Pergerakan dinar

Tabungan M-Dinar

Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Owner Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat. Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Jumat, 10 Januari 2014

Prediksi harga emas ke depannya..wallahu alam


Gambar di atas adalah pergerakan harga emas sejak tahun 1987 hingga 2013. Ada pola menarik dari data di atas yaitu trend naik emas dimulai sejak tahun 2000, dan mencapai puncaknya tahun 2011 (US$1.923/oz).Pada tahun 2013 lalu berada di titik terendah (US$1.231/oz), titik terendah sebelumnya adalah US$681 (2008), US$ 418,2 (2005), US$255,8 (2000), dan US$253,2 (1999). 

Apabila titik-titik terendah tersebut dihubungkan maka jadilah sebuah kurva, yang mengindikasikan harga emas sudah mentok dan bersiap untuk kenaikan berikutnya. wallahu 'alam

Money Bubble--penggelembungan uang


Bubble dalam istilah ekonomi muncul ketika suatu hal yang diyakini orang  secara umum bertabrakan dengan realitas ekonomi, misalnya housing bubble muncul ketika anggapan yang sudah umum bahwa  harga rumah tidak pernah turun bertabrakan dengan realitas - karena suatu hal-  harga rumah di suatu wilayah turun, atau bahkan tidak laku sama sekali.

Uang juga mengalaminya, ketika anggapan orang secara umum bahwa mata uang suatu negara adalah uang dalam arti sebenarnya, bukan benda yang menggantikan fungsi uang yang sebenarnya.

Dalam sejarah ekonomi untuk mendapatkan barang dan jasa maka kita membayar dengan barang dan jasa lainnya yang senilai. Uang yang kita kenal saat ini hanya sebagai pengganti dari pertukaran barang dan jasa dalam sebuah transaksi ekonomi karena adanya penundaan pembayaran.

Begitu pula fungsi uang  dalam sejarah perbankan. Pada awalnya uang adalah janji bank kepada nasabah atas sejumlah emas yang dititipkan nasabah di bank. Sehingga sewaktu-waktu nasabah dapat mengambil kembali simpanan emasnya menggunakan uang tersebut. Untuk apa emas tersebut? Oleh nasabah emas tersebut digunakan untuk mendapatkan barang dan jasa. Jadi the real money adalah emas, sedangkan uang adalah subtitute (pengganti) dari emas.

Namun yang terjadi kini adalah sebaliknya. Uang pengganti itu telah menjadi uang beneran, dia telah berubah menjadi sebuah monster yang menggurita dalam sistem moneter internasional tanpa dijamin emas sama sekali. Ini terutama terjadi setelah presiden AS Nixon memutus kaitan emas dan dollar pada tahun 1971. Dan parahnya dia bisa dicetak berapa saja dengan dalih kebijakan seperti Quantitive Easing dan istilah-istilah canggih lainnya.

Dan Money Bubble terjadi kita uang yang dipercayai masyarakat sebagai uang 'menemukan' nasibnya sudah tidak berharga lagi seperti yang terjadi pada Mark Jerman (dulu bernama Republik Weimar) pada 1923 karena hyperinflasi.

Nasib yang sama bisa saja terjadi pada mata uang terkuat dunia hari ini.

Dahsyatnya perbandingan emas-perak versus uang kertas.....


Umumnya harga emas (dinar)  dan perak (dirham) pembandingnya adalah mata uang kertas. Dan hubungan antara keduanya adalah negatif, maksudnya apabila nilai mata uang kertas jatuh maka harga emas dan perak naik dan sebaliknya. Karena nilai emas dan perak itu dihargai dengan mata uang kertas seperti Rupiah,Dollar,Euro, Yen dsb maka perlu bagi kita melihat kinerja mata uang kertas di seluruh dunia terhadap emas dan perak. Hasilnya cukup mengejutkan, tidak satupun dari mata uang tersebut yang melampaui kinerja emas dan perak.

Fiat Currency vs 1 oz Gold1-Jan-20001-Jan-14% Change
Emirati Dirham1,057.254,427.88319%
Albanian Lek37,941.12122,671.84223%
Dutch Guilder480.962,136.96344%
Australian Dollar440.231,352.63207%
Barbadian or Bajan Dollar570.242,411.24323%
Bangladeshi Taka14,567.0493,556.11542%
Bahraini Dinar104.26454.52336%
Burundian Franc175,936.321,844,598.60948%
Bermudian Dollar271.301,205.62344%
Bruneian Dollar477.791,522.45219%
Bolivian Boliviano1,704.968,270.55385%
Brazilian Real535.682,847.49432%
Bahamian Dollar288.001,205.62319%
Botswana Pula1,324.8010,511.07693%
Belizean Dollar573.122,399.18319%
Canadian Dollar416.421,280.65208%
Congolese Franc1,224.861,086,263.6288584%
Swiss Franc459.071,076.55135%
Fiat Currency vs 1 oz Gold1-Jan-20001-Jan-14% Change
Chilean Peso152,438.40633,336.31315%
Chinese Yuan Renminbi2,384.507,296.41206%
Colombian Peso515,520.002,313,584.78349%
Costa Rican Colon84,833.28596,793.97603%
Cuban Peso6,048.0031,948.93428%
Cape Verdean Escudo30,269.6695,063.14214%
Czech Koruna10,308.9623,979.54133%
Djiboutian Franc49,608.00212,128.84328%
Danish Krone2,126.026,543.76208%
Dominican Peso4,556.1651,058.011021%
Algerian Dinar19,257.1294,146.86389%
Egyptian Pound979.728,377.25755%
Ethiopian Birr2,296.5122,982.13901%
Euro286.48877.27206%
Fijian Dollar576.002,288.14297%
British Pound178.25727.98308%
Gibraltar Pound178.36727.98308%
Gambian Dalasi3,217.8245,331.311309%
Guinean Franc389,836.808,171,692.361996%
Guatemalan Quetzal2,183.049,453.27333%
Fiat Currency vs 1 oz Gold1-Jan-20001-Jan-14% Change
Guyanese Dollar51,724.80244,692.64373%
Hong Kong Dollar2,238.919,348.46318%
Honduran Lempira4,184.6424,413.81483%
Croatian Kuna2,188.636,680.34205%
Haitian Gourde5,028.4852,637.37947%
Hungarian Forint72,763.20260,668.31258%
Indonesian Rupiah2,030,400.0014,660,942.01622%
Israeli Shekel1,195.494,182.30250%
Indian Rupee12,510.7274,608.38496%
Iranian Rial501,480.0029,868,029.885856%
Icelandic Krona20,805.12138,296.67565%
Jamaican Dollar11,865.60127,373.75973%
Jordanian Dinar203.90852.37318%
Japanese Yen29,416.32126,936.72332%
Kenyan Shilling20,908.80103,924.44397%
Comoran Franc139,115.52431,587.34210%
South Korean Won326,102.401,272,652.47290%
Kuwaiti Dinar87.55339.98288%
Caymanian Dollar361.36988.64174%
Lao or Laotian Kip2,462,400.009,644,960.00292%
Fiat Currency vs 1 oz Gold1-Jan-20001-Jan-14% Change
Lebanese Pound432,288.001,808,430.00318%
Sri Lankan Rupee20,563.20157,466.03666%
Liberian Dollar288.0097,594.9433787%
Basotho Loti1,771.2012,622.81613%
Lithuanian Litas1,146.243,029.03164%
Latvian Lat168.28614.87265%
Moroccan Dirham2,896.429,835.57240%
Burmese Kyat1,800.491,186,330.0865789%
Mongolian Tughrik302,227.201,977,216.80554%
Macau Pataca2,293.349,628.92320%
Mauritanian Ouguiya62,588.16347,218.56455%
Mauritian Rupee7,277.7636,349.44399%
Maldivian Rufiyaa3,121.9218,361.59488%
Malawian Kwacha13,305.60508,289.403720%
Malaysian Ringgit1,094.113,952.63261%
Nigerian Naira28,627.20192,778.63573%
Nicaraguan Cordoba3,490.5630,170.64764%
Norwegian Krone2,306.307,320.57217%
Nepalese Rupee19,903.68119,718.07501%
New Zealand Dollar551.201,466.30166%
Fiat Currency vs 1 oz Gold1-Jan-20001-Jan-14% Change
Omani Rial110.79463.92319%
Panamanian Balboa288.001,205.62319%
Peruvian Nuevo Sol1,010.023,369.11234%
Papua New Guinean Kina759.893,021.59298%
Philippine Peso11,586.2453,529.53362%
Pakistani Rupee14,918.40126,951.79751%
Paraguayan Guarani944,216.645,527,767.70485%
Qatari Riyal1,047.744,389.78319%
Rwandan Franc96,301.44811,382.26743%
Saudi Arabian Riyal1,080.004,521.62319%
Solomon Islander Dollar1,432.808,673.54505%
Seychellois Rupee1,545.1214,396.31832%
Swedish Krona2,444.547,762.25218%
Singapore Dollar479.291,522.45218%
Saint Helenian Pound178.36727.98308%
Sierra Leonean Leone545,322.245,169,698.56848%
Somali Shilling732,205.441,469,650.78101%
Sao Tomean Dobra664,427.5221,411,811.203123%
Salvadoran Colon2,505.6010,549.18321%
Syrian Pound12,322.08136,174.241005%
Fiat Currency vs 1 oz Gold1-Jan-20001-Jan-14% Change
Swazi Lilangeni1,771.2012,622.81613%
Thai Baht10,800.0039,411.72265%
Tunisian Dinar358.931,981.44452%
Tongan Pa'anga448.102,245.94401%
Trinidadian Dollar1,778.897,691.86332%
Taiwan New Dollar9,039.4636,028.15299%
Tanzanian Shilling228,096.001,907,290.84736%
Ukrainian Hryvna1,501.789,922.25561%
Ugandan Shilling426,974.403,038,162.40612%
US Dollar288.001,205.62319%
Uruguayan Peso3,329.2825,438.58664%
Vietnamese Dong4,015,296.0025,408,441.50533%
Ni-Vanuatu Vatu36,777.60114,955.87213%
Samoan Tala890.212,831.42218%
Central African CFA Franc BEAC187,358.40575,449.78207%
Silver Ounce53.4361.9216%
East Caribbean Dollar771.843,255.17322%
IMF Special Drawing Rights209.45782.51274%
CFP Franc33,744.96104,685.86210%
Yemeni Rial45,702.72258,967.18467%
South African Rand1,771.3412,622.81613%

Jadi bagaimana dengan anda?...

Kamis, 19 Desember 2013

Humor sufi >> Dinar yang Beranak Dirham




        Seorang anak perempuan datang kepada Asy’ab untuk menitipkan uang satu dinar. Oleh Asy’ab uang itu disimpan di bawah kasur. Di sampingnya ia taruh pula uang satu dirham. Beberapa hari kemudian anak perempuan itu kembali lagi untuk mengambil uangnya. “Mana uangku satu dinar?” tanyanya.

“Itu aku simpan di bawah kasur, malahan sudah beranak satu dirham,” jawab Asy’ab.
Anak perempuan tadi hanya mengambil satu dirham, sementara uang yang satu dinar ia tinggalkan dengan harapan akan beranak lagi.
Selanjutnya Asy’ab meletakkan lagi uang satu dirham di bawah kasur. Bebeberapa hari kemudian anak perempuan itu datang. Ia merasa senang mendapati uangnya beranak satu dirham lagi. Kejadian itu berulang sampai empat kali. Saat kedatangannya yang kelima ia terperanjat dan heran melihat Asy’ab menangis. Ia menghampirinya.
“Kenapa kamu menangis?,” tanyanya.
“Dinarmu meninggal dunia ketika melahirkan,” jawab Asy’ab.
“Bagaimana dinar bisa melahirkan?,” tanyanya.
“Dasar perempuan tolol, kalau kamu percaya ia dapat melahirkan, kenapa tidak percaya ia bisa meninggal?,” kata Asy’ab.




Itulah yang terjadi pada perbankan saat ini, kita menyimpan 100 ribu, bank akan mengasih kita 1000, tanpa kita mengambil uang kita yang 100ribu, lalu ketika kita akan mengambil kembali uang kita yang 100 ribu, bank hanya tertawa dan akan mengatakan hal yang sama 



Sumber: Humor Sufi V, Pustaka Firdaus, terjemahan Alfu Hikayat wa Hikayat, Husain Ahmad Amin

Hubungan antara Emas dan Komoditas



Hubungan antara emas dan komoditas pada dasarnya adalah hubungan yang sederhana. Bila kita melihat grafik jangka panjang harga minyak dalam emas sebagai contoh, Anda akan menemukan bahwa garis yang relatif konstan dibanding harga minyak dalam dollar. Pada tahun 1965, emas senilai $35 dan harga minyak adalah $2,9 per barrel, jadi harga minyak dalam emas adalah 0.083 ounce. Hari ini harga emas adalah $1.250 dan minyak adalah $95, jadi harga minyak dalam emas adalah 0.076 ounce. Oleh karenanya harga minyak dalam emas hampir tidak berubah dalam 40 tahun terakhir dibanding harga minyak dalam dollar yang telah naik sebanyak 33 kali.

Apa yang sebenarnya terjadi? Daya beli dollar telah jatuh. Sejak tahun 1965 jumlah emas dunia telah meningkat 2 kali, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap, hal ini sama dengan kenaikan harga minyak dalam emas (yang relatif konstan). Pada saat yang sama jumlah uang (total uang dollar yang beredar dan yang tersimpan dalam deposito bank) telah meningkat 33 kali, yang secara konsisten sama dengan kenaikan harga minyak dalam dollar.

Ada fluktuasi harga yang signifikan dari sisi minyak sebagaimana biasa. Sebelum krisis Lehman pada pertengahan 2008, harga minyak mencapai puncaknya dengan nilai $140 sebelum akhirnya jatuh di angka di bawah $40 di akhir tahun, atau dalam perspektif emas, dari 0,14 ounce menjadi 0.05 ounce, sehingga tidak ada presisi dalam hubungannya. Bagaimanapun, seiring kondisi ekonomi kembali stabil, akan nyata harga emas dalam perspektif mata uang kertas akan seiring dengan nilai komoditas.

Untuk alasan ini, sejumlah analis melakukan kesalahan dengan mengkaitkan harga emas dengan siklus komoditas secara umum. Asumsi dari tren ini mengabaikan peranan moneter emas pada saat inflasi massif dan sistem yang berisiko. Ini tidaklah mengejutkan, karena sejauh ini saya melihat bahwa tidak satupun analis komoditas mempertimbangkan kemungkinan perubahan harga sebuah komoditas boleh jadi karena perubahan daya beli mata uang kertas.

Untuk alasan ini, mereka akan menggunakan baik analisis teknikal atau akan fokus pada permintaan prospektif sebuah komoditas dalam kacamata ekonomi global. Kedua pendekatan ini pada dasarnya subjektif.

Situasi moneter hari ini adalah ekstrem dimana tidak adanya konsensus yang disepakati. Mari ambil dua fakta yang sederhana ; pemerintah saat ini dibiayai oleh bank sentral mereka dengan berbagai produk derivatif yang tidak bersandar pada sektor riil sama sekali, yang tentu akan menghadap risiko krisis yang parah.

Tidak hanya ada deviasi yang signifikan antara harga emas dan komoditas pada masa lalu, tetapi masa lalu tidak dapat dijadikan panduan untuk menilai posisi saat ini. Inflasi mata uang hari ini adalah sebuah masalah yang nyata dan terus berkembang, dan mereka yang berfikir bahwa emas akan terus berprilaku seperti komoditas lainnya benar-benar telah melakukan kesalahan.

Kamis, 12 Desember 2013

IMF dan World Bank >> Bagaikan serigala berbulu domba



Pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire pada tahun 1944, dihadiri Sosialis-Sosialis terkenal di dunia untuk mendirikan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) sebagai kendaraan untuk melenyapan emas dari dunia keuangan ; agenda tersembunyi di belakang IMF dan WB ini membuka kedok kedua lembaga dunia itu sebagai pembangun sosialisme dunia ; peran dari the Federal Reserve dalam menciptakan Sosialisme Dunia.

Tujuan-tujuan yang dipublikasikan dari kedua organisasi dunia ini patut dipuji. Bank Dunia bertujuan untuk menyediakan pinjaman-pinjaman untuk negara-negara terbelakang yang dicabik-cabik oleh perang untuk membangun perekonomian mereka supaya menjadi lebih baik. IMF dimaksudkan untuk mengembangkan kerjasama moneter di antara negara-negara di dunia dengan mempertahankan tingkat-tingkat pertukaran yang tetap (fixed exchange rates) di antara matauang-matauang (currencies) dari negara-negara itu. Tetapi metoda yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan itu sangat mengecewakan. Tujuan dari metoda itu adalah untuk mengakhiri penggunaan emas sebagai basis pertukaran mata uang internasional dan digantikan dengan standar kertas yang dapat dimanipulasi secara politik. Dengan kata lain, metoda ini untuk membuat pemerintah-pemerintah di seluruh dunia terbebas dari disiplin emas sehingga mereka dapat menciptakan uang keluar dari kehampaan (to create money out of nothing) tanpa membayar penalti apapun apabila matauang-matauang mereka jatuh nilainya di pasaran.

Sebelum pertemuan itu, matauang-matauang mereka di dunia pada umumnya dipertukarkan berdasarkan nilai emas mereka, dan pengaturannya dinamakan "standar pertukaran emas" (gold-exchange standard). Ini berbeda dengan "standar emas" (gold-standard) dimana sebuah mata uang ditopang oleh emas. Pada Sistem Standar Pertukaran Emas, rasio-rasio pertukaran dari berbagai mata uang -kebanyakan tidak ditopang oleh emas- ditetapkan dengan cara berapa banyak emas dapat mereka beli di pasar terbuka. Oleh sebab itu, nilai-nilai dari matauang-matauang itu ditetapkan berdasarkan pada hukum permintaan dan penawaran. Para politisi dan bankir sangat membenci pengaturan ini, karena sistem ini berada di luar kemampuan mereka untuk melakukan manipulasi. Pada masa lalu, sistem ini berfungsi sebagai sebuah mekanisme yang sangat efisien sekaligus sebagai sebuah disiplin ketat.

Metoda yang digunakan untuk menghantam sistem ini adalah dengan pendirian sebuah bank sentral-kini Bank Sentral Dunia- yang akan menciptakan sebuah uang fiat bersama untuk semua negara dan kemudian mengajak mereka untuk menaikkan bersama-sama pada tingkat yang kira-kira sama. Tambahan pula harus ada semacam dana asuransi internasional yang akan menyalurkan secara cepat uang fiat itu ke setiap negara yang secara temporer membutuhkannya untuk menghadapi krisis mata uang. The IMF dilahirkan dengan perlengkapan-perlengkapan yang belum berkembang penuh, persis seperti halnya Federal Reserve yang belum berkembang penuh pada saat ia dilahirkan. Meski demikian, ini adalah sebuah rencana induk (master plan), dan rencana induk ini diluncurkan dengan semua struktur utama telah siap. Tambahan-tambahan dan perubahan-perubahan yang diperlukan akan terus dilakukan di masa mendatang.

Tokoh-tokoh paling berperan dalam rencana ini adalah seorang Sosialis Fabian asal Inggris John Maynard Keynes, dan asisten Menteri Keuangan AS Harry Dexter White.

Kaum Fabian adalah sebuah kelompok elit intelektual yang mendirikan sebuah perhimpunan semi-rahasia yang bertujuan untuk menyebarluaskan Sosialisme ke negara-negara di seluruh dunia. Sementara kaum komunis ingin mendirikan Sosialisme tersebut secara cepat melalui kekerasan dan revolusi, kaum Fabian lebih suka melakukannya secara perlahan melalui propaganda dan legislasi.

The IMF nampak seolah-olah merupakan bagian dari United Nations (PBB), persis seperti The Fed yang nampak sebagai bagian dari pemerintah AS, tapi sebenarnya sama sekali independen (sebagaimana BI independen dari pemerintah RI). IMF didanani berdasarkan kuota, oleh hampir oleh 200 negara anggota. Sumbangan terbesar berasal dari negara-negara industri sangat maju seperti Inggris raya, Jepang, Perancis, dan Jerman. AS menyumbang paling banyak, kira-kira 20% dari total.

Salah satu kegiatan rutin di IMF adalah mempertukarkan matauang-matauang tidak berharga dengan dollar sehingga negara-negara lemah dapat membayar rekening-rekening internasional mereka. Tujuannya untuk mengatasi masalah-masalah "cash-flow" temporer mereka.

Walaupun upaya untuk berlepas diri dari standar pertukaran emas merupakan tujuan jangka panjang, namun satu-satunya cara dari IMF untuk meyakinkan negara-negara lain agar mau berpartisipasi pada tingkat permulaan adalah dengan memakai emas itu sendiri sebagai sebuah sandaran untuk pasokan uangnya sendiri-sekurang-kurannya sebagai kebijakan sementara. Sebagaiman Keynes menjelaskan :
Saya rasa bahwa bank-bank sentral terkemuka tidak akan pernah secara sukarela melepaskan bentuk-bentuk standar emas yang berlaku pada saat ini ; dan saya tidak menginginkan kekerasan untuk membuat mereka melepaskannya secara terpaksa.Oleh sebab itu, satu-satunya cara terletak pada evolusi bertahap dalam bentuk-bentuk sebuah matauang dunia yang terkelola, dengan mengambil se standar emas yang ada sebagai sebuah titik awal."

Kapitalisme : musuh dari semua agama



by : muhaimin iqbal- geraidinar

Ternyata bukan hanya agama kita Islam yang menolak kapitalisme itu, orang Nasrani-pun menolaknya. Setidaknya ini terungkap dari serangan Paus Francis dalam pernyataannya sepanjang 84 halaman yang dikeluarkan dua hari lalu. Dalam pernyataan keras tersebut, Paus menyebut kapitalisme yang tidak terkendali telah menciptakan tirani baru. Ekonomi ekslusif dan ketidak setaraan kapitalisme bahkan bisa membunuh.

Paus mencontohkannya betapa warga tunawisma di negeri kaya bisa mati kedinginan tanpa mendapat-kan perhatian juru warta, sementara ketika pasar saham turun 2 poin saja beritanya ke seluruh dunia.

Bisa jadi pemikiran Paus ini mewakili kedekatan orang Nasrani dengan orang beriman untuk jaman ini – khususnya dalam bidang pemikiran ekonomi, seperti yang dimaksud dalam ayat berikut :

Pasti akan kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (QS 5:82)
Bila ternyata ajaran Nasrani-pun menolak kapitalime seperti juga Islam menolaknya, gabungan dari dua agama ini mewakili 3.6 milyar orang atau lebih dari separuh penduduk bumi, lantas sebenarnya untuk siapa kapitalisme itu ?



Kemungkinan terbesarnya ya untuk para pihak yang disebut dalam ayat tersebut di atas yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Orang-orang Yahudi atau systemnya sampai sekarang-pun jelas siapa dan apanya, lantas siapa orang-orang musyrik itu di jaman ini ? Mereka adalah orang-orang yang mempertuhankan apapun selain Allah.

Dalam bidang ekonomi tuhan-tuhan selain Allah itu bisa berupa uang atau modal, pasar, peraturan, pekerjaan, system dan semua yang tidak merujuk kepada pengaturan Allah.

Lantas bagaimana kita bisa mendeteksi bahwa suatu ekonomi itu kapitalisme atau bukan ?
Kapitalisme sebenarnya bukan barang baru, ekonomi kota Yathrib - Madinah sebelum Hijrahnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ke kota itu – adalah sudah berupa ekonomi kapitalisme. Yaitu ketika segelintir orang Yahudi mendominasi ekonomi kota dalam tiga areanya yaitu produksi, pasar dan modal.

Jadi keberadaan kapitalisme dalam suatu system ekonomi itu mudah dideteksi dengan tiga indikatornya yaitu akses terhadap produksi, akses terhadap pasar dan akses terhadap modal.
Bila dalam system ekonomi, yang bisa memproduksi barang atau jasa hanyalah yang bermodal besar maka itulah kapitalisme. Bila yang bisa berjualan di pasar hanya orang-orang yang memiliki uang untuk membeli atau menyewa tempatnya – maka itulah kapitalisme. Bila yang memiliki akses modal adalah segelintir orang – sehingga modal terakumulasi pada yang sedikit ini - sedangkan yang lain tidak memiliki kesempatan yang sama, maka itulah kapitalisme.

Lantas apa bedanya kapitalisme itu dengan system Islam yang juga memungkinkan orang menjadi sangat kaya sehingga otomatis memiliki akses modal yang kuat, akses produksi dan pasar yang tentu juga sangat luas ?

Bedanya sekali lagi dapat merujuk pada sejarah kota Madinah, bagaimana sebelum Hijrahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ekonominya dicengkeram oleh segelintir Yahudi, dalam sekitar tiga dasawarsa kemudian ada sahabat yang menjadi sangat kaya sehingga seluruh penduduk kota Madinah bersyirkah dengannya – yaitu Abdurrahman bin ‘Auf.
Disitulah perbedaan utamanya. Ketika kapitalisme itu menguasai modal, produksi dan pasar – maka dia kuasai untuk dirinya sendiri atau paling banter kelompoknya. Orang-orang diluar dirinya atau kelompoknya menjadi target eksploitasi semata, dijerat dengan rentenya, dibuat tergantung pada produknya dan dijadikan target pasar semata untuk produk-produk yang dihasilkannya.

Dalam Islam, ketika orang bisa sekaya Abdurrahman Bin ‘Auf sekalipun, hartanya untuk memberdayakan orang lain – bersyirkah itu kuncinya. Membuat orang lain setara – dalam syirkah - dengan dirinya, bukan orang yang ditekan dalam cengkeraman rente.

Akses pasarnya yang luas digunakan untuk memenuhi kebutuhan umat secara luas, bukan untuk meng-eksplotasinya. Pernah diceritakan kota Madinah tiba-tiba hiruk pikuk oleh kafilah perdagangan yang sangat banyak – yang didatangkan oleh Abdurrahman bin ‘Auf – untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota itu yang lagi paceklik.

Lantas bagaimana kita mengembangkan ekonomi kita di jaman yang sudah begitu kuatnya kapitalisme mencengkeram ekonomi kita ? Jawabannya sederhana, yaitu kembali mencontoh bagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengubah kota Yathrib atau Madinah pra Hijrah – dari cengkeraman kapitalisme Yahudi, menjadi ekonomi yang penuh keberkahan yang mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya.

Sederhana jawabannya, namun menjadi tantangan tersendiri di jaman ini untuk mengimplementasikannya. Tidak mudah memang, tetapi insyaAllah bukannya tidak mungkin untuk diwujudkan kembali. InsyaAllah.