet memasuki dunia usaha ketika sudah di usia pensiun dari tempat kerja – pada usia berapa kita sebaiknya memulai ?. Menurut saya usia terbaik untuk memulai pekerjaan besar ini adalah di usia 40 tahun !. Mengapa ? inilah penjelasannya.

Pasti bukan kebetulan ketika Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun. Juga bukan kebetulan pula bila ada ayat di Al-Qur’an yang memberi panduan do’a khusus ketika kita memasuki usia 40 tahun :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"”. (QS 46 :15)

Usia 40 tahun adalah ketika seseorang sudah sangat matang dalam jasmani maupun rokhani untuk memulai pekerjaan besarnya sendiri, bukan hanya sebagai pelaksana dari pekerjaan besar orang lain. Usia 40 menjadi representasi kematangan usia yang telah lengkap dibangun dengan pengalaman lapangan yang sangat cukup – bukan hanya pengetahuan (knowledge) tetapi juga keterampilan (skills) dan kebijaksanaan (wisdom).

Dengan usia rata-rata umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berada di antara 60 tahun sampai 70 tahun, maka pekerjaan besar yang dimulai pada usia 40 tahun insyaallah juga akan cukup waktu untuk menuntaskannya dan menyerahkannya pada generasi penerus ketika waktu kita habis dan harus menghadap ke Sang Pencipta.

Bila Anda saat ini berusia 40 tahun dan masih melaksanakan tugas besar orang lain – maksudnya Anda masih bekerja di perusahaan atau instansi orang lain, maka hanya ada dua kemungkinan dari posisi Anda saat ini.

Kemungkinan pertama Anda mentog di posisi Anda saat ini, ditandai dengan pangkat yang tidak naik-naik, pekerjaan menjadi rutinitas, gairah kerja mulai menurun, ada perasaan bosan, galau dlsb. bercampur aduk. Bisa jadi inilah tanda-tandanya Anda sudah harus keluar dan memulai pekerjaan Anda sendiri yang lebih menantang – mengapa harus menunggu 15 tahun lagi sampai pensiun di posisi atau situasi menyiksa seperti ini ?.

Kemungkinan kedua adalah Anda sedang berada di puncak karir, masa depan gemilang, fasilitas melimpah, status sosial terhormat dlsb. Maka bisa jadi inipun hanya comfort zone yang membuai Anda dan mencegah Anda untuk berbuat maksimal – melalui bangunan amal shaleh yang Anda bangun sendiri – bukan bangunan yang digagas dan dirancang orang lain. Orang secemerlang Anda, apakah Anda puas hanya dengan fasilitas, jabatan dan sejenisnya ?. Mengapa tidak mengeksplorasi potensi lebih jauh bagi Anda - untuk berbuat lebih banyak di luar sana ?.

Bila usia Anda saat ini belum mencapai 40 tahun dan masih bekerja di tempat orang lain, bersyukurlah Anda punya ‘tempat magang’ yang baik – maka manfaatkanlah waktu Anda sebaik-baiknya. Tetapi jangan terlena dengan waktu Anda, buatlah rencana yang matang, sehingga paling lambat pada usia 40 tahun Anda siap membangun bangunan amal shaleh yang Anda rancang sendiri.

Bila usia Anda saat ini lebih dari 40 tahun dan masih bekerja di perusahaan atau instansi orang lain, inipun insyaAllah tidak masalah – tetapi segeralah bangun dari mimpi indah Anda sebelum dibangunkan oleh orang lain dengan terpaksa ketika usia Anda mencapai usia pensiun.  Meskipun tidak banyak tetapi insyaallah masih cukup waktu bagi Anda untuk mengubah mimpi Anda menjadi visi dan misi atas bangunan amal shaleh Anda sendiri.

Karena tidak ada alasan untuk tidak memulainya  ( tentu hanya bagi Anda yang bener-bener ingin mulai memiliki usaha sendiri), maka asumsinya Anda memulai usaha itu saat ini. Maka apa yang akan Anda lakukan pada sisa usia Anda ?. Petunjuknya antara lain ada di ayat berikut :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS 33 :21).

Contoh yang sempurna itu insyaallah bisa kita terapkan juga dalam hal membangun amal shaleh berupa usaha kita tersebut di atas.

Ada dua periode utama dalam da’wah Islam yang dibangun oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu periode Mekah dan periode Madinah. Periode Mekah fokusnya pada pembangunan aqidah yang menjadi fondasi dari agama ini,  sedangkan periode Madinah adalah periode ketika ‘bangunan’ Islam itu berhasil didirikan dengan utuh untuk menjadi contoh yang sempurna bagi umat ini sepanjang masa – dalam segala bidangnya.

Pada periode Madinah-lah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi contoh langsung mulai dari membangun masjid, membangun pasar, memimpin perang, menjalankan negara, berhubungan dengan umat lain di luar Islam, berkomunikasi dengan pemimpin-pemimpin negeri lain yang ada saat itu, menyiapkan sahabat-sahabatnya untuk menjadi kader penerus dlsb.dlsb. Keberhasilan periode ini tentu tidak terlepas dari fondasi kuat yang telah mulai dibangun dalam periode sebelumnya yaitu periode Mekah.

Maka pembagian periode dan apa yang dilakukan di masing-masing periode inipun bisa kita contoh aplikasinya dalam membangun bangunan amal shaleh kita berupa usaha yang kita gagas.

Periode Mekah pada bangunan usaha Anda adalah ketika Anda menanamkan fondasi yang terdiri dari bidang yang dipilih, nilai-nilai yang ingin dibangun, segmen yang ingin digarap, modal yang akan digunakan, value proposition yang akan ditawarkan ke pasar, keunggulan yang akan dimiliki, percaya diri yang menjadi bekal Anda dan team bahwa Anda bisa dlsb.dlsb.

Tetapi sebagaimana yang dialami Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sepuluh tahun pertama dakwahnya penuh dengan ancaman dan kesulitan, sadisnya boikot dan bahkan ancaman pembunuhan. Maka jangan kaget pula bila pada tahun-tahun pertama usia usaha Anda, Anda juga akan mengalami kesulitan demi kesulitan, sadisnya persaingan pasar, sulitnya mencari modal – sampai juga ancaman kematian di death valley bila Anda tidak mampu bertahan.

Periode Madinah diawali dengan hijrahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ke kota yang lebih kondusif untuk membangun masyarakat dan negara Islam secara sempurna – dakwah nabi bukan hanya diterima tetapi bahkan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Madinah yang kelak menjadi para sahabat dari kaum Anshor.

Periode Madinah dari usaha Anda adalah ketika usaha Anda berhasil melewati death valley dan mulai bisa memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarkat dan stake holders perusahaan Anda. Saat itu akan banyak yang datang mendukung Anda baik dari kalangan pemodal, mitra distribusi, anggota team yang tangguh dan bahkan juga mitra synergy dari berbagai usaha yang komplementer dengan usaha Anda.

Pada periode Madinah inilah waktunya Anda melengkapi struktur usaha, melengkapi organisasi, ekspansi horizontal – perluasan wilayah kerja, ekpansi vertical – diversifikasi dan integrasi untuk meningkatkan nilai tambah, kaderisasi dan persiapan suksesi untuk estafet usaha Anda ke generasi penerus Anda.

Manual lengkap untuk melalui masing-masing periode tersebut-pun tersedia; yaitu Al-Qur’an, Al-Hadits, Sirah Nabawiyah dan berbagai rujukan yang shahih lainnya.

Sebagai contoh di hari-hari awal kita memutuskan untuk terjun ke usaha, kita sering gemetar membayangkan beratnya pekerjaan yang akan kita lakukan kedepan. Bagaimana mengatasi masalah ini ?. Mencontoh Nabi !, karena Nabi-pun pernah mengalami yang demikian – gemetar ketakutan di awal-awal beliau menerima wahyu - sampai minta diselimuti oleh keluarganya, dari sinilah kemudian turun surat Al-Muzammil yang memerintahkan untuk bangun dari selimutnya dan menegakkan shalat malam. Kita bisa mencontoh yang persis seperti ini – bangun dan mulai melanggengkan shalat malam untuk menguatkan pendirian kita dan selalu mohon petunjuk dan pertolonganNya.

Kelak insyaallah usaha kita berhasil, kita bisa menaklukkan pasar dunia dan mengalahkan pesaing-pesaing global kita yang selama ini menggencet kita habis-habisan dengan kapitalisme ribawi-nya yang tidak berkeadilan – bagaimana kita harus bersikap saat itu ? Sekali lagi kita bisa mencontoh apa yang dilakukan Nabi pada peristiwa penaklukkan kota Mekah – ketika beliau memasuki kota dengan menundukkan kepala dan memberikan jaminan keamanan – bahkan pada orang-orang yang dahulu memusuhinya.

Contoh itu begitu komplit, begitu detil, begitu sempurna – untuk seluruh aspek kehidupan kita di jaman modern ini sekalipun – termasuk untuk memulai usaha yang semoga menjadi bangunan amal yang diridhaiNya – Amin.

Selasa, 10 Juli 2012

Siapa yang lebih hebat..manusia primitif atau manusia modern????


Bulan lalu, saya berkesempatan menghadiri undangan acara kumpul bareng oleh salah satu motivator terkenal di Indonesia, yaitu pak TDW alias Tung Desem Waringin..kebetulan yang dibahas adalah mengenai perkembangan property di Indonesia...walaupun begitu ada salah satu bahan topik pembicaraan yang sangat mengena di hati saya, yaitu cerita manusia primitif dan manusia modern saat ini...dari topik inilah yang membuat planning financial revolution saya berjalan.. 

MANUSIA primitif yang sudah mengenal beternak, otomatis akan meninggalkan pola hidupnya yang lama; berburu. Seperti beternak ayam, maka manusia dapat memanfaatkan apa yang dihasilkan oleh ayam itu, dari telur sampai dagingnya. Begitu juga beternak kambing, bisa dimakan daging dan dimanfaatkan kulitnya.

“Jadi mereka tidak perlu berburu lagi. Kalau memang harus berburu, berburu itu hanya sekadar hobi,” demikian, Tung Desem Waringin (TDW)
Ia menambahkan, yang jadi pertanyaan adalah mengapa sekarang manusia kembali berburu lagi? “Manusia kini kembali jadi makhluk primitif, berburu uang...berburu uang...berburu uang!” terangnya.

Manusia sekarang seolah tidak memikirkan alternatif lain selain berburu uang, yakni, beternak uang. “Seperti menangkap ayam, jangan disembelih dulu. Telurnya yang diambil, bukan dagingnya,”ujarnya. Problem yang dialami manusia kini, baik itu karyawan, pengusaha bahkan CEO sekalipun adalah mereka fokus berburu uang. Seolah tidak pernah memikirkan bagaimana beternak uang. Memang, ketika berada pada posisi top management, mereka akan punya banyak aset. Akan tetapi pada waktu mereka menua, justru berubah sibuk menjual aset.

“Kalau sejak awal kita fokus beternak uang, kita akan ternak uang lebih banyak dari gaji kita. Ketika kita pensiun, kita lebih kaya ketimbang sebelum pensiun. Karena incomenya bisa lebih banyak dari aset kita,” paparnya.

Pak Tung Desem juga memaparkan ada beberapa item investasi yang perlu kita kembangkan, sebagai ternak uang kita  yaitu property, emas dan perak, bisnis dan paper asset alias saham...

Apa yang dapat saya tarik dari paparan pak Tung Desem,,,mulailah kita cari passive income kita..mulailah berbisnis kecil dan Insya Allah membesar..serta jangan lupa jadikan emas sebagai pengaman asset kita di masa depan..

Wallahu Alam bisshawab...Have A Gold Day


Kamis, 05 Juli 2012

Sejarah uang kertas..


Tahukah Anda bagaimana sejarah uang kertas? Sebagian besar (mungkin 99,99%) masyarakat tidak tahu tentang sejarah uang yang sehari2nya mereka gunakan. Selain tidak diajarkan di sekolah2 umum, juga mungkin karena rata2 tidak ada yg memberitahukan dan tidak ada kepedulian untuk mencari tahu, karena sibuk dengan rutinitas sehari-hari.

Henry Ford berkata: (terjemahan bebas)
"Untunglah masyarakat tidak mengerti bagaimana sistem perbankan dan keuangan bekerja. Kalau mereka mengerti, Aku yakin akan ada revolusi besok pagi."

Nah, sekarang Anda semua PERLU TAHU sejarah uang kertas yang Anda pegang. Setelah tahu, pilihan ada di tangan Anda. Tetap mau seperti sekarang, atau bergerak melakukan perubahan.

Konsep uang kertas sebelum 1971...

Uang kertas sebenarnya berasal dari KETAMAKAN dan KEJAHATAN tukang/ahli emas. Tidak percaya? Terserah, tapi ikuti saja dongeng berikut.

Pada zaman koin emas masih digunakan, terdapat kesulitan yang ditimbulkan yaitu kebutuhan atas tempat penyimpanan emas yang cukup besar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, bermunculan jasa titipan koin emas (gudang uang) yang dilakukan oleh tukang emas. Masyarakat menitipkan koin mereka ke gudang uang, dan pemilik gudang uang menerbitkan "kuitansi titipan/nota" yang menyatakan bahwa mereka menyimpan sekian koin emas dan koin tersebut dapat diambil sewaktu2. Tentu saja jasa tersebut ada biayanya.

Dengan berlalunya waktu dan semakin banyak nota titipan beredar, masyarakat menyadari bahwa mereka dapat melakukan transaksi jual beli hanya dengan menggunakan nota tersebut. Hal ini disebabkan karena mereka, para pemilik nota dan pedagang PERCAYA bahwa mereka dapat mengambil koin emas di gudang uang sesuai jumlah yang tertera di nota titipan. Mereka PERCAYA bahwa nota tersebut DIBACKUP oleh koin emas yang benar.

Sampai titik ini, mungkin bisa dianggap "tidak ada masalah" karena jumlah nota beredar, dibackup sesuai dgn jumlah koin emas yang ada di gudang uang.

Tapi, semua mulai berubah saat KETAMAKAN itu datang. Seiring berjalannya waktu, pemilik gudang uang menyadari secara empiris bahwa, tidak semua orang akan mengambil seluruh simpanannya dalam jangka waktu yang sama. Katakanlah, dalam suatu waktu, hanya 10% dari total koin yang diambil oleh pemiliknya. Sisanya 90%, menumpuk, menganggur, menunggu bisikan sang TAMAK untuk dipergunakan.

Berdasarkan kondisi tersebut, pemilik gudang uang mulai -secara diam2- meminjamkan koin emas yang menumpuk tersebut kepada orang2 yang membutuhkan modal dengan cara menerbitkan "nota kosong" yang seolah2 dibackup oleh emas padahal tidak sama sekali, karena yang digunakan adalah koin emas para nasabah yang menitipkan emasnya. Inilah awal dari istilah "menciptakan uang dari udara kosong". Selain meminjamkan, tentu mereka menarik bunga atas pinjaman tersebut.

Nota kosong pun beredar layaknya nota asli. Karena pemilik gudang mengatur sedemikian rupa supaya jumlah total nota kosong yang beredar tidak melebihi jumlah koin emas yang tidak ditarik/ambil oleh pemilik koin emas (cadangan emas di gudang), sistem ini berlangsung terus menerus tanpa disadari. Inilah cikal bakal "Bank Fractional".

Namun, karena jumlah total nota (asli+palsu) beredar sebenarnya melebihi jumlah emas sesungguhnya yag tersimpan di gudang uang, efek inflasi terjadi dan harga2 merangkak naik secara tidak wajar. Masyarakat mulai resah dan ada yg mulai menyadari sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Mereka pun mulai mengambil/klaim simpanan emas mereka dari gudang berdasarkan nota yang mereka miliki. Namun apa yang terjadi? Karena nota asli dan palsu sama sekali tidak dapat dibedakan, hanya mereka yang datang di awal2 saja yang dapat mengklaim emasnya. Sementara mereka yang datang terlambat, sama sekali tidak dapat mengklaim emasnya karena memang sudah tidak ada/habis. Inilah contoh awal dari "kolapsnya Bank".

Apa kesimpulan dari dongeng di atas?

1. Uang kertas, cikal bakalnya berasal dari sebuah "KETAMAKAN dan KESERAKAHAN" manusia dengan cara menipu masyarakat. Sistem yang dibangun dari sebuah kebohongan, niscaya akan ditutupi dengan kebohongan2 lainnya. Dan niscaya akan runtuh saat kebohongan itu terkuak.

2. Gudang uang yg melakukan kebohongan di atas, sebagai cikal bakal Bank, sebenarnya telah BANGKRUT saat dia meminjamkan koin/uang nasabahnya kepada orang lain. Kenapa? Sebab pada saat yang sama, dia berjanji untuk memberikan simpanan emas kepada penitipnya kapanpun diminta. Bangkrutnya gudang uang tsb, juga Bank, hanya akan terlihat saat semua nasabah mengambil simpanannya. Maukah Anda menyimpan uang Anda pada institusi yang sebenarnya sudah Bankrut dari awal

From : wakala nusantara

Rabu, 04 Juli 2012

Hibernasi dan Fibonacci di Pasar Emas


By : Muhaimin Iqbal- Gerai dinar pusat

Istilah hibernasi berasal dari dunia hewan ketika seekor binatang tertentu menurunkan aktivitas tubuhnya, termasuk pernafasan dan metabolisme – untuk menghemat energy ketika makanan langka. Istilah ini kemudian digunakan luas, termasuk ketika Anda tidak sedang menggunakan computer Anda – tetapi juga tidak ingin mematikannya. Istilah ini kemudian juga digunakan di pasar – seperti pasar emas global – yang kini disebut sedang mengalami hibernasi



Hibernasi di pasar adalah  ketika tidak ada aktivitas yang significant baik dari sisi volume jual beli maupun fluktuasi harga. Ini biasa terjadi setelah aktivitas tinggi yang terjadi sebelumnya. Di pasar emas global dalam empat tahun terakhir, aktifitas pernah memuncak selama kwartal terakhir 2008 s/d kwartal pertama 2009.  Kemudian juga berulang selama kwartal kedua sampai kwartal ketiga 2011.



Setelah aktifitas puncak tersebut terjadi, periode hibernasi terjadi selama kurang lebih satu tahun yaitu akhir kwartal pertama 2009 sampai kwartal pertama 2010. Pada periode tersebut harga emas dunia mengalami penurunan sekitar 10 %.



Bila mengikuti pola yang sama dengan periode hibernasi 2009-2010; maka hibernasi yang sedang kita alami ini masih bisa berlangsung sampai kira-kira awal kwartal terakhir tahun ini yaitu sekitar awal Oktober 2012. Dari sisi penurunan harga karena puncak yang lalu berada di kisaran Rp 550,000/gram ; akhir periode hibernasi kemungkinan harga akan berada di kisaran Rp 500,000/gram.


 
Selama periode hibernasi saya tidak banyak menulis tentang emas ini karena memang tidak banyak perubahan yang terjadi di pasar. Harga memang bergejolak, tetapi bergejolak ringan dan ini-pun karena sentimen tarik ulur penyelesaian krisis di Eropa yang berdampak pada kekuatan US$. Lebih dari itu tidak ada perubahan yang fundamental di emas atau Dollar itu sendiri yang merupakan representasi ekonomi dari negara pemilik mata uang US$ yaitu Amerika.

 
Lantas apa yang terjadi setelah periode hibernasi berakhir ?, pasar bergerak aktif dengan fluktuasi tajam yang didorong oleh demand yang tinggi. Di akhir periode hibernasi kwartal pertama 2010, pasar emas aktif bergerak sampai sekitar 20 bulan kemudian yaitu sampai September 2011. Selama periode ini yang terjadi adalah peningkatan harga mengikuti deret Fibonacci, yaitu bilangan 1.618 yang bertebaran di berbagai fenomena alam dan manusia. Lihat penjelasan Fibonacci ini di film documenter yang saat ini saya tampilkan di  vidvideo clip situs ini dan juga di  http://www.Hijrah.tv  dengan judul “Why is Kaaba in Makkah” untuk memudahkan pembaca memahami fenomenanya.

 
Apa pengaruh Fibonacci ini di pasar ?, ketika pasar bergerak mengikuti mekanisme supply and demand secara sempurna – tingkah laku harga dipengaruhi oleh tingkah laku manusianya, sedangkan manusianya bergerak dan mengambil keputusan berdasarkan reflek alaminya sebagai manusia. Maka tidak heran yang terjadi juga angka-angka alami yang tidak jauh dari angka di angka Fibonacci tersebut di atas.

 
Bila Anda kalikan periode harga rendah selama pasar mengalami hibernasi 2009-2010 di kisaran Rp 340,000/gram dengan angka Fibonacci 1.618 ; maka akan ketemu kisaran angka Rp 550,000/gram dan itulah harga emas di puncak aktifitas transaksinya (September 2011) sebelum pasar kelelahan dan mengalami hibernasi berikutnya.
Bila logika ini berulang, akhir periode hibernasi sekarang di kisaran bulan Oktober 2012 nanti, harga kemungkinnya tidak jauh dari angka sekarang yaitu sekitar Rp 500,000,-. Bila setelah itu pasar akan aktif kembali sampai satu setengah tahun berikutnya ( atau sekitar 20 bulan = 12 bulan hibernasi x 1.618 Fibonacci) , maka harga emas tertinggi berikutnya kemungkinan akan terjadi awal 2014 di kisaran harga  Rp 800,000/gram.
Berulangkali dalam berbagai tulisan saya menganjurkan agar tidak berspekulasi dengan harga emas jangka pendek, dan fokus pada jangka panjang – karena fungsi emas sebagai proteksi nilai memang proven dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. Uraian tentang hibernasi dan Fibonacci ini mengkonfirm bahwa view jangka panjanglah yang seharusnya menjadi fokus, bukan jangka pendek.



Gunakan emas atau Dinar untuk mengamankan masa depan biaya sekolah putra-putri Anda, biaya kesehatan hari tua, dana pensiun dlsb. Tetapi jangan gunakan emas untuk mencari keuntungan jangka pendek, Anda bisa menyesal karenanya.



Penggunaan emas jangka pendek yang dianjurkan adalah menggunakannya sebagai instrument jual beli, sebagai uang, sebagai timbangan untuk muamalah yang adil, pinjam meminjam dlsb.Wa Allahu A’lam.

Selasa, 03 Juli 2012

Apakah menabung di bank membuat untung???


Anda nasabah Bank? Menabung/punya deposito di Bank? Coba diingat2 bagaimana sih Bank mempromosikan produk tabungannya kepada Anda? biasanya ada 3 keuntungan yang ditawarkan bank yaitu:

1. Uang Anda aman
2. Uang Anda bertambah (bunga/bagi hasil)
3. Ada hadiahnya (Mobil, uang, Umroh, dll dll)

Apa yg salah dengan ke-tiga poin di atas? Ada yg aneh? Rasanya sih tidak ada. Tapi, coba perhatikan poin 2 (poin 1 dan 3 tidak saya bahas).

"Uang Anda bertambah", entah itu karena bunga/bagi hasil. Benarkah? Benar. Terus apa yang salah? Nahh,..Pernahkan pihak Bank (CS-nya misalkan) memberitahu Anda seperti ini : "Pak/Bu, uang Anda jika ditabung di sini akan bertambah karena bunga/bagi hasil, tapi maaf, NILAI UANG-nya sendiri berkurang karena INFLASI".

Pernah kah ilmu tentang INFLASI diajarkan kepada masyarakat umum/awam yang hendak menabung di Bank? Inflasi merupakan racun turunan dari uang kertas. Tentu saja Bank tidak akan mau memberitahukan informasi tersebut kepada masyarakat. Kalau masyarakat awam tahu, protes lah mereka

Coba kita tengok konsep tabungan bank yang ada di kita sekarang ini dan kita jawab sendiri pertanyaan pertanyaan ini. Ketika kita menyetor uang di bank…katakanlah 1 juta rupiah untuk kita simpan sebagai dana cadangan selama 5 tahun, kemudian kita tanyakan kepada diri kita sendiri :
- masih utuhkah uang kita yang 1 juta ketika kita mengambilnya 5 tahun lagi ?
- apakah uang yang 1 juta itu bertambah selama 5 tahun?
- apakah nilai uang yang 1 juta itu masih akan sama dengan nilai uang 1 juta saat ini ?

Jika anda menjawab TIDAK kepada 3 pertanyaan yang anda lemparkan ke diri sendiri..lalu kenapa kita masih MAU menyimpan uang kita di bank yang notabene justru membuat uang yang kita simpan semakin tak bernilai karena nilainya terus berkurang karena biaya biaya yang timbul untuk pemeliharaan rekening, potongan, denda dan pengaruh inflasi yang ada ?

Menabung ternyata buntung?..

Percayakah dengan pernyataan di atas. Hmm pasti banyak yang percaya dan banyak yang tidak percaya.. Baiklah kita coba jabarkan satu persatu ya.

Sejak kecil kita diajarkan menabung karena uang kita akan berbunga dan mendapatkan untung, bahkan Presiden Soeharto dulu menggalakkan Tabanas dan Tapelpram bagi pelajar dan pramuka. Tujuannya ya itu tadi, untuk membeli sesuatu di masa yang akan datang. Tapi benarkah menabung dapat membuat si penabung untung dan bisa membeli barang yang dia idam-idamkan di masa yang akan datang? Jawabannya sama sekali tidak. Malah tabungan kita di Bank bisa hilang lho. Percaya? percaya saja lah. Saya akan perjelas hal ini satu persatu di bawah.

Uang Bisa Hilang Kalau Ditabung

Menabung dengan cara tradisional, dengan menitipkan sejumlah uang ke bank ternyata terbukti mengandung banyak kerugian. Sistem dan aturan main tabungan bank bisa menggerogoti nilai dari tabungan kita.

Setelah krisis moneter 1998, bank-bank negeri ini menggeser penghasilan utamanya dari bunga kredit ke fee based income hal ini berarti bank memaksimalkan pendapatannya dari pengelolaan rekening nasabah serta jasa transfer yang bisa dikutip langsung dari nasabah. Pada saldo tertentu, tabungan kita di bank tidak menghasilkan apa-apa. Bagi hasilnya NOL

Saat ini pada banyak bank, jika saldo di bawah 1 juta maka bunganya nol. Artinya jika kita menyimpan Rp500.000 di bank lalu kita diamkan, maka 4 tahun ke depan uang kita akan menjadi NOL. Kenapa? Timbul pertanyaan. Karena tiap bulan kita dikenakan biaya administrasi Rp10.000/bulan dan tidak ada bunga. Belum lagi jika menghitung inflasi. Misal kita menabung dalam bentuk deposito dengan maks bunga 8% sedangkan inflasi rata-rata tahunan sudah mencapai 10% bisa dihitung kan untung atau buntung? Jadi sudah tidak tepat lagi kalau dikatakan menabung di bank menguntungkan.

Bandingkan dengan emas yang memberikan tingkat hasil hingga 25% rata-rata per tahun, dengan minimal 20% .. Seandainya Rp500.000 tersebut digunakan untuk membeli emas , maka nilainya akan meningkat setiap tahun.

Oleh karena itu…mari kita ubah mindset kita tentang konsep menabung mulailah berusaha untuk memilih jenis tabungan yang benar benar menjaga “value” asset kita, supaya tidak sia sia kita menabung dalam rangka menamankan aset kita untuk keperluan di masa depan

Have a gold day!!!...

Senin, 02 Juli 2012

Bertebaranlah di muka bumi.....cari rezeki yang halal...


By : muhaimin iqbal -gerai dinar

Dua hari lalu saya seharusnya melakukan perjalanan ke Sukabumi untuk melihat langsung prestasi petani singkong di sana. Di tengah jalan saya terpaksa putar balik tidak jadi melanjutkan perjalanan karena selepas pintu tol macet total, selama satu seperempat jam mobil hanya bergerak sekitar 3 km. Hari itu saya gagal melaksanakan perintah ‘bertebaranlah di muka bumi...’, padahal ini terkait langsung dengan dua perintah berikutnya yaitu ‘ carilah karunia Allah…’ dan ‘ingatlah Allah banyak-banyak…’. Ketika perintah gagal dilaksanakan, maka hasil berupa ‘…agar kamu beruntung’ juga gagal diperoleh.



Perintah dan reward-nya tersebut di atas terangkai dalam surat Al-Jumu’ah ayat 10. Kegagalan saya melaksanakan perintah tersebut pada hari itu membuat saya kehilangan ‘keberuntungan’ untuk bisa melihat dan belajar langsung dari para petani yang berhasil di sana. Bukan hanya saya, tetapi juga para petani, pemilik lahan, warung-warung di sekitar lokasi dlsb. semuanya terpengaruhi keberuntungannya.



Sementara ini saya masih trauma untuk melakukan perjalanan lagi ke sana, niat untuk menyewa lahan dan bertani di daerah tersebut terpaksa harus dialihkan ke daerah lain yang lebih terjangkau atau lebih baik infrastruktur jalannya. Kalau dalam kasus ini saya memiliki pilihan  untuk berbalik arah, karena memang masih banyak daerah lain yang bisa ditanami singkong – maka ini pulalah yang kurang lebih terjadi mengapa investor-investor asing tidak banyak yang mau berinvestasi di negeri ini.



Ketika mereka datang hendak berinvestasi disini dan menjumpai infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara udara, perijinan dlsb. yang rata-rata ruwet dan mengalami kemacetan di sana-sini – mereka juga akan dengan mudah memutuskan untuk balik arah, tidak jadi berinvestasi di negeri ini dan mengalihkan investasinya ke negeri-negeri lain yang lebih baik infrastruktur-nya dlsb.



Itu bagi yang punya pilihan, bagaimana dengan jutaan orang yang tidak punya pilihan ?. Setiap hari harus bekerja ke kantor sementara setiap hari pula kemacetan terus bertambah parah. Maka tidak heran bila sampai ada dua warga Jakarta yang menuntut gubernurnya dan sekaligus presidennya karena masalah kemacetan yang tidak kunjung teratasi ini.



Dua warga Jakarta yang mengajukan tuntutannya melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut bahkan siap dengan berbagai data yang sudah diriset lumayan baik – antara lain sebagai berikut :



·       Setiap tahun warga Jakarta dan sekitarnya membelanjakan Rp 55 trilyun untuk bahan bakar, 10 % diantaranya menjadi pendapatan daerah.

·       Setiap tahun warga Jakarta menghabiskan waktu di jalan yang setara dengan 1 bulan penuh !.

·       Setiap tahun warga Jakarta menghabiskan waktu di jalan yang setara dengan tiga bulan waktu kerja efektif !.



Maka dari data-data di atas sekarang dapat kita lihat lebih jelas kaitan langsung antara kelancaran manusia untuk bisa ‘bertebaran di muka bumi’ dengan ‘keberuntungannya’. Betapa banyak kita kehilangan keberuntungan kita karena kita gagal melakukan perjalanan untuk ‘…bertebaran di muka bumi…’ dengan lancar.



Siapa yang layak bertanggung jawab untuk masalah ini ?, utamanya tentu para pemimpin. Gubernur DKI Jakarta dan Presiden seharusnya berterima kasih dengan adanya tuntutan masyarakat tersebut di atas, ini menjadi pengingat bagi mereka selagi masih di dunia.



Pertanggung jawaban di akhirat akan lebih berat sebagaimana yang diungkapkan oleh Umar bin Khattab : “seandainnya ada keledai yang jatuh dari atas gunung di kawasan Irak sehingga patah kakinya, pasti Allah swt meminta pertangungjawaban saya (Umar) karena tidak membuat jalan untuk dilintasi keledai tersebut”; dan dalam kesempatan lain Umar juga mengungkapkan “kalau kambing tersasar dan hilang di pingiran sungai Efrat, maka Umar akan bertanggung jawab pada hari akhirat”.



Mungkin para pemimpin negeri ini merasa kemacetan lalu lintas yang melanda di hampir seluruh daerah adalah hal biasa, mungkin juga masyarakat dianggap sudah terbiasa dengan hal ini, bisa jadi pula mereka menyerah dengan permasalahan yang ada. Tetapi mereka tetap tidak bisa mengelak dari tanggung jawab ini. Siapa lagi kalau bukan mereka yang bisa memimpin masyarakat untuk mengatasi masalahnya ?, merekalah yang berwenang untuk membuat kebijakan dan berwenang mengawasi implementasinya di lapangan sampai sedetil-detilnya.



Untuk kemacetan di Sukabumi seperti kasus saya tersebut diatas misalnya, tidakkah ada kebijakan dari pemerintah daerahnya untuk mengatasinya ?. Tidakkah ada polisi yang ditugasi untuk mengawasi setiap ruas jalan dan khususnya pada persimpangan yang rawan macet ?. Tidakkah ada kebijakan untuk melarang pedagang pasar meluber sampai ke bahu jalan ?. Di jaman teknologi ini, bahkan polisi pasti bisa memonitor ruas-ruas jalan yang rawan macet secara real time dan mengambil tindakan tepat yang diperlukan untuk menguraikannya.



Well , itu kan pendapat kita rakyat yang menuntut semuanya harus serba bisa dilakukan. Para pemimpin dan aparatnya pasti juga punya alasan bahwa semua sudah dilakukan dan pasti mereka merasa sudah berbuat maksimal. Tetapi realitanya kemacetan terus bertambah buruk bukan sebaliknya, masyarakat terkendala untuk bisa melakukan perjalanan ‘bertebaran di muka bumi’ dengan lancar, sehingga keberuntungan mereka-pun menjadi tambah seret karenanya.



Masih ada satu lagi jalan, yaitu berbuat yang kita bisa. Baik ini dalam skala individu maupun dalam skala komunitas, skala perusahaan , institusi dlsb. Saya memutar balik pada perjalanan tersebut di atas karena saya merasa ada jalan lain untuk memenuhi kebutuhan saya – saya tidak harus ke Sukabumi, saya juga berharap bahwa hari itu berkurang satu mobil dalam antrian panjang.



Bayangkan kalau sebagian masyarakat terus mengambil sikap yang sama, setiap diri kita bisa menjadi faktor pengurang masalah yang ada, dan syukur-syukur kalau malah bisa menjadi bagian dari solusinya.



Hampir seluruh pekerjaan bisa dilakukan dengan  menggunakan teknologi di jaman ini, maka ‘bertebaran di muka bumi’ itu kini sebagiannya bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Tinggal kemauan kita untuk mulai melakukannya. Bila kesadaran ini nantinya meluas, maka yang ada di jalan-jalan seharusnya hanya yang memang benar-benar memerlukan kehadiran fisik seperti pengiriman logistic, layanan kesehatan dlsb.



Bila sebagian masyarakat mau ‘bertebaran di muka bumi’ melalui teknologi, sebagian lain yang memang harus melakukannya dengan fisik  insyaallah bisa  lancar – karena berkurangnya kepadatan lalu lintas.



Bisakah ini dilakukan ?, insyaallah bisa – bila ada kemauan pasti ada jalan, man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya.

Have a gold day...wassalam