Senin, 01 Juli 2013
Antara Optimisme dan pesimisme di dunia emas
By : muhaimin iqbal - gerai dinar
Setelah
penurunan beruntun harga emas dunia sejak April lalu, tidak dipungkiri bahwa
semakin banyak pihak yang pesimis dengan perkembangan harga emas kedepan. Pada
saat yang bersamaan tentu masih ada juga yang tetap optimis atau setidaknya
mengambil kesempatan dari harga emas yang terdiscount secara besar-besaran ini.
Siapa yang pesimis dan siapa yang optimis ?
Yang
pesimis ini jumlahnya sedikit, tetapi
mereka inilah yang perkasa di perdagangan emas dunia – terutama yang dalam
bentuk paper seperti ETF dlsb. Jadi meskipun jumlahnya sedikit mereka tetap
mampu mengguncang dunia perdagangan emas.
Lantas
siapa yang masih bisa optimism dan bahkan mengambil kesempatan dalam kejatuhan
harga emas dunia ini ? Mereka ini adalah masyarakat yang secara tradisi memang
menggunakan emas sebagai bagian dari lifestyle-nya. Masyarakat China dan
India yang penduduknya mewakili sekitar 40% dari penduduk dunia, kebutuhan emas
fisiknya mewakili sekitar 61 % dari pasar emas fisik dunia.
Pasca
kejatuhan harga emas di bulan April lalu, emas fisik di India rata-rata
diperdagangkan lebih tinggi sekitar US$ 40 /ozt diatas harga emas dunia per troy
ounce-nya. Dua pekan lalu sekitar 10,000-an orang di China rela ngantri di jalan
untuk memborong emas yang lagi jatuh harganya.
Di
sinilah ironinya, pasar emas fisik yang begitu besar seperti di India, China dan
bahkan juga Indonesia, dalam hal harga masih sangat terpengaruhi oleh pasar emas
non fisik. Sebaliknya Amerika dan Eropa dimana pasar emas fisiknya hanya sekitar
10% dari pasar emas fisik dunia, perdagangan bursanya yang di London dan New
York seolah menjadi penentu harga emas dunia.
Pasar Emas Fisik Dunia (Source : World Gold
Council)
Lantas
dimana posisi kita di antara kedua kelompok tersebut di atas ? Kita bukan George
Soros atau Goldman Sachs, tapi kita juga bukan India atau China. Kita
membutuhkan emas bukan sebagai investasi atau hanya sekedar lindung nilai, kita
membutuhkan emas untuk timbangan yang adil dalam muamalah, dan bahkan juga
membutuhkan emas untuk pelaksanaan sebagian syariat itu sendiri seperti
menentukan nilai untuk membayar zakat dlsb.
Bahkan
negeri ini sebenarnya juga butuh tambahan cadangan emas di bank sentral yang
kini tinggal sekitar 73 ton atau sekitar 24% lebih rendah dari cadangan emas
kita selama seperempat
abad antara tahun 1981 s/d 2006. Kalau tidak bisa
menambah, setidaknya kini kesempatan baik untuk membeli kembali emas yang pernah
kita jual di akhir 2006 – mumpung harga lagi
murah ! Belasan negara di dunia menambah cadangan emas di bank sentral-nya
sepanjang tahun lalu, mengapa tidak Indonesia ?
Bagi
negeri-negeri yang penduduknya mayoritas Islam, selain meningkatkan cadangan
emas bank sentralnya, mestinya bisa juga mengikuti apa yang dilakukan India dan
China – yaitu mendorong rakyatnya menguasai emas fisik dunia. Bukan untuk
ditimbun atau sekedar dijadikan perhiasan, tetapi agar kita punya timbangan yang
adil untuk muamalah itu kembali – mumpung harga emas dunia lagi murah. Wa Allahu
A’lam.
Rabu, 26 Juni 2013
Tinggalkan Bank, Warga Spanyol Pilih Kasur
Krisis finansial yang terjadi di Eropa belum menunjukkan tanda-tanda surut. Bahkan, terus meluas, dengan kasus terakhir melanda Siprus. Di Spanyol, meski perbankannya telah mendapatkan talangan pemerintah, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan. Banyak warga telah mengalami kehilangan harta yang justru dititipkan di bank.
Jalan keluar yang ditempuh adalah: menarik uang dari bank dan menyimpannya sendiri. Kecenderungan ini dimanfaatkan oleh seorang wirausahawan, yang sebelumnya terkena PHK akibat lesunya ekonomi, Fransisco Santos.
Ia merancang kasur yang dilengkapi dengan kotak penyimpan uang. Ini, tentu saja, seperti kata para tetua dulu yang secara harfiah menyimpang uang di bawah kasur. Kasur dengan kotak penyimpan uang itu kini telah memasuki pasaran, dan mulai diminati dan dibeli konsumen.
Dengan merk 'Micolchon' kasur special itu bahkan sudah mulai diekspor ke Chili dan Meksiko. Harganya sekitar 1.000 USD atau Rp 10 juta. Lihat tautan video disini
Ada yang mau meniru di sini? (001)
Selasa, 25 Juni 2013
Harga Emas Jatuh, Masihkah Berfungsi Sebagai Proteksi Nilai…?
Oleh : Muhaimin Iqbal
Untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir harga emas jatuh, pagi ini harga emas di pasar internasional di kisaran US$ 1,283/ozt dan Dinar berada di kisaran Rp 1,800,000,-. Penyebabnya masih sama yaitu sebagaimana kenaikannya didorong oleh kebijakan Quantitative Easing (QE) the Fed, kejatuhannya juga disebabkan oleh (rencana) penghentian QE ini. Pertanyaannya adalah, masihkah emas atau Dinar efektif untuk instrumen proteksi nilai ?
Untuk menjawab ini saya gunakan dua data, yaitu data inflasi dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan data harga emas internasional dari Kitco. Untuk data inflasi BPS, saya hanya dapat data untuk tujuh tahun terakhir yaitu sejak 2007-2013 (yg terakhir ini estimasi). Data ini kemudian saya sajikan dalam grafik berikut.
Sumber Data Inflasi : BPS; 2013 estimasi 7 %
Cara membacanya adalah, seandainya tahun 2006 kita membeli barang secara umum seharga Rp 780,000 – yaitu setara 1 Dinar saat itu, maka mengikuti data inflasi tersebut barang yang sama saat ini dapat kita beli dengan harga Rp 1,174,000,-. 1 Dinar yang saat ini sekitar Rp 1,800,000,- tetap lebih dari cukup untuk membeli barang tersebut pada harganya sekarang.
Inilah fungsi proteksi nilai itu, yang ditunjukkan dalam grafik yang masih berada di atas grafik harga inflasi.
Untuk data yang lebih panjang yaitu dalam rentang 43 tahun sejak tahun 1970-2013, atas permintaan salah satu pembaca saya sajikan dalam bentuk table berikut.
Sumber : Kitco dlll
Cara membaca table tersebut adalah bila Anda pada tahun 1970 memiliki uang Rp 1,- yang saat itu cukup untuk membeli 1 krupuk, berapa krupuk yang Anda bisa beli saat ini dengan uang Rp 1 ,- ? Ternyata harga krupuk saat ini adalah Rp 1,000,- sehingga uang Rp 1,- hanya cukup untuk membeli 1/1000 krupuk.
Surprise ?, data yang saya kumpulkan dan olah dari Kitco dan perbagai sumber informasi nilai tukar menghasilkan perhitungan daya beli 1 Rupiah terhadap krupuk per pagi ini adalah 0.0012 atau sangat-sangat dekat dengan 1/1,000 bukti empiris lapangan – Anda bisa beli krupuk di kantin Anda dengan harga Rp 1,000 ini insyaAllah. Saya sajikan pula satuan-satuan yang lebih besar karena tentu uang Anda bukan hanya untuk membeli krupuk !
Grafik dan table tersebut di atas menguatkan teori bahwa emas adalah instrumen proteksi nilai yang efektif untuk jangka panjang. Bila Anda kecewa dengan penurunan nilainya akhir-akhir ini, bisa jadi karena Anda baru menggunakannya untuk beberapa tahun terakhir – sehingga belum cukup lama untuk bisa menikmati efektifitas fungsi proteksi nilainya. Wa Allahu A’lam.
Selasa, 11 Juni 2013
Ketetapan Baku Takaran dan Timbangan Dinar Dirham
Prof Dr Syekh Ali Gomah - Mufti dan Guru Besar Universitas Al Azhar Mesir
Syariat Islam mengatur soal takaran, ukuran dan timbangan, dengan medetail. Termasuk takaran dan timbangan Dinar dan Dirham.
Timbangan, takaran, dan ukuran yang ada di dalam kitab-kitab fikih Islam sering disalahpahami oleh para pembaca dan para peneliti, sementara mereka sebenarnya sangat membutuhkan pengetahuan tentang patokan dasar timbangan dan takaran, sekaligus perbandingannya dengan satuan meter yang sudah biasa dipakai di dunia saat ini.
Sebagaimana telah diketahui bahwa patokan standar untuk seluruh ukuran timbangan dalam syariat Islam adalah dirham, yang berasal dari satuan ukuran Yunani (drakhma) yang terbuat dari bahan perak dan menjadi alat tukar resmi Persia. Patokan standar berikutnya adalah mitsqal yang berasal dari Solidus Romawi Bizantium yang terbuat dari bahan emas dan menjadi alat tukar resmi Bizantium. Perbandingan timbangan mitsqal dengan dirham dari sudut pandang syariat adalah 7:10, namun dalam beberapa kondisi secara praktek di lapangan dapat mencapai 2:3.
Dirham dan mitsqal yang merupakan ukuran timbangan barang, berbeda dengan dirham perak dan dinar emas yang digunakan sebagai satuan mata uang dan alat tukar yang digunakan masyarakat.
Kita masih memiliki di beberapa museum saat ini berbagai mata uang emas (dinar) dan perak (dirham) yang pernah digunakan selama beberapa kurun waktu di beberapa tempat dan kawasan yang berbeda. Selain itu kita juga masih memiliki "Shinaj Zujajiyyah" (timbangan kaca) yang dulu pernah menjadi patokan mata uang. Jika diperhatikan, maka akan terlihat ukuran berbagai mata uang tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan; baik karena kualitas yang buruk, dipalsukan, sudah berumur, maupun sebab-sebab lainnya. Akan tetapi dalam masalah ini "shinaj" yang murni tetap lebih akurat.
Istilah-istilah yang ada dalam referensi-referensi fikih tidak memiliki pengertian yang sama karena perbedaan penulis, masa mereka hidup, dan mazhab yang mereka anut. Oleh sebab itu pengertian ukuran-ukuran seperti habbah, qirath, dzira', dan lain sebagainya yang disebutkan oleh seorang penulis belum tentu sama dengan penulis yang lain. Atas dasar ini, kita hendaknya tidak menganggap kata-kata ini menunjukan sebuah ukuran nilai tertentu yang baku. Kita sepatutnya berpijak dari "shinaj" untuk dapat mengetahui nilai ukuran yang lainnya seperti habbah, rathl, qirath, dan lain sebagainya, serta memahami istilah setiap mazhab sesuai dengan apa yang mereka maksudkan.
Para ulama menjadikan "ukuran panjang" sebagai patokan dasar untuk timbangan, tekaran, dan berbagai ukuran lainnya yang dipakai oleh seluruh bangsa. Itu karena para ilmuwan terdahulu telah memperkirakan ukuran jari-jari khatulistiwa. Lantas mereka membuat sebuah jarak antara dua titik (70/1) juta dari jari-jari khatulistiwa tersebut. Ukuran ini dinamakan "adz-Dzira' al-Muqaddas". Mereka juga menghubungkan antaradzira' (lengan) dan ukuran, serta antara timbangan dan qadam (kaki). Selain itu mereka juga menghubungkan antara timbangan dan takaran dan timbangan air murni itu sama. Oleh sebab itu, mereka membagi satu kubik air yang memiliki sisi dzira' dan qadam ke dalam satuan-satuan yang memiliki besaran sama dalam timbangan dan takaran. Hal ini untuk mempermudah dalam melakukan konversi dari satuan timbangan ke satuan takaran atau sebaiknya.
Dalam masalah takaran dan timbangan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara istilah-istilah yang digunakan oleh para astronom dan istilah-istilah yang digunakan oleh ulama fikih. Penyebabnya, para astronom menyatakan bahwa ukuran seperempat lingkar garis khatulitiwa adalah 10.017.598 m, panjang garis lintang bumi adalah 111.307 m, dan panjang satu menitnya adalah 1855 m. Sedangkan angkapecahannya diabaikan karena tidak ada perbedaan dam perbedaan jarak qasar. Para astronom membagi bumi menjadi 360 derajat (360˚). Dan membagi derajat menjadi 60 bagian yang dinamakan menit. Dan mereka membagi menit tersebut menjadi seribu bagian yang disebut khutwah, ba', atau qamah yang panjangnya mencapai185,5 cm. Ba' dan khutwah itu sama, yaitu nama untuk bagian tersebut yang merupakan satu bagian dari 60.000 bagian derajat.
Mereka mambagi hutwah menjadi empat bagian tersebut dinamakan dzira' yang mamiliki panjang mencapai46,375 cm. Kemudian mereka membagi dzira' manjadi 1,5 qadam, yaitu menjadikan khutwah atau ba' sebanyak enam qadam. Dengan demikian panjang satu qadam adalah 30.917 cm.
Kamudian mereka menentukan ukuran satu qadam sebesar empat qabdhah, dan dzira' sebesar enam qabdhah. Satu qabdhah sebesar empat ishba'. Dengan demikian, satu qadam sebesar 16 ashba' dan satu dzira' sebesar 24 ashba'. Para ulama fikih telah mengupas tentang ukuran, takaran, dan timbangan yang notabene berkaitan erat dengan banyak persoalan fikih. Di antaranya sebagaimana yang disebutkan oleh imam Suyuti dalam kitab "Qath'u al-Mujadalah 'inda Taghyiir ala- Mu'amalah". Di dalam kitab tersebut beliau neyebutkan: "Ada sumber yang menyatakan bahwaUamr bin Khatab RA pernah melihat jenis-jenis dirham yang berbeda. Diantaranya al-Baghli sebesar 4 daniq, ath-Thabari sebesar 4 daniq. Lantas Umar pun berkata: "Lihatkah ukuran yang digunakan oleh mayoritas masyarakat adalah al-Baghli dan yang terendah adalah ath-Thabari. Akhirnya keduanya dijumlahkan hingga menjadi 12 daniq dan dibagi dua sehingga menjadi 6 daniq. Enam daniq inilah yang akhirnya dijadikan ukuran dirham dalam Islam.
Imam Suyuthi juga menyebutkan bahwa Qadhi Iyadh berkata: "Tidak benar bila ukuran uqiyah dan dirham dianggap tidak dikenal di masa Rasulullah SAW. Karena beliau mewajibkan zakat pada beberapa hitungan darinya, dan digunakan juga untuk baiat dan pernikahan, sebagaimana disebutkan didalam hadits-hadits shahih."
Hal ini manjelaskan bahwa dirham-dirham tersebut barui dikenal di masa Abdul Malik bin Marwan, dan dialah yang mengumpulkan dirham-dirham tersebut dengan berdasarkan pendapat para ulama, menjadikan setiap 10 timbangan dirham menjadi 7 mitsqal, dan timbangan dirham adalah 6 daniq, adalah pendapat yang salah. Karena dirham yang baru dikenal di masa Abdul Malik bin Marwan adalah dirham Islam yang nilainya sudah tidak mengalami perbedaan. Sebelum masa itu, dirham memiliki banyak versi, dari Persia dan Romawi -baik ukuran kecil maupun besar-, pecahan perak yang belum dibentuk sebagai mata uang dan terukir, serta berasal dari Yaman dan Maroko.
Oleh karena itu, di masa Abdul Malik, ada ide dari para ulama untuk mengubahnya menjadi mata uang Islam lengkap dengan ukirannya, serta menjadikannya sebagai satuan timbangan dan benda yang dijadikan alat ganti dari berbagai macam timbangan. Akhirnya, mereka mengumpulkan berbagai versi dirham dari ukuran yang paling besar hingga paling kecil, dan menjadikannya mata uang sesuai tingkatan timbangan yang biasa mereka gunakan.
Imam Rafi'i berkata: "Generasi pertama Islam sepakat untuk menggunakan ukuran timbangan ini, yaitu bahwa dirham bernilai 6 daniq. Setiap 10 dirham senilai 7 mitsqal tidak pernah mengalami perubahan, baik pada masa jahiliyah maupun Islam."
Imam Nawawi berkata: "Nilai mitsqal sudah diketahui. Nilainya tidak berbeda baik pada masa jahiliyah maupun Islam. Adapun yang dimaksud fidhah (perak) adalah dirham-dirham di masa Islam. Tombangan dirham adalah 6 daniq. Setiap 10 dirham senilai 7 mitsqal emas. Generasi pertama Islam sepakat dengan ukuran ini."
Dirham merupakan satuan alat tukar yang terbuat dari perak dengan timbangan tertentu. menurut madhab Hanafiah adalah 3,125 gr. Menurut jumhur adalah 2.975 gr. Dinar merupakan emas seukuran 1 mitsqal. Para ulama sepakat bahwa nilai dinar adalah 4,25 gr.
*)Artikel ini merupakan pengantar Kamus Istilah Takaran dan Timbangan dalam Syariat oleh Prof Dr Syekh Ali Gomah (Mufti dan Guru Besar Universitas Al Azhar, Mesir).
Rabu, 15 Mei 2013
The Secret world of Gold
The Secret World of Gold adalah film dokumenter yang mengupas secara mendalam tentang kekuasaan dan politik dalam emas, sebuah logam mulia yang mempunyai daya tarik dan pesona lebih dibanding yang lainnya. Nilainya yang stabil, keindahan dan kelangkaan, bahkan orang rela berbohong, mencuri , dan membunuh atas nama emas.
Untuk membiayai negara Jerman Nazi memburu emas Eropa. Maka supaya aman negara-negara sekutu menyimpan cadangan emasnya di luar negeri. Dalam bulan pertama dari perang dunia ke 2, emas Inggris dan Perancis secara rahasia dikapalkan menuju penyimpanan emas di kota Montreal, Ottawa dan New York.
Kapal- kapal ini benar-benar dipilih agar aman selama perjalanan, tapi dalam sejarah, sebagiannya tidaklah beruntung. Menurut estimasi di seluruh dunia ada 3 juta bangkai kapal yang memuat harta karun teronggok di dasar laut. Odyssey Marine, sebuah perusahaan Amerika yang tercatat di bursa efek NASDAQ menghabiskan sejumlah besar uang untuk mencari emas tersebut. Tetapi selalu ada resiko untuk menghadapi klaim dari negara yang merasa memilikinya.
Di tahun-tahun terakhir ini, ketidakpastian ekonomi menyebabkan emas menjadi daya tarik dalam finansial dunia. Dimana di setiap safe deposit bank ada emas koin atau batangan yang tersimpan di seluruh dunia. Banyak investor yang mengambil keuntungan dari bersinarnya emas. Tapi emas jumlanya memang tidak banyak, bila seluruh emas di dunia di lebur, jumlahnya cukup diletakkan di kolam renang standar Olympic.
Ada beberapa klaim bahwa sejumlah besar emas di simpan di the Bank of Canada, the Bank of England, the Federal Reserve dan Fort Knox telah hilang — dari setiap 100 ounce emas yang diperdagangkan, hanya ada satu ounce saja yang riil, emas dalam artian fisik. Jadi dimana emas, dan siapa sebenarnya yang memilikinya?
Disutradarai oleh Brian McKenna untuk Galafilm dengan CBC-TV.
Senin, 13 Mei 2013
Wag the dog >> harga emas
By : muhaimin iqbal
Ada Joke yang dimulai dengan pertanyaan : ‘mengapa anjing suka mengibaskan ekornya ?’, jawabannya adalah ‘karena anjing lebih cerdas dari ekornya’. Kalau saja si ekor lebih cerdas dari anjingnya maka bisa jadi si ekorlah yang mengibaskan anjing – bukan sebaliknya. Perandaian ini yang kemudian dalam bahasa Inggris memunculkan idiom ‘Wag the Dog’ – si ekor yang mengibaskan anjingnya. Fenomena penurunan harga sangat tajam yang terjadi di pasar emas global dalam beberapa hari terakhir adalah fenomena yang mirip dengan ‘Wag the Dog’ ini.
Dalam bahasa Inggris idiom ‘Wag the Dog’ adalah untuk menggambarkan pengelabuan perhatian secara sengaja dari sesuatu yang besar dan nyata kearah sesuatu yang direkayasa dan tidak nyata.
Idiom tersebut bahkan diangkat menjadi sebuah film komedi terkenal di tahun 1997 dengan judul ‘Wag the Dog’. Film ini tentu saja fiksi tetapi nampaknya terinspirasi oleh beberapa kejadian sesungguhnya di Amerika dalam suatu era pemerintahan beberapa tahun sebelumnya. Diceritakan disitu bahwa bagaimana seorang incumbent president yang sedang akan mencalonkan kembali untuk periode kedua kalinya, melakukan segala cara untuk sekedar memperbaiki namanya yang telah rusak oleh skandal perempuan.
Agar perhatian publik beralih dari skandal yang dialaminya, sang presiden menunjuk team khusus untuk membuat serangkaian berita yang dapat mengalihkan perhatian publik. Lebih dari itu berita ini harus bisa membalik arah membuat sang incumbent president menjadi pahlawan bagi negerinya.
Maka team khusus tersebut mendekati seorang produser di Hollywood untuk memalsukan sebuah perang. Dipilihlah negeri kecil yang jauh antah berantah sebagai musuhnya – yaitu Albania. Dibuatlah alasan perang dadakan ini bahwa Albania seolah menjadi sarang teroris sehingga perlu diserang secara tiba-tiba.
Tetapi perang, kejadiannya, tokoh-tokoh-nya semua rekaan Hollywood dan dibuat di dalam sebuah studio film. Ketika film ‘berita perang’ ini kemudian didistribusikan di media masa, semua media memuatnya lengkap dengan berbagai bumbu-bumbu seolah kejadian perang tersebut bener-bener nyata, dan publik-pun mempercayainya.
Message-nya adalah, bahkan ‘sebuah perang’ bisa dibuat dalam studio dan cukup untuk membalik arah dari tokoh yang sebenarnya tidak lagi layak pilih karena kelakuannya, tiba-tiba berubah menjadi pahlawan nasional yang layak untuk memimpin negeri. Sebuah cerita reka-an yang mampu menggerakkan publik utuk memilih presiden – yang sesungguhnya sudah tidak lagi layak memimpin.
Lantas apa kaitannya cerita ‘Wag the Dog’ tersebut dengan runyamnya harga emas beberapa hari terakhir ?. Coba seandainya Anda merem dan menutup telinga. Tidak melihat/membaca berita dan tidak pula mendengarnya melalui radio. Kemudian di hadapan Anda disajikan fakta yang sesungguhnya yaitu sebongkah emas fisik dan segepok uang kertas Dollar. Mana yang Anda pilih ?, hampir pasti kebanyakan orang akan memilih emas.
Tetapi sekarang buka mata dan telinga Anda, baca seluruh berita dan analisa. Kemudian disajikan kembali kepada Anda sebongkah emas fisik dan segepok uang kertas Dollar. Maka untuk saat ini mungkin pilihan Anda akan berubah, Dollar akan mengkin menjadi pilihan Anda saat ini. Mengapa ?
Karena somewhere di luar sana ada yang lagi membuat ‘film perang di dalam studio’ – ada yang lagi membuat ‘Wag the Dog’. Segelintir pemain yang membuat skenario kejatuhan harga emas dunia untuk kepentingan mereka – menutupi kondisi ekonomi dan moneter dunia yang sesungguhnya. Dan sayangnya ketika ‘film dari studio’ ini diputar – seluruh pasar mempercayainya – sehingga harga emas bener-bener jatuh !.
‘Film dari studio’ ini bercerita tentang dihentikannya Quantitative Easing dari the Fed-nya Amerika, tentang Cyprus yang harus menjual cadangan emas negerinya untuk bisa sekedar survive dari keterpurukannya, negeri-negeri lain yang seolah akan harus mengikuti jejak Cyprus untuk menjual cadangan emasnya dlsb.dlsb. semua ceritanya lengkap dan cukup untuk ‘Wag the Dog’ seluruh pasar emas dunia.
Tetapi apakah semua pemain pasar akan termakan propaganda tersebut ? Nampaknya tidak. Pemain sekaliber HSBC misalnya, di tengah kepanikan jual di pasar emas kemarin merilis pernyataan tentang posisinya bahwa emas tetap menjadi portfolio yang menarik untuk diversifikasi aset dan pelindung terhadap skenario inflasi tertentu.“Terlepas dari jatuhnya harga emas ini, kami tidak akan meniadakan pentingnya emas dalam portfolio aset keseluruhan kami. Kami tetap mempertahankan 8 % posisi emas taktis di dalam alokasi aset kami” kata mereka di HSBC.
HSBC rupanya tidak ikut terkibaskan oleh skenario ‘Wag the Dog’-nya segelintir pemain yang ‘mengatur’ kejatuhan harga emas dunia ini. Dengan pandangan jernih pula, insyaAllah kita tidak akan ikut 'terkibaskan' oleh skenario yang sama - kita tahu siapa yang sesungguhnya layak memimpin dunia dalam jangka panjang - emaskah ? atau Dollar ?.
Jumat, 10 Mei 2013
Yamashita's gold: Ketika presiden marcos pun menyimpan emas
Yamashita's gold, atau harta karun Yamashita adalah nama harta rampasan perang yang diambil tentara Jepang selama PD II di Asia Tenggara dan disembunyikan di gua-gua, terowongan dan ruang bawah tanah di Philipina. Nama Yamashita sendiri diambil dari nama jendral Jepang Tomoyuki Yamashita, yang mempunyai nama panggilan "The Tiger of Malaya". Karena berdasar catatan harta karun tersebut masih disembunyikan di Philipina, telah memikat para pemburu harta dari seluruh dunia selama 50 tahun, walaupun keberadaannya tidak diyakini para pakar. Rumor yang beredar harta karun tersebut telah menjadi gugatan hukum dan telah diajukan di pengadilan negara bagian Hawai pada 1988 yang melibatkan Rogelio Roxas, pemburu harta karun Philipina dan presiden Philipina saat itu Ferdinand Marcos.
Pendapat yang terkemuka mengenai keberadaan Yamashita's gold adalah Sterling Seagrave dan Peggy Seagrave, yang telah menulis dua buku mengenai hal ini : The Yamato Dynasty: the Secret History of Japan's Imperial Family (2000) dan Gold Warriors: America's Secret Recovery of Yamashita's Gold (2003). The Seagraves berpendapat bahwa rampasan emas Jepang itu diorganisir dalam skala yang luas, oleh 2 pihak yaitu mafia yakuza seperti Yoshio Kodama, dan masyarakat kelas atas Jepang, termasuk kaisar Hirohito. Pemerintah Jepang bermaksud membiayai perang dengan harta rampasan itu. The Seagraves menyatakan bahwa Hirohito menunjuk saudaranya, pangeran Yasuhito Chichibu, untuk memimpin organisasi rahasia yang bernama Kin no yuri ("Golden Lily"), untuk memenuhi maksudnya. Menurut sebuah pengakuan banyak dari mereka yang mengetahui lokasi harta rampasan itu dibunuh selama perang, dan di kemudian hari mereka yang terlibat dituduh sebagai penjahat perang oleh sekutu untuk kemudian dieksekusi dan ditangkap.Yamashita sendiri dieksekusi oleh tentara AS untuk kejahatan perangnya pada 23 Februari 1946.
Properti yang dicuri menurut laporan terdiri dari berbagai macam benda yang diambil dari bank, brankas, candi, gereja, masjid, museum, dan rumah pribadi. Rampasan ini membawa nama Jendral Tomoyuki Yamashita, yang dianggap memerintahkan angkatan perang Jepang melakukannya di Philipina tahun 1944.
Menurut berbagai catatan, rampasan ini awalnya disimpan di Singapura, dan kemudian di bawa ke Philippina. Jepang ingin membawa rampasan ini dengan kapal ke negerinya setelah perang berakhir. Pada perang pasifik, angkatan laut AS dan kapal perang sekutu banyak menenggelamkan kapal kargo Jepang dalam jumlah besar. Beberapa kapal tersebut membawa rampasan Jepang dan tenggelam.
The Seagraves dan beberapa orang lainnya telah mengklaim bahwa intelijen militer AS melakukan beberapa operasi di lokasi tenggelamnya kapal ; mereka berkonspirasi dengan Hirohito dan tokoh senior Jepang lainnya untuk menyembunyikan keberadaannya, dan mereka menggunakannya untuk membiayai secara rahasia selama perang dingin. Rumor ini telah memberi inspirasi para pemburu harta karun, tetapi sebagaian besar pakar dan sejarahwan Philipina mengatakan tidak ada bukti yang kredibel dibalik klaim tersebut.
Pada tahun 1992, Imelda Marcos mengklaim bahwa Yamashita's gold termasuk salah satu warisan harta suaminya Ferdinand Marcos.
Banyak individu dan konsorsium baik dari Philipina atau pun luar Philipina terus melanjutkan upaya pencarian rampsan tersebut. Sejumlah insiden kematian, kecelakaan, dan kerugian finansial yang dialami para pemburu terus dilaporkan.
Saat ini, the Mines & Geosciences Bureau of the Department of Natural Resources of the Philippines adalah perwakilan pemerintahan Phillipina yang mengurus perizinan pencarian harta karun tersebut.
Professor Rico Jose dari University of Fhilippines mempertanyakan teori bahwa harta karun dari daratan asia tenggara itu dikirim dengan kapal ke Philipina : "Sejak tahun 1943 Jepang sudah tidak lagi memiliki kontrol di lautan...Adalah tidak mungkin membawa sesuatu yang berharga jika Anda tahu bahwa akan kalah perang dari Amerika. Hal yang lebih rasional adalah membawanya ke Taiwan atau Cina.
Direktur National Historical Institute Philipina dan sejarahwan Ambeth Ocampo memberi komentar: “Dua mitos kekayaan yang selalu saya hadapi adalah harta karun Yamashita dan gosipCojuangco fortune yang ditemukan di dalam tas yang penuh berisi uang…” Ocampo juga mengatakan : "Selama 50 tahun terakhir banyak orang baik dari Philipina dan luar Philipina, telah menghabiskan banyak waktu dan energi dalam mencari harta Yamashita......tetapi mereka tidak menemukan apapun.
Pada bulan Maret 1988, pemburu harta asal Philipina Rogelio Roxas mengajukan gugatan hukum ke pengadilan negera bagian Hawai melawan mantan Phipina Ferdinand Marcos dan istrinyaImelda Marcos atas tuduhan pencurian dan pelecehan kemanusiaan. Roxas menyatakan bahwa di kota Baguio pada tahun 1961 dia bertemu anak lelaki dari mantan tentara Jepang yang memberi dia peta lokasi harta karun Yamashita . Roxas menyatakan bahwa dia adalah orang kedua, yang bertugas sebagai penterjemah Yamashita selama PD II, dia bercerita kepadanya sebuah kunjungan ke ruang bawah tanah yang menyimpan emas dan perak dan juga bercerita kepadanya tentang patung emas yang disimpan di biara dekat ruang bawah tanah tersebut. Roxas menyatakan bahwa beberapa tahun berikutnya dia membentuk sebuah kelompok untuk melakukan pencarian harta tersebut, dan memperoleh izin pencairan dari kerabat presiden Ferdinand, yaitu hakim Pio Marcos. Pada tahun 1971, Roxas menyatakan , dia dan kelompoknya membongkar sebuah ruang yang tertutup disebuah pulau dekat kota Baguio dimana dia menemukan bayonet, pedang samurai, radio, dan kerangka yang masih mengenakan seragam militer tentara Jepang. Juga ditemukan di ruang itu , patung emas Budha setinggi 0,9 meter dan sejumlah peti yang bertumpuk-tumpuk di sebuah ruang seluas 6 kaki x 6 kaki x 35 kaki. Dia menyatakan, dia mencoba membuka satu peti, dan dia menemukan penuh dengan emas batangan. Dia membawa sebuah patung emas Budha yang dia perkirakan beratnya 1.000 kg, dan sebuah kotak penuh emas batangan 24 karat dan menyembunyikannya di rumahnya. Dia menyatakan mensegel ruangan tersebut untuk, hingga dia mengatur rencana untuk membawa peti-peti yang masih tersisa, yang dia duga penuh pula dengan batangan emas. Roxas berkata dia menjual 7 batang emas dari salah satu peti yang dia buka dan mencari calon pembeli potensial untuk patung emas Budha. Dua orang calon pembeli mencoba menguji kadar emas di patung tersebut, Roxas berkata ternyata patung tersebut terdiri dari emas 20 karat. Segera setelah peristiwa itu, Roxas berkata, presiden Ferdinand Marcos, mempelajari penemuan Roxas dan memberi perintah penahanan terhadap dirinya, penyiksaan, dan harta temuannya pun disita. Roxas menduga ini akibat penemuan harta karun tersebut, akhirnya Roxas pun ditahan selama setahun.
Menyusul pembebasannya, Roxas menahan tuntutannya terhadap Marcos hingga Marcos lengser dari kursi presiden tahun 1986. Tetapi pada tahun 1988, Roxas dan the Golden Budha Corporation, yang memegang hak kepemilikan terhadap harta karun Roxas menyatakan bahwa Marcos telah mencuri harta Roxas, dan mengajukan tuntutan terhadap Ferdinand Marcos dan istrinya Imelda di pengadilan negeri Hawai. Roxas meninggal pada malam persidangan, tetapi sebelum kematiannya, dia memberi sebuah kesaksian yang direkam, yang nantinya digunakan sebagai bukti di pengadilan. Pada tahun 1996 perwakilan Roxas dan the Golden Budha Corporationmenerima keputusan pengadilan dimana mereka menerima uang kompensasi terbesar dalam sejarah senilai $22 miliar dan naik menjadi $40,5 miliar. Pada 1998, pengadilan tinggi Hawai menyatakan bahwa ada cukup bukti untuk mendukung keluputusan Hakim yang menyatakan bahwa Roxas yang menemukan harta tersebut dan Marcos telah mengambil alih kepemilikan harta. Namun mengenai uang kompensasi pengadilan tinggi menilai yang bahwa yang diajukan pengadilan sebelumnya terlalu besar karena terlalu spekulatif, akhirnya putusan final pengadilan adalah the Golden Budha Corporation mendapat $13,275,848.37 dan perwakilan Roxas mendapat $6 juta sebagai klaim pelanggaran HAM.
Putusan pengadilan ini pada akhirnya mensimpulkan bahwa Roxas lah yang menemukan harta karun tersebut, walaupun pengadilan negeri Hawai tidak menjelaskan bahwa itu adalahYamashita’s gold, namun kesaksian yang disimpulkan pengadilan mengarah pada emas Yamashita itu. Roxas diduga menelusuri peta yang diberikan anak dari tentara Jepang ; Roxas diduga berbekal petunjuk dari penerjemah Yamashita; dan Roxas akhirnya menemukan pedang samurai, dan kerangka tentara Jepang di ruang harta karun tersebut. Semua ini menuntun pengadilan banding AS ke sembilan kalinya mensimpulkan putusan akhir bahwa : harta karun Yamashita ditemukan oleh Roxas dan kemudian dicuri dari Roxas oleh orang-orang Marcos.
Kesimpulannya : tetap saja untuk simpanan jangka panjang,,mereka mengalihkannya ke emas
sumber : aviesienadinar























