Adakah benang merah dari ketiganya? Silahkan Anda simpulkan. Hemat kami, ternyata properti dan emas fisik, menjadi mayoritas pilihan para expert tersebut.![]()
Senin, 03 Maret 2014
Bagaimana Para Ahli Mengalokasikan Harta Mereka di Tahun 2014?
Jelang akhir tahun 2013 lalu, kitco
mewawancarai beberapa expert (ahli, red) dan menjadikan sebagai bagian dari
analisa outlook 2014.
Setiap ahli ditanya bagaimana mereka akan berinvestasi (jika memiliki) $
10.000 pada tahun 2014 dan apa yang mereka benar-benar akan hindari! Para ahli
ini juga diminta untuk memadukan saran investasi terbaik yang pernah mereka
terima.
Mari kita simak pelajaran berharga dari 3 ahli yang kami anggap cukup relevan
dari beberapa ahli yang telah diwawancarai. Simak baik-baik.
1. Jim Rickards (Penulis National Best Seller Book “Currency
Wars”)
Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun
2014?
20% Emas
20% Real estate (Properti)
20% Cash
20%
Karya Seni (Fine Art)
20% Hedge funds
Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun
2014?
“Saya akan mencoba untuk menghindari ekuitas dengan
pengecualian perusahaan yang memiliki aset keras seperti energi, pertanian,
transportasi,” kata Rickards. Dengan banyak ‘hype’ di sekitar saham perusahaan
internet akhir-akhir ini, Rickards memiliki satu pesan sederhana bagi para
investor: “Aku akan menjauhkan diri dari [mereka],” katanya.
Apa nasihat investasi terbaik yang pernah Anda
terima?
Rickards berbagi 2 buah nasihat investasi yang ia terima
dari Profesor MIT (Massachusetts Institute of Technology) Andy Lo dan Bruce
Kovner, Pendiri Caxton Associates. “Andy Lo memberitahuku hari ini adalah alpha
dan esok hari adalah beta. Bruce Kovner memberikan nasihat ‘entry and exit
points’ adalah sama pentingnya dengan mendapatkan tesis investasi yang tepat,”
ungkapnya.
“Saya seorang ‘Gold Bull’, saya merekomendasikan emas, saya memiliki emas
sebagai portofolio [...] namun tidak akan menyenangkan membeli emas di angka
$1.900 per ounce,” kata Rickards saat ia menjelaskan kata-kata Kovner itu. “Saya
tidak mengatakan bahwa orang-orang meraih ‘entry and exit points’ tetapi Anda
perlu berpikir banyak tentang ‘entry and exit points’ sebanyak yang Anda lakukan
tentang tesis investasi Anda.”
2. Robert Kiyosaki (Penulis Worldwide Best Seller Book “Rich
Dad’s Poor Dad”)
Anda pasti seringkali mendengar nama Robert Kiyosaki ini. Berikut
paparannya:
Ajaran Rich Dad’s dan filsafat yang berkaitan dengan investasi adalah
didasarkan pada pendidikan finansial. Pelajarilah tentang kendaraan investasi
yang berbeda dan kelas aset. Jadilah penasihat terbaik bagi diri Anda sendiri
dari segi tempat terbaik untuk menaruh uang Anda.
Anda akan percaya diri untuk memutuskan tentang apa yang terbaik untuk Anda
setelah Anda mendapatkan pengetahuan (dan pengalaman) tersebut.
Melihat ke depan untuk tahun 2014, ini adalah bagaimana saya akan
mengalokasikan uang saya:
Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun
2014?
Saham 5%
Real Estates 40%
Logam Mulia 25%
Minyak
20%
Cash 10%
Dengan (melihat keadaan) harga emas dan perak yang turun, saya akan
menempatkan porsi yang lebih besar dalam emas fisik dan perak. Ketika pasar
saham turun, semua akan panik, emas dan perak yang akan cenderung menyentuh
angka tertinggi baru.
Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun
2014?
“Saya pasti akan menghindari aset kertas seperti saham,
obligasi, reksa dana, dan ETF (Exchange-Traded Fund) dan alasannya adalah ini
semua adalah aset kertas, bukan aset riil.
Pikirkanlah kisah Three Little Pigs: Babi pertama membangun
rumahnya dari jerami, babi kedua membangun rumahnya dari tongkat, dan babi
ketiga membangun rumahnya dari batu bata.
Babi pertama mewakili “Si Miskin”. Orang miskin membangun rumah mereka dari
kertas mereka bekerja keras untuk kas, dan menyimpan uang tunai. Strategi mereka
adalah untuk bekerja keras, hidup di bawah kemampuan mereka, dan hanya menyimpan
uang.
Ketika serigala jahat muncul, terengah-engah, babi pertama ini adalah makanan
bagi serigala tersebut.
Babi kedua merupakan kelas menengah. Mereka membangun rumah-rumah mereka dari
ilusi, percaya pada keamanan kerja, benefits, memiliki rumah mereka sendiri,
menghemat uang, dan berinvestasi guna persiapan pensiun, penuh dengan basis
saham, obligasi, reksa dana, dan ETF.
Ketika serigala jahat, juga dikenal sebagai “Next Recession” (resesi baru)
atau “New Depression” (depresi baru), yang datang kira-kira antara 2015 dan
2035, babi ini juga akan menjadi makanan bagi serigala.
Babi ketiga membangun rumahnya dari aset berwujud (riil). Babi ini adalah
pengusaha dan investor profesional yang belajar dan berinvestasi untuk masa
depan mereka sendiri, investasi dalam aset riil, bukan aset kertas.
Ketika serigala jahat datang, di kurun waktu 20 tahun antara 2015 dan 2035,
mereka yang telah membangun rumah “batu bata” ini akan mendapati keadaan yang
lebih kokoh (kaya). Mereka menjadi kaya karena rumah mereka dibangun dengan batu
bata, investasi dalam aset berwujud seperti real estate, emas, perak, minyak,
makanan, dan bisnis (riil) yang mereka kontrol.
Daripada menyimpan uang, mereka menyimpan emas dan perak. Jika Anda harus
berinvestasi dalam kertas, belajar untuk menjadi option trader.
Kemudian Anda akan tahu bagaimana mendapatkan uang dari pasar yang naik dan
turun.
Saya sangat prihatin dengan jutaan baby boomer yang mengandalkan
pasar saham untuk membuat mereka aman, sehat dan pensiun panjang. Saya takut
baby boomer yang mengandalkan pasar saham berada dalam kesulitan.
Ketika serigala jahat memikul pada portofolio mereka yang terbuat dari kertas,
sang serigala akan memiliki sebuah pesta besar.
Saya lebih suka membangun rumah bata – emas, perak, minyak, makanan dan
bisnis aset – yang tidak berwujud kertas.
Saran investasi siapa yang Anda ikuti?
“Ini adalah sebuah
pertanyaan besar, dan pertanyaan yang sangat penting. Menurut pendapat saya, itu
sangat penting bagi orang untuk mencari guru-guru terbaik dan penasehat. Jika
Anda memiliki guru yang buruk dan penasehat miskin, hidup Anda akan menjadi
salah satu rasa sakit dan perjuangan. Berpikirlah seperti ini: Jika Anda pergi
ke dokter yang buruk, kesehatan Anda akan menderita. Jika Anda mendapatkan
nasihat keuangan yang buruk, kekayaan Anda akan menderita..”
3. Jim Wyckoff (Redaktur di Kitco News)
Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun
2014?
65% Real Estate (Properti) – yaitu tanah di daerah pedesaan di
AS
25% Cash
10% Emas dan Perak
Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun
2014?
“Pasar saham.”
Apa nasihat investasi terbaik yang pernah Anda
terima?
“Setiap orang bodoh bisa masuk (kapan saja) ke pasar
(saham), tapi hanya seorang pro lah yang tahu bagaimana dan kapan harus
keluar.”
Namun ada Home Fun dari saya untuk pembaca sekalian yang budiman,
pertanyaan yang sama (dan saya doakan kita semua mampu meraihnya, Aamiin..).
“Jika Anda memiliki $ 10.000 kemana saja akan Anda alokasikan?”
10 krisis ekonomi paling fenomenal dalam sejarah dunia
Sejak tahun 2008 AS terus mengalami kesulitan ekonomi. Debat yang terus bergulir mengenai jurang fiskal adalah cermin dari kesulitan ekonomi. Jika melihat ke belakang, kejatuhan real estate dan krisis wall street tidak terhindarkan. Ada sejumlah krisis finansial pada masa lampau. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, kita melihat skema kejatuhan ekonomi dan berbagai bencana yang ditimbulkannya. Daftar dibawah ini, sesuai urutan kronologi, sejarah kejatuhan ekonomi paling menarik dalam sejarah.
10. Diocletianus Menghancurkan Ekonomi Roma abad ke 4
M
Kekaisaran romawi mengalami kemunduran ketika Diocletianus menjadi kaisar pada abad keempat. Ekonomi mengalami kekacauan akibat sejumlah perang yang mahal dan proyek pembangunan istana menyebabkan mereka di ambang kehancuran. Ketika mata uang Roma hampir tidak ada nilainya, Diocletianus memperkenalkan sistem uang yang baru. Sering kali dalam sejarah, negara yang mengalami risiko kekacuan ekonomi, menaikkan nilai mata uangnya secara sepihak. Tetapi yang terjadi pada koin baru yang dikeluarkan oleh Diocletianus, adalah sebaliknya. Kandungan emas yang ada dalam koin nilainya lebih tinggi dibanding nilai nimonalnya ; denominasi koin tersebut dilakukan untuk menurunkan nilainya. Sebagai respon sebagian besar rakyat melebur koin tersebut untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Hasilnya adalah inflasi terjadi demikian cepat. Diocletianus menambah masalah dengan mematok harga pada sebagian besar produk untuk melawan inflasi.
Kebijakan Diocletianus menyebabkan kebingungan
sehingga membuat rakyat menolak keputusan tersebut. Karena keadaan menjadi lebih
buruk, akhirnya Diocletianus menjadi kaisar Romawi pertama yang secara sukarela
turun tahta.
9.Konspirasi Pazzi dan Krisis Perbankan Medici tahun
1470an
Keluarga Medici adalah salah satu keluarga ternama dalam masa Renaissance Italia. Mereka mengatur politik Florence; bertindak sebagai pemegang otoritas keagamaan dan membantu kejayaan Leonardo DaVinci. Sumber kekayaan keluarga berasal dari sistem perbankan yang mereka bangun pada akhir abad 14. Di bawah kepemimpinan Cosimo de’ Medici, mereka dengan cepat melakukan ekspansi hingga di luar kendali, hingga kematian Cosimo. Di puncak kejayaannya, keluarga Pazzi dan Salviaiti yang juga memiliki bisnis perbankan mencoba menggantikan peran keluarga Medici sebagai penguasa Florence. Pada 26 April 1478, dua bank milik keluarga Medici di Florence mengalami rush. Keluarga Medici kehilangan kendali untuk mengatasinya. Grup bank Medici mempunyai karakteristik cadangan kas yang rendah, biasanya 10 % saja dari aset.
Sejalan dengan Pazzi Conspiracy
dan berbagai tekanan, berhasil mengurangi tingkat persaingan perbankan, hingga
keluarga Medici diambang kebangkrutan. Akibatnya Lorenzo de’ Medici menarik
pajak atas warga Florence atas nama pertahanan militer dengan jumlah yang amat
tinggi. Akhirnya pada tahun 1494 perbankan mereka bangkrut akibat korupsi,
kerugian invetasi, dan manajemen yang buruk. Setelah perbankan mereka jatuh,
kerugian mencapai jutaan dan butuh bertahun-tahun untuk kembali normal.
8. Inflasi Spanyol tahun 1600-an
Seiring penemuan benua Amerika oleh Columbus,
Spanyol mulai mencari emas di sana. Selama beberapa dekade sumber alam yang kaya
di Amerika membuat Spanyol menjadi negara yang terkaya di dunia dan mendirikan
kekaisaran yang besar. Pada pertengahan abad 16, Spanyol menggiatkan penambangan
secara massal. Tingginya emas dan perak yang ditambang menyebabkan nilainya
turun dan menyebabkan Hyperinflasi di Eropa.
Hal ini semakin parah karena Spanyol terlibat
perang untuk mempertahankan kekaisarannya, akhirnya inflasi menghancurkan
ekonominya. Alih-alih meraih kejayaan, Spanyol akhirnya gagal membayar utangnya
berkali-kali. Kekacauan ekonomi ini memaksa mereka untuk memberi jalan bagi
Inggris menggantikan posisi mereka.
7.Bermuda’s Hog Money tahun1616-1624
Beberapa perusahaan dagang mengendalikan
perdagangan kerajaan Inggris pada abad 17 dan 18. Bermuda berhasil dijajah
dengan bantuan perusahaan-perusahaan dagang ini. Ketika satu wilayah jajahan
berdiri, para kolonial ditempatkan disana untuk menghasilkan uang bagi
perusahaan. Para pekerja dibayar secara utang oleh perusahaan, tidak dalam
bentuk upah tunai. Mirip dengan perusahaan batu bara dalam abad 19. Ketika
Daniel Tucker ditunjuk sebagai gubernur Bermuda, ia meninggalkan sistem utang
ini dan memperkenalkan mata uang koin yang dicetak dari bahan kuningan.
Dengan sistem moneter yang hanya bernilai
karena diberlakukan oleh Tucker. Maka ketika Tucker digulingkanl, mata uang ini
praktis tidak bernilai. Kehancuran ekonomi mulai terjadi namun tidak begitu
parah, sebab Bermuda adalah daerah kepulauan dan terisolasi. Tanpa ada sistem
moneter, kolonial terpaksa menggunakan tembakau sebagai mata uang.
6.Tipper and See-Saw tahun 1621
Ketika suatu negara menaikkan utangnya dengan
cepat untuk membiayai perang, hasilnya selalu buruk. Pada abad 17 tidak ada
jaminan pajak berlangsung efektif, jadi kekaisaran Romawi mulai mencetak uang
untuk membiayai perang selama 30 tahun. Untuk melakukan ini kekaisaran menarik
mata uang (koin) dari peredaran dan meleburnya menjadi logam yang nilainya lebih
rendah. Mata uang yang sudah surut nilainya ini kemudian dibelanjakan di luar
negeri, untuk membatasi efek krisis dalam negeri.
Celakanya, seringkali koin tersebut kembali
lagi ke wilayah kekaisaran Romawi dalam bentuk bea dan pajak. Karena publik
menyadari apa yang terjadi, kekacauan mulai timbul, para tentara menolak digaji
dengan uang tersebut, dan hasutan mulai beredar melalui pamflet. Mata uang
tersebut akhirnya tidak berharga hingga anak-anak memainkannya di jalanan.
Kenaikan harga akhirnya melumpuhkan perekonomian di wilayah-wilayah kekaisaran
Romawi.
5. Tulipmania di Belanda tahun 1636-1637
Mungkin krisis ekonomi paling aneh dalam daftar ini, adalah Tulipmania. Ketika bunga tulip mulai diperkenalkan di Belanda pada awal tahun 1600-an menjadi populer dengan cepat. Pada awal "kegilaannya", warga Belanda merasa harus membeli bunga tulip terkini. Karena tulip hanya tumbuh pada waktu tertentu setiap tahun, Belanda mulai mengatur pasar future. Ketika tulip tidak tersedia di pasaran, konsumen dapat membeli hak untuk membelinya ketika nantinya tersedia.
Dengan segera para spekulan mulai bermain pasar
future dan memainkan harga hak membelinya pada tingkat harga di luar
kewajaran. Pada puncak bubblenya hak membelinya bisa senilai 10 tahun
rata-rata gaji pegawai! Bubble meledak pada tahun 1637 dan harga hak
membelinya jatuh ke nilai awalnya. Seperti kejatuhan harga saham tahun 2008,
investor melihat nilai mereka tergerus. Keanehan harga tulip ini mendorong
krisis ekonomi dan meninggalkan banyak investor tanpa uang.
4. South Seas Bubble tahun 1719-1720
The South Seas Bubble menunjukkan apa
yang dapat terjadi ketika para spekulan menolak beberapa pembatasan pada skema
mereka. Pada awal abad 18, ekonomi Inggris menderita karena belanja
pemerintahnya di luar batas. Maka investor Inggris dibuai dengan cerita
banyaknya emas di benua Amerika. Untuk menangguk kekayaan tersebut, the
South Seas Company didirikan dan kerajaan Inggris menjamin hak dagang
eksklusif kepadanya .Meskipun faktanya Spanyol menjajah Amerika Selatan, membuat
keputusan Inggris tersebut benar-benar tidak berguna, namun investor
berbondong-bondong mendatangi perusahaan tersebut.
Perusahaan, meskipun dengan berbagai
keterbatasan, menarik sebanyak mungkin investor, hingga nilainya hampir sama
dengan pendapatan per kapita Inggris dalam setahun. Nilai sahamnya pun meroket
di lantai bursa the British exchange. Dengan kepercayaan diri yang
demikian tinggi, menteri keuangan Inggris sendiri saat itu menanam investasi
senilai ratusan ribu pound di perusahaan tersebut. Di akhir tahun 1720, saham
the South Seas Company bernilai sekitar 37 juta pound.
Tentu saja Spanyol menolak memberi izin Inggris
melakukan pencarian emas di sana. Akibatnya saham perusahaan jatuh dan ekonomi
Inggris lumpuh dan meninggalkan banyak investor miskin mendadak. Dan kekayaan
seluruh generasi Inggris saat itu hilang.
3.Mississippi Bubble
tahun 1716-1720
Inggris bukan negara satu-satunya yang menderita akibat aksi spekulasi pada kwartal pertama abad 18. Ketika raja Louis XIV mangkat, ekonomi Perancis sedang amat membutuhkan biaya untuk perang. Departemen keuangan tidak mempunyai cukup emas untuk mencetak koin baru. John Law, ekonom pemerintah Perancis, mengajukan proposal untuk mendirikan bank guna mencetak mata uang baru (berbahan baku kertas). Pemerintah mengedarkan begitu banyak mata uang sehingga nilainya lima kali dari kekayaan Perancis sendiri.
Untuk menghindari kehancuran ekonomi Perancis,
Law memberitahu warga Perancis bahwa tanah jajahan baru Louisiana penuh dengan
emas dan kesempatan peluang investasi yang menguntungkan. Dia berharap investasi
tersebut mendapat lampu hijau pemerintah untuk meraih kekayaan yang lebih besar
untuk mengatasi masalah uang kertas yang nilainya hancur. Ketika janji gunungan
emas di Lousiana ternyata omong kosong belaka, bubble meledak tahun
1720 dan nilai saham jatuh. Kemudian diikuti dengan penarikan uang
besar-besaran dari bank ketika nilai uang tinggal separuhnya dan inflasi parah
yang melumpuhkan ekonomi Perancis.
2. Konfederasi menghancurkan Ekonomi tahun 1860
Kombinasi antara blokade pihak serikat dan keputusan untuk memotong ekspor kapas, menurunkan pendapatan dagang konfederasi. Dua faktor ini menyebabkan inflasi merajalela sehingga membuat mata uang konfederasi hampir tidak ada nilainya. Ketika perang sipil berakhir, ekonomi wilayah selatan benar-benar hancur.
1. Perusahaan KA dan
Krisis Perak di Amerika tahun 1893
Kepanikan tahun 1893 adalah krisis ekonomi terburuk di Amerika hingga the Great Depression di tahun 1930-an. Ketika rel kereta api menjadi moda transportasi yang dominan di AS, para spekulan menanam investasi dalam bidang teknologi. Banyak perusahaan kereta api yang berlebihan dalam pengembangan teknologi ini, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pemasukan. Tahun 1893, perusahaan raksasa KA Philadelphia and Reading kolaps dan mengumumkan kebangkrutannya.
Pada saat yang sama ketika perusahaan KA mulai merasakan akibat dari kesalahan mereka, pasar perak digoyang. Tahun 1880-an kesaksian bahwa telah ditemukan beberapa tambang perak dan hasil produksinya membuat nilainya jatuh. Pemerintah AS berusaha untuk mengatasi krisis dengan membeli perak sebagai upaya untuk mendongkrak harga. Ketika pemerintah menghentikan pembelian perak, krisis mencapai puncaknya. Depresi ekonomi terjadi hingga tahun 1900 dan menjadi saksi bangkrutnya 16.000 bisnis dan terjadi puncak pengangguran sebesar 17%-19%.
Jumat, 28 Februari 2014
Sepak Terjang Emas di 2014
Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan perihal penerawangan saya akan harga emas di tahun 2014 nanti. Pertanyaan ini sebenarnya merupakan pertanyaan rutin yang selalu ditanyakan setiap akhir tahun. Namun kali ini nuansanya agak berbeda, karena kebanyakan pertanyaan tersebut dilontarkan dengan nada yang sedikit ‘fals’ kalo kita ibaratkan sebuah lagu. Artinya kebanyakan pertanyaan tersebut sebenarnya adalah pernyataan kegalauan sang penanya mengenai prospek performance investasi emas di tahun 2014, kegalauan yang sangat wajar apabila melihat performance emas di 2013 ini.
Lalu bagaimana cara saya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ? Bagaimana cara menjawab pertanyaan orang-orang yang sedang galau agar tidak bertambah galau ?
Fungsi Emas : Instrumen investasi, safe haven atau lindung nilai ?
Saya tidak punya latar belakang pendidikan sebagai sarjana ekonomi ataupun keuangan. Ketika saya berbicara mengenai investasi emas tentunya bukan berdasaran pendekatan akademis namun lebih kepada pengalaman saya menggeluti dunia per-emas-an ini. Saya mulai melakukan investasi emas pada pertengahan 2002, saat itu saya mengumpulkan emas untuk persiapan menikah, harga emas masih di kisaran Rp 90ribuan/gram. Tujuan saya mengumpulkan emas selain untuk persiapan mas kawin juga untuk persiapan membeli rumah. Karena saya dan calon isteri waktu itu belum sepakat mengenai lokasi rumah yang cocok maka saya berpikir untuk terlebih dahulu mengkonversi tabungan saya di bank menjadi emas batangan. Hal yang belakangan ini baru saya ketahui biasa disebut ‘hedging’ atau ‘lindung nilai’. Alhamdulillah, langkah yang saya ambil ini ternyata sangat membantu saya ketika harus membayar DP rumah pada tahun 2006, karena jika saya biarkan uang saya tetap ada di tabungan maka rumah impian saya tentunya tidak akan terbeli karena harga rumah di2006 sudah naik 2 kali lipat ketimbang harga di 2002, namun karena harga emas di 2006 juga naik menjadi Rp 180rban/gram maka saya tidak terbebani oleh kenaikan harga rumah tersebut. Dari pengalaman inilah keyakinan saya akan manfaat emas semakin bertambah. Fungsi emas sebagai sarana untuk lindung nilai sudah saya rasakan langsung, sehingga saya rutin menyisihkan gaji bulanan saya untuk membeli emas batangan.
Tahun demi tahun berlalu, pada tahun 2011, harga emas menembus angka Rp 500rb/gram, sesuatu hal yang sangat fantatastis bagi saya, karena nilai simpanan emas saya menjadi berlipat-lipat. Hal ini jauh diatas ekspektasi saya yang semula hanya berniat untuk melindungi harta saya dari inflasi. Namun yang terjadi malah harta saya menjadi bertambah, akhirnya saya melepas sebagian emas saya dan membeli sebidang kapling kosong di belakang rumah saya. Sekali lagi saya merasakan pengalaman Indah menyimpan emas yang ternyata bisa berkembang nilainya. Dari sinilah saya menyadari bahwa selain untuk melindungi dari inflasi ternyata emas pada pengalaman saya yang kedua ini berfungsi sebagai instrument investasi, dikatakan demikian karena nilainya saat itu bertambah berlipat ganda melampaui angka inflasi.
Euforia kenaikan harga emas dunia, safe haven dan munculnya para spekulan
Euforia kenaikan harga emas di 2011 membuat masyarakat awam berbondong-bondong membeli emas, sesuatu hal yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Di kantor tempat saya bekerja, antrian masyarakat yang membeli emas bak antrian pembagian sembako di pasar murah. Saat itu saya dan beberapa teman hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat perilaku ini, rupanya masyarakat Indonesia ketika harga emas meroket justru berbondong-bondong membeli. Jujur saja kami di kantor senang sekali melihat barang dagangan kami laku dan habis dalam sekejap. Namun sambil bertanya juga, kenapa ya tidak dari dulu seperti ini, kenapa tidak tahun 2002 ? 2006? Kenapa 2011? Apakah mereka paham manfaat membeli emas itu sesungguhnya untuk apa ? atau hanya ikut-ikutan saja ?
Tahun 2011 merupakan tahun krisis moneter di benua biru, setelah ekonomi Yunani ambruk, Portugal menyusul,Spanyol dan Italy juga mengalami badai krisis yang hampir sama. Pertumbuhan ekonomi menjadi terhenti. Amerika Serikat yang sebelumnya juga sudah lebih dulu diterpa krisis semenjak 2008 memberi stimulus membanjiri pasar dengan gelontoran USD untuk pembelian obilgasi atau yang dikenal dengan kebijakan Quantitative Easing. Tercatat beberapa kali Amerika Serikat melakukan ini dalam kurun waktu 2008-2012 yang semuanya berimbas pada meroketnya harga emas dunia.
Mengapa harga emas dunia menjadi meroket? Jawabannya sederhana, karena pertumbuhan ekonomi mandek, semua investor melarikan dananya dari sektor riil ke emas. Akibatnya permintaan emas membludak, baik itu physical gold bullion maupun paper gold melalui ETF. Puncak harga emas dunia terjadi pada 2011. Kondisi berbondong-bondongnya investor melarikan dananya dari sektor riil ke emas inilah yang dikenal dengan istilah safe haven, dimana emas berfungsi sebagai tempat berlabuhnya dana investor yang merasa lebih aman dan nyaman menyimpan emas dibanding portofolio lain yang beresiko turun nilainya karena ketidakpastian ekonomi.
Seiring meroketnya harga emas dalam waktu singkat, di Indonesia bermunculan beragam program investasi yang ‘berbau’ emas. Hampir semua memberikan iming-iming return yang besar sambil menyajikan chart kenaikan grafik emas dalam 3-5 tahun terakhir. Namun sedikit yang memberikan informasi yang benar mengenai fungsi emas yang sebenarnya, sehingga banyak masyarakat yang membeli tanpa tahu manfaat sebenarnya dari emas dan resikonya, mereka membeli hanya tergiur janji return yang besar dalam waktu singkat. Lahirlah spekulan-spekulan emas, mereka memaksakan diri membeli emas walaupun sebenarnya dananya terbatas atau bahkan tidak adadana sekalipun sehingga mereka meminjam dana dengan bunga tertentu berharap harga emas naik lebih tinggi dari bunganya dalam tenor waktu yang sama.
Penghentian QE, pertumbuhan ekonomi dan kembalinya fungsi emas sebagai hedge again inflation
Tahun 2013 merupakan tahun yang muram bagi para spekulan emas, alih-alih mendapat keuntungan, harga emas malah turun 27 % dalam USD dan 9 % dalam Rupiah. Apa yang sebenarnya terjadi ? Lagi-lagi jawabannya sepele, seluruh investor yang pada tahun 2009-2010 ramai melarikan dananya ke emas, kali ini berbalik menjual seluruh emasnya untuk kembali ke sektor riil di Amerika Serikat. Seiiring dengan perbaikan ekonomi di Amerika Serikat yang diindikasikan dengan meningkatnya indeks konsumsi dan menurunnya angka pengangguran, kepercayaan investor kepada sektor riil mulai kembali. Hal serupa terjadi di dalam negeri, Rupiah dan IHSG pun ikut tertekan akibat pelarian dana asing yang ditarik untuk ditanamkan kembali ke sector rill di Amerika Serikat sana.
Saat ini harga emas berada di level USD 1200an/toz, atau level yang kurang lebih sama dengan kondisi di tahun 2009. Yaitu tahun-tahun awal dilakukannya QE.
Apa artinya ? Artinya saat ini harga emas sudah kembali ke levelnya yang wajar. Terlepas dari naik-turunnya nilai tukar USD-IDR, harga emas dunia saat ini merefleksikan nilai yang wajar
Dengan membaiknya perekonomian dunia, konsumsi barang dan jasa akan kembali tumbuh dan secara alami inflasi akan kembali terjadi. Emas akan kembali menjalankan fungsinya sebagai hedge again inflation atau sarana untuk memproteksi nilai kekayaan kita dari gerusan inflasi.
Jadi kembali ke hal mendasar yang mengawali ditulisnya artikel ini yaitu pertanyaan mengenai proyeksi harga emas di 2014.
Menurut saya harga emas di akhir tahun 2013 ini sangat baik sebagai starting point untuk mengawali harga emas di 2014. Level USD 1200an/toz sangat ideal. Secara fundamental, harga ini sudah merupakan floor price yang terbentuk dari respons pasar sepanjang tahun terhadap penghentian stimulus dan perbaikan ekonomi AS. Dari sisi supply-demand, penambahan supply emas baru dari penambangan diperkirakan akan terus menurun seiring dengan makin menipisnya margin para penambang, banyak penambang emas akan menunda project baru. Total cost rata-rata penambang emas tahun 2013 ini berkisar di level USD 1000-1200/toz. Sementara permintaan emas dunia diperkirakan akan tumbuh terutama permintaan jewelry yang dipicu oleh daya beli masyarakat yang kembali bergairah seiring pertumbuhan ekonomi dunia dan juga harga yang berada di kisaran USD 1200 – 1400/toz merupakan harga yang sangat menarik untuk kembali mengoleksi perhiasan emas. Menarik pula untuk ditunggu kebijakan baru dari pemerintah India terkait impor emas. Tahun 2013 nilai impor India turun drastis dan posisinya sebagai konsumen emas terbesar di dunia digeser oleh China. Impor turun akibat kebijakan penerapan pajak impor emas yang sangat besar yang memang sengaja diterapkan untuk menekan defisit neraca perdagangan negara tersebut. Tahun 2014 banyak pihak meramalkan pemerintah India akan mulai melonggarkan impor emas seiring perbaikan nilai tukar Rupee yang terjadi beberapa minggu terakhir ini.
Jadi, bagi anda yang bukan spekulan, bagi anda yang paham betul arti dan fungsi emas sebenarnya dalam tatanan ekonomi modern, tahun 2014 merupakan tahun yang baik untuk memulai kembali menambah portofolio kepemilikan emas anda. Masa-masa sulit sudah berlalu dan emas telah kembali menemukan jatidirinya sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi.
by: bambang wijanarko
Selasa, 25 Februari 2014
Hubungan Situasi politik di Indonesia dengan dinar emas
06.53
No comments
Untuk menjawab keingin tahuan pembaca situs ini tentang
trend harga emas dan Dinar di tahun politik 2014 ini, seperti biasa jawaban saya
adalah saya juga tidak tahu. Terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhinya
sehingga sulit untuk membuat perkiraan yang akurat. Meskipun demikian
berdasarkan statistik-statistik yang ada, kita bisa menduganya – dengan catatan
bila perilaku sejarah berulang.
Alhamdulillah
tanpa terasa kami di Gerai Dinar sudah mencatat secara otomatis perubahan harga
emas dan Dinar setiap enam jam sejak enam tahun lalu (2008). Jadi terkumpul data
yang lumayan besar untuk kepentingan analisa statistik. Selama periode enam
tahun ini tentu juga sudah melalui periode Pemilu Legislatif maupun Pemilu
Eksekutif.
Walhasil bila
perilaku sejarah berulang, yaitu adanya gejolak politik, kegaduhan dan ketidak
pastian sesaat – maka perilaku pasar khususnya nilai tukar Rupiah juga akan
demikian. Rupiah melemah pada saat ketidak pastian muncul, kemudian menguat
kembali ketika hasil Pemilu sudah final dan hasilnya seperti yang ditunggu
pasar.
Trend Harga Dinar 2008-2014
Dalam kaitan harga
emas atau Dinar dapat dilihat di grafik pada area yang saya lingkari. Saat-saat
proses Pemilu berlangsung, harga emas melonjak kemudian kembali stabil ketika
tahapan Pemilu selesai. Pada tahun Pemilu 2009, harga emas secara keseluruhan
naik sekitar 14 % sepanjang tahun tersebut.
Apakah pada tahun
Pemilu 2014 ini akan berulang ?, Selain Allah tidak ada yang bisa tahu peristiwa
sebelum terjadinya. Hanya saja pemilu 2014, khususnya pada masa-masa Pemilu
Eksekutif – ketidak pastiannya akan jauh lebih tinggi ketimbang Pemilu Eksekutif
2009. Mengapa ?
Pada tahun 2009,
incumbent presiden mencalonkan
kembali, dan pasar sepertinya tahu bahwa saat itu calon incumbent memiliki peluang terbaiknya.
Pemilu Eksekutif tahun 2014 ini pasar bener-bener blank, setidaknya sampai saat ini kita
belum tahu persis siapa-siapa yang akan berpeluang terbaik memasuki ronde final
dari Pemilu Eksekutif nanti. Menambah tingkat ketidak pastian ini pula ketika
ada candidate yang diharapkan oleh
masyarakat, tetapi pencalonannya dari
partai yang bersangkutan masih penuh misteri.
Jadi untuk faktor
domestik khususnya yang terkait dengan nilai tukar Rupiah yang secara otomatis
berpengaruh pada harga emas, ketidak pastiannya akan cenderung lebih besar
ketimbang Pemilu 2009. Artinya kalau toh pola yang sama yang terjadi, maka bisa
jadi selama tahapan Pemilu Eksekutif khususnya – harga emas dan Dinar akan
cenderung meningkat lebih besar ketimbang 2009 dan baru stabil setelah pemilu
memberikan hasil yang diharapkan pasar.
Perkembangan Harga Emas Dunia 2014
Selain faktor
Rupiah dalam negeri, tentu saja harga emas atau Dinar di Indonesia digerakkan utamanya oleh harga emas dunia.
Untuk enam pekan pertama di tahun 2014 ini, nampaknya harga emas dunia kembali
menemukan jati dirinya. Tidak lagi terombang-ambing oleh berbagai isu tapering yang dilakukan oleh Federal
Reserve – Amerika Serikat. Oleh karenanya harga emas dunia sudah naik diatas 10
% sejak 1 Januari 2014 hingga kini. Di Rupiahnya kenaikan ini belum nampak,
karena Rupiah yang sedang menguat akhir-akhir ini.
Jadi bagi Anda
yang ingin menambah tabungan Dinarnya, bulan-bulan ini kemungkinan adalah waktu
terbaiknya sebelum harga emas dalam US Dollar terus menguat dan sebelum ketidak
pastian politik di dalam negeri mencapai puncaknya.
Sebaliknya bagi
yang ingin menjual, bila karena kebutuhan Anda perlu menjual tabungan emas atau
Dinar Anda – maka Anda dapat lakukan kapan saja. Hanya saja bila belum terlalu
perlu untuk menjualnya, Anda mungkin akan tertarik untuk melihat dahulu trend
beberapa bulan kedepan. Di saat ketidak pastian politik meningkat, Anda lebih
butuh proteksi terhadap hasil jerih payah Anda. Dan hingga kini seperti yang
tergambar dalam grafik enam tahun tersebut di atas, Dinar atau emas tetap
memberikan proteksi nilai dan likwiditas yang paling efektif.
InsyaAllah.
Senin, 17 Februari 2014
Emas sebagai portfolio segala zaman
Satu ounce emas tahun 2001 adalah $271. Sepuluh tahun kemudian menjadi $1.896—
naik hampir 700 persen. Dalam perjalanannya, emas berhasil melalui periode
terburuk dalam sejarah modern, ketika bank-bank berjatuhan dan mata uang
kehilangan nilainya. Harga emas melonjak dalam keadaan krisis ini. Dibandingkan
dengan produk-produk derivatif, emas bersinar dengan tenang dalam tradisi yang
kuat. Dihargai sepanjang abad, standar kesejahteraan, uang yang orisinil, dan
proteksi nilai. Emas adalah aksiomatik. Pandangan ini berasal dari konsep bahwa
emas tidak berubah- logam mulia alami.” – Matthew Hart, Vanity Fair,
November, 2013
Anggota parlemen Inggris, Sir Peter Tapsell
berkomentar pada 1999 silam sebagai reaksi dari keputusan Menteri Keuangan
Inggris saat itu Gordon Brown, yang memaksa untuk menjual lebih dari setengah
cadangan emas Inggris.Tapsell dalam komentarnya menyinggung “dollar, yen dan
euro” karena proposal Dept. Keuangan Inggris menjual cadangan emas mereka dan
menukarnya dengan ketiga mata uang tersebut. Berikut komentarnya :
“Pandangan umum mengenai emas, dan kualitas
yang membuatnya begitu spesial dan menarik adalah dia universal, eternal, dan
hampir tidak bisa dihancurkan. Menteri (Gordon Brown) mesti setuju bahwa emas
itu indah. Slogan yang paling populer adalah‘As good as gold.’Para
ilmuwan dapat melakukan kloning pada domba, dan sedang mencobanya pada manusia,
mereka juga tidak dapat mengkloning emas, walaupun mereka berusaha melakukannya
selama10.000 tahun. Menteri (Gordon Brown) mungkin berpikir telah menemukan
rumus kimia baru untuk merubah batu menjadi emas versi partai buruh, namun
dollars, yen dan euro tidak akan dapat melewati badai dan tidak akan pernah
berubah menjadi emas.
Kalimat di atas menyindir begitu dalam.
Menggambarkan esensi emas. Hampir satu setengah dekade setelah penjualan
cadangan emas Inggris tersebut, emas naik dari $300 per ounce menjadi lebih
dari $1.900 per ounce yang beberapa meyakini sebagai harga emas tertinggi untuk
sementara ini — menjadi sebuah ejekan yang terkenal di Inggris dengan istilah
Brown’s Folly (kebodohan Brown).
Pada masa pemerintahan konservatif David
Cameroon saat ini, publik juga masih menunggu apakah 415 ton emas yang dijual
dahulu akan kembali masuk dalam cadangan emas Inggris? Biarlah mereka yang
menjawab.
Jumat, 14 Februari 2014
Warning!!!..Crisis Warning!!!
Ada beberapa peristiwa ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius. Di negara-negara berkembang tengah terjadi krisis ekonomi yang luar biasa. Argentina tengah mengalami kekacauan ekonomi. Hari kamis lalu (23/1) nilai peso jatuh 10%-level terendah dalam 12 tahun. Begitu pula Turki, mata uang mereka Lira jatuh ke titik terendah pekan ini, dan Ruble Rusia juga berada di level terendah dalam 5 tahun terakhir.
Di Afrika Selatan, mata uang Rand juga berada pada titik terendah sejak 2008. Begitu pula terjadi pelemahan mata uang di Brazil dan Mexico. Namun juga ada sederet negara yang sedang mengalami situasi yang mengenaskan seperti India, Indonesia, Hungaria, Polandia, Ukraina, dan Venezuela.
Negara- negara di atas berada dalam situasi ekonmi yang sangat serius. Negara-negara tersebut mata uangnya jatuh dan demikian pula nilai obligasinya. Ditambah pula rasio gagal kreditnya makin membesar.
Apa yang terjadi di negara-negara berkembang juga terjadi di negara-negara maju. Angka pengangguran di Amerika Serikat berada pada titik terburuk. Demikian pula sektor perbankan di AS dan Eropa berada dalam tekanan yang luar biasa, sebut saja Citi, JP Morgan, Deutsche Bank, mereka semua mengalami potensi kerugian miliaran dollar akibat biaya litigasi, gagal kredit, jatuhnya laba dlsb. Bank-bank ini tidak akan cukup bertahan 2-3 tahun ke depan tanpa suntikan QE berikutnya.
Namun temuan bank sentral bahwa QE ternyata hanya menuai sedikit hasil. Studi terbaru Uni Eropa perbankan Eropa butuh $1 triliun untuk bertahan dari krisis berikutnya.
Maka apabila krisis berada pada puncaknya tahun 2014 maka akan ada kejatuhan dollar dan memicu harga emas dan perak mengalami kenaikan signifikan tahun ini.
Hyper-inflasi dan krisis keuangan karena faktor uang kertas
Krisis dan mata uang kertas adalah dua hal yang selalu terlibat dalam sejarah ekonomi. Andrew Dickson White dalam esainya sejarah hyperinlasi menutup dengan paragrap berikut :
“Fiat Money Inflation in France,” sebagai salah satu contoh peristiwa paling populer dalam literatur ekonomi : "Ada pelajaran dalam hal ini yang mendorong setiap orang untuk merenung. "Pelajarannya adalah bahwa ada koneksi antara pencetakan uang kertas yang berlebihan oleh negara, inflasi, dan hancurnya nilai tabungan kelas menengah adalah hal yang di tolak mentah-mentah dalam era modern. Rakyat berangan-angan bila pemerintah mau belajar penyebab dari setiap krisis tersebut."
Episode hyperinflasi terbentang sejak terjadi pertama kali pada zaman Jengis Khan hingga yang terkini di Zimbabwe. Seluruhnya terjadi dengan perlahan dan tenang, hingga kemudian orang terkaget-kaget dengan melonjaknya harga dengan sangat cepat. Frederich Kessler, Profesor hukum di Universitas Berkeley yang mengalami hyperinflasi di Jerman tahun 1920, memberi gambaran beberapa tahun kemudian dalam sebuah wawancara dalam buku yang ditulis Ralph Foster, “Fiat Paper Money: The History and Evolution of Our Currency” (2008): “Peristiwa itu mengerikan, sangat mengerikan! Seperti halilintar yang menyambar. Tidak ada seorangpun yang siap. Anda tidak bisa membayangkan kecepatannya dengan kejadian apapun. Rak-rak di toko grosir kosong. Anda tidak bisa membeli apapun dengan uang kertas."
Andrew Dickson White dalam esainya itu juga menggambarkan mata uang The louis d’or (koin emas yang pernah berlaku di Perancis sejak 1640) berlaku di pasar sebagai monitor atau cermin terhadap nilai tukar franc ( mata uang kertas Perancis). Pada 1 Agustus 1795, koin emas yang tadinya seharga 25 franc, menjadi 920 franc; tanggal 1 September menjadi 1.200 franc; tanggal 1 November, 2.600 franc; tanggal 1 Desember, 3.050 franc. Pada Februari 1796, harganya menjadi 7.200 francs atau satu franc nilai emas seharga 288 franc mata uang kertas. Seluruh harga komoditas naik mengikuti proporsi ini.
Contoh dari sumber lain adalah sbb : sekarung tepung naik dari 2 franc pada tahun 1790, menjadi 225 franc pada tahun 1795; sepasang sepatu, naik dari 5 franc menjadi 200 franc; sebuah topi, naik dari 14 franc menjadi 500 franc; mentega naik menjadi 560 franc per pound; ayam kalkun menjadi 900 franc. Seluruhnya naik dengan cepat kecuali upah buruh. Seiring banyaknya pabrik yang tutup, upah buruh jatuh, hingga banyak buruh yang beralih menjadi tentara.
Orang-orang yang terlibat utang pun bergembira. Seseorang yang berutang 10.000 franc tahun 1790 cukup membayar utangnya sebesar 35 franc tahun 1796.”
Demikianlah mata uang emas dapat menjadi cermin dan alat proteksi nilai di tengah situasi krisis ekonomi yang menggancurkan nilai.



























