Pergerakan dinar

Tabungan M-Dinar

Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Owner Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat. Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Senin, 03 Maret 2014

Bagaimana Para Ahli Mengalokasikan Harta Mereka di Tahun 2014?


Jelang akhir tahun 2013 lalu, kitco mewawancarai beberapa expert (ahli, red) dan menjadikan sebagai bagian dari analisa outlook 2014.
Setiap ahli ditanya bagaimana mereka akan berinvestasi (jika memiliki) $ 10.000 pada tahun 2014 dan apa yang mereka benar-benar akan hindari! Para ahli ini juga diminta untuk memadukan saran investasi terbaik yang pernah mereka terima.
Mari kita simak pelajaran berharga dari 3 ahli yang kami anggap cukup relevan dari beberapa ahli yang telah diwawancarai. Simak baik-baik.


1. Jim Rickards (Penulis National Best Seller Book “Currency Wars”)

Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun 2014?
20% Emas
20% Real estate (Properti)
20% Cash
20% Karya Seni (Fine Art)
20% Hedge funds


Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun 2014?
“Saya akan mencoba untuk menghindari ekuitas dengan pengecualian perusahaan yang memiliki aset keras seperti energi, pertanian, transportasi,” kata Rickards. Dengan banyak ‘hype’ di sekitar saham perusahaan internet akhir-akhir ini, Rickards memiliki satu pesan sederhana bagi para investor: “Aku akan menjauhkan diri dari [mereka],” katanya.


Apa nasihat investasi terbaik yang pernah Anda terima?
Rickards berbagi 2 buah nasihat investasi yang ia terima dari Profesor MIT (Massachusetts Institute of Technology) Andy Lo dan Bruce Kovner, Pendiri Caxton Associates. “Andy Lo memberitahuku hari ini adalah alpha dan esok hari adalah beta. Bruce Kovner memberikan nasihat ‘entry and exit points’ adalah sama pentingnya dengan mendapatkan tesis investasi yang tepat,” ungkapnya.

“Saya seorang ‘Gold Bull’, saya merekomendasikan emas, saya memiliki emas sebagai portofolio [...] namun tidak akan menyenangkan membeli emas di angka $1.900 per ounce,” kata Rickards saat ia menjelaskan kata-kata Kovner itu. “Saya tidak mengatakan bahwa orang-orang meraih ‘entry and exit points’ tetapi Anda perlu berpikir banyak tentang ‘entry and exit points’ sebanyak yang Anda lakukan tentang tesis investasi Anda.”


2. Robert Kiyosaki (Penulis Worldwide Best Seller Book “Rich Dad’s Poor Dad”)
Anda pasti seringkali mendengar nama Robert Kiyosaki ini. Berikut paparannya:
Ajaran Rich Dad’s dan filsafat yang berkaitan dengan investasi adalah didasarkan pada pendidikan finansial. Pelajarilah tentang kendaraan investasi yang berbeda dan kelas aset. Jadilah penasihat terbaik bagi diri Anda sendiri dari segi tempat terbaik untuk menaruh uang Anda.
Anda akan percaya diri untuk memutuskan tentang apa yang terbaik untuk Anda setelah Anda mendapatkan pengetahuan (dan pengalaman) tersebut.
Melihat ke depan untuk tahun 2014, ini adalah bagaimana saya akan mengalokasikan uang saya:

Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun 2014?
Saham 5%
Real Estates 40%
Logam Mulia 25%
Minyak 20%
Cash 10%

Dengan (melihat keadaan) harga emas dan perak yang turun, saya akan menempatkan porsi yang lebih besar dalam emas fisik dan perak. Ketika pasar saham turun, semua akan panik, emas dan perak yang akan cenderung menyentuh angka tertinggi baru.

Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun 2014?
“Saya pasti akan menghindari aset kertas seperti saham, obligasi, reksa dana, dan ETF (Exchange-Traded Fund) dan alasannya adalah ini semua adalah aset kertas, bukan aset riil.


Pikirkanlah kisah Three Little Pigs: Babi pertama membangun rumahnya dari jerami, babi kedua membangun rumahnya dari tongkat, dan babi ketiga membangun rumahnya dari batu bata.
Babi pertama mewakili “Si Miskin”. Orang miskin membangun rumah mereka dari kertas mereka bekerja keras untuk kas, dan menyimpan uang tunai. Strategi mereka adalah untuk bekerja keras, hidup di bawah kemampuan mereka, dan hanya menyimpan uang.
Ketika serigala jahat muncul, terengah-engah, babi pertama ini adalah makanan bagi serigala tersebut.

Babi kedua merupakan kelas menengah. Mereka membangun rumah-rumah mereka dari ilusi, percaya pada keamanan kerja, benefits, memiliki rumah mereka sendiri, menghemat uang, dan berinvestasi guna persiapan pensiun, penuh dengan basis saham, obligasi, reksa dana, dan ETF.
Ketika serigala jahat, juga dikenal sebagai “Next Recession” (resesi baru) atau “New Depression” (depresi baru), yang datang kira-kira antara 2015 dan 2035, babi ini juga akan menjadi makanan bagi serigala.

Babi ketiga membangun rumahnya dari aset berwujud (riil). Babi ini adalah pengusaha dan investor profesional yang belajar dan berinvestasi untuk masa depan mereka sendiri, investasi dalam aset riil, bukan aset kertas.
Ketika serigala jahat datang, di kurun waktu 20 tahun antara 2015 dan 2035, mereka yang telah membangun rumah “batu bata” ini akan mendapati keadaan yang lebih kokoh (kaya). Mereka menjadi kaya karena rumah mereka dibangun dengan batu bata, investasi dalam aset berwujud seperti real estate, emas, perak, minyak, makanan, dan bisnis (riil) yang mereka kontrol.

Daripada menyimpan uang, mereka menyimpan emas dan perak. Jika Anda harus berinvestasi dalam kertas, belajar untuk menjadi option trader. Kemudian Anda akan tahu bagaimana mendapatkan uang dari pasar yang naik dan turun.
Saya sangat prihatin dengan jutaan baby boomer yang mengandalkan pasar saham untuk membuat mereka aman, sehat dan pensiun panjang. Saya takut baby boomer yang mengandalkan pasar saham berada dalam kesulitan. Ketika serigala jahat memikul pada portofolio mereka yang terbuat dari kertas, sang serigala akan memiliki sebuah pesta besar.
Saya lebih suka membangun rumah bata – emas, perak, minyak, makanan dan bisnis aset – yang tidak berwujud kertas.


Saran investasi siapa yang Anda ikuti?
“Ini adalah sebuah pertanyaan besar, dan pertanyaan yang sangat penting. Menurut pendapat saya, itu sangat penting bagi orang untuk mencari guru-guru terbaik dan penasehat. Jika Anda memiliki guru yang buruk dan penasehat miskin, hidup Anda akan menjadi salah satu rasa sakit dan perjuangan. Berpikirlah seperti ini: Jika Anda pergi ke dokter yang buruk, kesehatan Anda akan menderita. Jika Anda mendapatkan nasihat keuangan yang buruk, kekayaan Anda akan menderita..”



3. Jim Wyckoff (Redaktur di Kitco News)

Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun 2014?
65% Real Estate (Properti) – yaitu tanah di daerah pedesaan di AS
25% Cash
10% Emas dan Perak


Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun 2014?
“Pasar saham.”


Apa nasihat investasi terbaik yang pernah Anda terima?
“Setiap orang bodoh bisa masuk (kapan saja) ke pasar (saham), tapi hanya seorang pro lah yang tahu bagaimana dan kapan harus keluar.”

Adakah benang merah dari ketiganya? Silahkan Anda simpulkan. Hemat kami, ternyata properti dan emas fisik, menjadi mayoritas pilihan para expert tersebut. :)
Namun ada Home Fun dari saya untuk pembaca sekalian yang budiman, pertanyaan yang sama (dan saya doakan kita semua mampu meraihnya, Aamiin..).

“Jika Anda memiliki $ 10.000 kemana saja akan Anda alokasikan?”

10 krisis ekonomi paling fenomenal dalam sejarah dunia


Sejak tahun 2008 AS terus mengalami kesulitan ekonomi. Debat yang terus bergulir mengenai jurang fiskal adalah cermin dari kesulitan ekonomi. Jika melihat ke belakang, kejatuhan real estate dan krisis wall street tidak terhindarkan. Ada sejumlah krisis finansial pada masa lampau. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, kita melihat skema kejatuhan ekonomi dan berbagai bencana yang ditimbulkannya. Daftar dibawah ini, sesuai urutan kronologi, sejarah kejatuhan ekonomi paling menarik dalam sejarah.


10. Diocletianus Menghancurkan Ekonomi Roma abad ke 4 M

Kekaisaran romawi mengalami kemunduran ketika Diocletianus menjadi kaisar pada abad keempat. Ekonomi mengalami kekacauan akibat sejumlah perang yang mahal dan proyek pembangunan istana menyebabkan mereka di ambang kehancuran. Ketika mata uang Roma hampir tidak ada nilainya, Diocletianus memperkenalkan sistem uang yang baru. Sering kali dalam sejarah, negara yang mengalami risiko kekacuan ekonomi, menaikkan nilai mata uangnya secara sepihak. Tetapi yang terjadi pada koin baru yang dikeluarkan oleh Diocletianus, adalah sebaliknya. Kandungan emas yang ada dalam koin nilainya lebih tinggi dibanding nilai nimonalnya ; denominasi koin tersebut dilakukan untuk menurunkan nilainya. Sebagai respon sebagian besar rakyat melebur koin tersebut untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Hasilnya adalah inflasi terjadi demikian cepat. Diocletianus menambah masalah dengan mematok harga pada sebagian besar produk untuk melawan inflasi.
Kebijakan Diocletianus menyebabkan kebingungan sehingga membuat rakyat menolak keputusan tersebut. Karena keadaan menjadi lebih buruk, akhirnya Diocletianus menjadi kaisar Romawi pertama yang secara sukarela turun tahta.
9.Konspirasi Pazzi dan Krisis Perbankan Medici tahun 1470an

Keluarga Medici adalah salah satu keluarga ternama dalam masa Renaissance Italia. Mereka mengatur politik Florence; bertindak sebagai pemegang otoritas keagamaan dan membantu kejayaan Leonardo DaVinci. Sumber kekayaan keluarga berasal dari sistem perbankan yang mereka bangun pada akhir abad 14. Di bawah kepemimpinan Cosimo de’ Medici, mereka dengan cepat melakukan ekspansi hingga di luar kendali, hingga kematian Cosimo. Di puncak kejayaannya, keluarga Pazzi dan Salviaiti yang juga memiliki bisnis perbankan mencoba menggantikan peran keluarga Medici sebagai penguasa Florence. Pada 26 April 1478, dua bank milik keluarga Medici di Florence mengalami rush. Keluarga Medici kehilangan kendali untuk mengatasinya. Grup bank Medici mempunyai karakteristik cadangan kas yang rendah, biasanya 10 % saja dari aset.

Sejalan dengan Pazzi Conspiracy dan berbagai tekanan, berhasil mengurangi tingkat persaingan perbankan, hingga keluarga Medici diambang kebangkrutan. Akibatnya Lorenzo de’ Medici menarik pajak atas warga Florence atas nama pertahanan militer dengan jumlah yang amat tinggi. Akhirnya pada tahun 1494 perbankan mereka bangkrut akibat korupsi, kerugian invetasi, dan manajemen yang buruk. Setelah perbankan mereka jatuh, kerugian mencapai jutaan dan butuh bertahun-tahun untuk kembali normal.

8. Inflasi Spanyol tahun 1600-an
Spanish Colonial Gold
Seiring penemuan benua Amerika oleh Columbus, Spanyol mulai mencari emas di sana. Selama beberapa dekade sumber alam yang kaya di Amerika membuat Spanyol menjadi negara yang terkaya di dunia dan mendirikan kekaisaran yang besar. Pada pertengahan abad 16, Spanyol menggiatkan penambangan secara massal. Tingginya emas dan perak yang ditambang menyebabkan nilainya turun dan menyebabkan Hyperinflasi di Eropa.

Hal ini semakin parah karena Spanyol terlibat perang untuk mempertahankan kekaisarannya, akhirnya inflasi menghancurkan ekonominya. Alih-alih meraih kejayaan, Spanyol akhirnya gagal membayar utangnya berkali-kali. Kekacauan ekonomi ini memaksa mereka untuk memberi jalan bagi Inggris menggantikan posisi mereka.

7.Bermuda’s Hog Money tahun1616-1624
Bermuda Hog Money
Beberapa perusahaan dagang mengendalikan perdagangan kerajaan Inggris pada abad 17 dan 18. Bermuda berhasil dijajah dengan bantuan perusahaan-perusahaan dagang ini. Ketika satu wilayah jajahan berdiri, para kolonial ditempatkan disana untuk menghasilkan uang bagi perusahaan. Para pekerja dibayar secara utang oleh perusahaan, tidak dalam bentuk upah tunai. Mirip dengan perusahaan batu bara dalam abad 19. Ketika Daniel Tucker ditunjuk sebagai gubernur Bermuda, ia meninggalkan sistem utang ini dan memperkenalkan mata uang koin yang dicetak dari bahan kuningan.

Dengan sistem moneter yang hanya bernilai karena diberlakukan oleh Tucker. Maka ketika Tucker digulingkanl, mata uang ini praktis tidak bernilai. Kehancuran ekonomi mulai terjadi namun tidak begitu parah, sebab Bermuda adalah daerah kepulauan dan terisolasi. Tanpa ada sistem moneter, kolonial terpaksa menggunakan tembakau sebagai mata uang.

6.Tipper and See-Saw tahun 1621
Ketika suatu negara menaikkan utangnya dengan cepat untuk membiayai perang, hasilnya selalu buruk. Pada abad 17 tidak ada jaminan pajak berlangsung efektif, jadi kekaisaran Romawi mulai mencetak uang untuk membiayai perang selama 30 tahun. Untuk melakukan ini kekaisaran menarik mata uang (koin) dari peredaran dan meleburnya menjadi logam yang nilainya lebih rendah. Mata uang yang sudah surut nilainya ini kemudian dibelanjakan di luar negeri, untuk membatasi efek krisis dalam negeri.

Celakanya, seringkali koin tersebut kembali lagi ke wilayah kekaisaran Romawi dalam bentuk bea dan pajak. Karena publik menyadari apa yang terjadi, kekacauan mulai timbul, para tentara menolak digaji dengan uang tersebut, dan hasutan mulai beredar melalui pamflet. Mata uang tersebut akhirnya tidak berharga hingga anak-anak memainkannya di jalanan. Kenaikan harga akhirnya melumpuhkan perekonomian di wilayah-wilayah kekaisaran Romawi.


5. Tulipmania di Belanda tahun 1636-1637

Mungkin krisis ekonomi paling aneh dalam daftar ini, adalah Tulipmania. Ketika bunga tulip mulai diperkenalkan di Belanda pada awal tahun 1600-an menjadi populer dengan cepat. Pada awal "kegilaannya", warga Belanda merasa harus membeli bunga tulip terkini. Karena tulip hanya tumbuh pada waktu tertentu setiap tahun, Belanda mulai mengatur pasar future. Ketika tulip tidak tersedia di pasaran, konsumen dapat membeli hak untuk membelinya ketika nantinya tersedia.

Dengan segera para spekulan mulai bermain pasar future dan memainkan harga hak membelinya pada tingkat harga di luar kewajaran. Pada puncak bubblenya hak membelinya bisa senilai 10 tahun rata-rata gaji pegawai! Bubble meledak pada tahun 1637 dan harga hak membelinya jatuh ke nilai awalnya. Seperti kejatuhan harga saham tahun 2008, investor melihat nilai mereka tergerus. Keanehan harga tulip ini mendorong krisis ekonomi dan meninggalkan banyak investor tanpa uang.

4. South Seas Bubble tahun 1719-1720
The South Seas Bubble menunjukkan apa yang dapat terjadi ketika para spekulan menolak beberapa pembatasan pada skema mereka. Pada awal abad 18, ekonomi Inggris menderita karena belanja pemerintahnya di luar batas. Maka investor Inggris dibuai dengan cerita banyaknya emas di benua Amerika. Untuk menangguk kekayaan tersebut, the South Seas Company didirikan dan kerajaan Inggris menjamin hak dagang eksklusif kepadanya .Meskipun faktanya Spanyol menjajah Amerika Selatan, membuat keputusan Inggris tersebut benar-benar tidak berguna, namun investor berbondong-bondong mendatangi perusahaan tersebut.

Perusahaan, meskipun dengan berbagai keterbatasan, menarik sebanyak mungkin investor, hingga nilainya hampir sama dengan pendapatan per kapita Inggris dalam setahun. Nilai sahamnya pun meroket di lantai bursa the British exchange. Dengan kepercayaan diri yang demikian tinggi, menteri keuangan Inggris sendiri saat itu menanam investasi senilai ratusan ribu pound di perusahaan tersebut. Di akhir tahun 1720, saham the South Seas Company bernilai sekitar 37 juta pound.

Tentu saja Spanyol menolak memberi izin Inggris melakukan pencarian emas di sana. Akibatnya saham perusahaan jatuh dan ekonomi Inggris lumpuh dan meninggalkan banyak investor miskin mendadak. Dan kekayaan seluruh generasi Inggris saat itu hilang.

3.Mississippi Bubble tahun 1716-1720

Inggris bukan negara satu-satunya yang menderita akibat aksi spekulasi pada kwartal pertama abad 18. Ketika raja Louis XIV mangkat, ekonomi Perancis sedang amat membutuhkan biaya untuk perang. Departemen keuangan tidak mempunyai cukup emas untuk mencetak koin baru. John Law, ekonom pemerintah Perancis, mengajukan proposal untuk mendirikan bank guna mencetak mata uang baru (berbahan baku kertas). Pemerintah mengedarkan begitu banyak mata uang sehingga nilainya lima kali dari kekayaan Perancis sendiri.

Untuk menghindari kehancuran ekonomi Perancis, Law memberitahu warga Perancis bahwa tanah jajahan baru Louisiana penuh dengan emas dan kesempatan peluang investasi yang menguntungkan. Dia berharap investasi tersebut mendapat lampu hijau pemerintah untuk meraih kekayaan yang lebih besar untuk mengatasi masalah uang kertas yang nilainya hancur. Ketika janji gunungan emas di Lousiana ternyata omong kosong belaka, bubble meledak tahun 1720 dan nilai saham jatuh. Kemudian diikuti dengan penarikan uang besar-besaran dari bank ketika nilai uang tinggal separuhnya dan inflasi parah yang melumpuhkan ekonomi Perancis.

2. Konfederasi menghancurkan Ekonomi tahun 1860
Selama perang sipil di AS, tujuan utama dari tentara konfederasi adalah mengamankan pengakuan diplomatik dari negara-negara Eropa. Sejak kapas begitu penting bagi ekonomi Inggris, Perancis, dan negara-negara lain, mereka memotong ekspor kapas untuk memaksakan pengakuan. Pihak serikat (the union) memblokade pelabuhan Konfederasi tetapi tidak pernah bisa secara efektif melakukannya hingga akhir perang.

Kombinasi antara blokade pihak serikat dan keputusan untuk memotong ekspor kapas, menurunkan pendapatan dagang konfederasi. Dua faktor ini menyebabkan inflasi merajalela sehingga membuat mata uang konfederasi hampir tidak ada nilainya. Ketika perang sipil berakhir, ekonomi wilayah selatan benar-benar hancur.


1. Perusahaan KA dan Krisis Perak di Amerika tahun 1893

Kepanikan tahun 1893 adalah krisis ekonomi terburuk di Amerika hingga the Great Depression di tahun 1930-an. Ketika rel kereta api menjadi moda transportasi yang dominan di AS, para spekulan menanam investasi dalam bidang teknologi. Banyak perusahaan kereta api yang berlebihan dalam pengembangan teknologi ini, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pemasukan. Tahun 1893, perusahaan raksasa KA Philadelphia and Reading kolaps dan mengumumkan kebangkrutannya.

Pada saat yang sama ketika perusahaan KA mulai merasakan akibat dari kesalahan mereka, pasar perak digoyang. Tahun 1880-an kesaksian bahwa telah ditemukan beberapa tambang perak dan hasil produksinya membuat nilainya jatuh. Pemerintah AS berusaha untuk mengatasi krisis dengan membeli perak sebagai upaya untuk mendongkrak harga. Ketika pemerintah menghentikan pembelian perak, krisis mencapai puncaknya. Depresi ekonomi terjadi hingga tahun 1900 dan menjadi saksi bangkrutnya 16.000 bisnis dan terjadi puncak pengangguran sebesar 17%-19%.

Jumat, 28 Februari 2014

Sepak Terjang Emas di 2014


Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan perihal penerawangan saya akan harga emas di tahun 2014 nanti. Pertanyaan ini sebenarnya merupakan pertanyaan rutin yang selalu ditanyakan setiap akhir tahun. Namun kali ini nuansanya agak berbeda, karena kebanyakan pertanyaan tersebut dilontarkan dengan nada yang sedikit ‘fals’ kalo kita ibaratkan sebuah lagu. Artinya kebanyakan pertanyaan tersebut sebenarnya adalah pernyataan kegalauan sang penanya mengenai prospek performance investasi emas di tahun 2014, kegalauan yang sangat wajar apabila melihat performance emas di 2013 ini.

Lalu bagaimana cara saya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ? Bagaimana cara menjawab pertanyaan orang-orang yang sedang galau agar tidak bertambah galau ?

Fungsi Emas : Instrumen investasi, safe haven atau lindung nilai ?

Saya tidak punya latar belakang pendidikan sebagai sarjana ekonomi ataupun keuangan. Ketika saya berbicara mengenai investasi emas tentunya bukan berdasaran pendekatan akademis namun lebih kepada pengalaman saya menggeluti dunia per-emas-an ini. Saya mulai melakukan investasi emas pada pertengahan 2002, saat itu saya mengumpulkan emas untuk persiapan menikah, harga emas masih di kisaran Rp 90ribuan/gram. Tujuan saya mengumpulkan emas selain untuk persiapan mas kawin juga untuk persiapan membeli rumah. Karena saya dan calon isteri waktu itu belum sepakat mengenai lokasi rumah yang cocok maka saya berpikir untuk terlebih dahulu mengkonversi tabungan saya di bank menjadi emas batangan. Hal yang belakangan ini baru saya ketahui biasa disebut ‘hedging’ atau ‘lindung nilai’. Alhamdulillah, langkah yang saya ambil ini ternyata sangat membantu saya ketika harus membayar DP rumah pada tahun 2006, karena jika saya biarkan uang saya tetap ada di tabungan maka rumah impian saya tentunya tidak akan terbeli karena harga rumah di2006 sudah naik 2 kali lipat ketimbang harga di 2002, namun karena harga emas di 2006 juga naik menjadi Rp 180rban/gram maka saya tidak terbebani oleh kenaikan harga rumah tersebut. Dari pengalaman inilah keyakinan saya akan manfaat emas semakin bertambah. Fungsi emas sebagai sarana untuk lindung nilai sudah saya rasakan langsung, sehingga saya rutin menyisihkan gaji bulanan saya untuk membeli emas batangan.

Tahun demi tahun berlalu, pada tahun 2011, harga emas menembus angka Rp 500rb/gram, sesuatu hal yang sangat fantatastis bagi saya, karena nilai simpanan emas saya menjadi berlipat-lipat. Hal ini jauh diatas ekspektasi saya yang semula hanya berniat untuk melindungi harta saya dari inflasi. Namun yang terjadi malah harta saya menjadi bertambah, akhirnya saya melepas sebagian emas saya dan membeli sebidang kapling kosong di belakang rumah saya. Sekali lagi saya merasakan pengalaman Indah menyimpan emas yang ternyata bisa berkembang nilainya. Dari sinilah saya menyadari bahwa selain untuk melindungi dari inflasi ternyata emas pada pengalaman saya yang kedua ini berfungsi sebagai instrument investasi, dikatakan demikian karena nilainya saat itu bertambah berlipat ganda melampaui angka inflasi.

Euforia kenaikan harga emas dunia, safe haven dan munculnya para spekulan

Euforia kenaikan harga emas di 2011 membuat masyarakat awam berbondong-bondong membeli emas, sesuatu hal yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Di kantor tempat saya bekerja, antrian masyarakat yang membeli emas bak antrian pembagian sembako di pasar murah. Saat itu saya dan beberapa teman hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat perilaku ini, rupanya masyarakat Indonesia ketika harga emas meroket justru berbondong-bondong membeli. Jujur saja kami di kantor senang sekali melihat barang dagangan kami laku dan habis dalam sekejap. Namun sambil bertanya juga, kenapa ya tidak dari dulu seperti ini, kenapa tidak tahun 2002 ? 2006? Kenapa 2011? Apakah mereka paham manfaat membeli emas itu sesungguhnya untuk apa ? atau hanya ikut-ikutan saja ?

Tahun 2011 merupakan tahun krisis moneter di benua biru, setelah ekonomi Yunani ambruk, Portugal menyusul,Spanyol dan Italy juga mengalami badai krisis yang hampir sama. Pertumbuhan ekonomi menjadi terhenti. Amerika Serikat yang sebelumnya juga sudah lebih dulu diterpa krisis semenjak 2008 memberi stimulus membanjiri pasar dengan gelontoran USD untuk pembelian obilgasi atau yang dikenal dengan kebijakan Quantitative Easing. Tercatat beberapa kali Amerika Serikat melakukan ini dalam kurun waktu 2008-2012 yang semuanya berimbas pada meroketnya harga emas dunia.

Mengapa harga emas dunia menjadi meroket? Jawabannya sederhana, karena pertumbuhan ekonomi mandek, semua investor melarikan dananya dari sektor riil ke emas. Akibatnya permintaan emas membludak, baik itu physical gold bullion maupun paper gold melalui ETF. Puncak harga emas dunia terjadi pada 2011. Kondisi berbondong-bondongnya investor melarikan dananya dari sektor riil ke emas inilah yang dikenal dengan istilah safe haven, dimana emas berfungsi sebagai tempat berlabuhnya dana investor yang merasa lebih aman dan nyaman menyimpan emas dibanding portofolio lain yang beresiko turun nilainya karena ketidakpastian ekonomi.

Seiring meroketnya harga emas dalam waktu singkat, di Indonesia bermunculan beragam program investasi yang ‘berbau’ emas. Hampir semua memberikan iming-iming return yang besar sambil menyajikan chart kenaikan grafik emas dalam 3-5 tahun terakhir. Namun sedikit yang memberikan informasi yang benar mengenai fungsi emas yang sebenarnya, sehingga banyak masyarakat yang membeli tanpa tahu manfaat sebenarnya dari emas dan resikonya, mereka membeli hanya tergiur janji return yang besar dalam waktu singkat. Lahirlah spekulan-spekulan emas, mereka memaksakan diri membeli emas walaupun sebenarnya dananya terbatas atau bahkan tidak adadana sekalipun sehingga mereka meminjam dana dengan bunga tertentu berharap harga emas naik lebih tinggi dari bunganya dalam tenor waktu yang sama.

Penghentian QE, pertumbuhan ekonomi dan kembalinya fungsi emas sebagai hedge again inflation

Tahun 2013 merupakan tahun yang muram bagi para spekulan emas, alih-alih mendapat keuntungan, harga emas malah turun 27 % dalam USD dan 9 % dalam Rupiah. Apa yang sebenarnya terjadi ? Lagi-lagi jawabannya sepele, seluruh investor yang pada tahun 2009-2010 ramai melarikan dananya ke emas, kali ini berbalik menjual seluruh emasnya untuk kembali ke sektor riil di Amerika Serikat. Seiiring dengan perbaikan ekonomi di Amerika Serikat yang diindikasikan dengan meningkatnya indeks konsumsi dan menurunnya angka pengangguran, kepercayaan investor kepada sektor riil mulai kembali. Hal serupa terjadi di dalam negeri, Rupiah dan IHSG pun ikut tertekan akibat pelarian dana asing yang ditarik untuk ditanamkan kembali ke sector rill di Amerika Serikat sana.

Saat ini harga emas berada di level USD 1200an/toz, atau level yang kurang lebih sama dengan kondisi di tahun 2009. Yaitu tahun-tahun awal dilakukannya QE.
Apa artinya ? Artinya saat ini harga emas sudah kembali ke levelnya yang wajar. Terlepas dari naik-turunnya nilai tukar USD-IDR, harga emas dunia saat ini merefleksikan nilai yang wajar
Dengan membaiknya perekonomian dunia, konsumsi barang dan jasa akan kembali tumbuh dan secara alami inflasi akan kembali terjadi. Emas akan kembali menjalankan fungsinya sebagai hedge again inflation atau sarana untuk memproteksi nilai kekayaan kita dari gerusan inflasi.

Jadi kembali ke hal mendasar yang mengawali ditulisnya artikel ini yaitu pertanyaan mengenai proyeksi harga emas di 2014.

Menurut saya harga emas di akhir tahun 2013 ini sangat baik sebagai starting point untuk mengawali harga emas di 2014. Level USD 1200an/toz sangat ideal. Secara fundamental, harga ini sudah merupakan floor price yang terbentuk dari respons pasar sepanjang tahun terhadap penghentian stimulus dan perbaikan ekonomi AS. Dari sisi supply-demand, penambahan supply emas baru dari penambangan diperkirakan akan terus menurun seiring dengan makin menipisnya margin para penambang, banyak penambang emas akan menunda project baru. Total cost rata-rata penambang emas tahun 2013 ini berkisar di level USD 1000-1200/toz. Sementara permintaan emas dunia diperkirakan akan tumbuh terutama permintaan jewelry yang dipicu oleh daya beli masyarakat yang kembali bergairah seiring pertumbuhan ekonomi dunia dan juga harga yang berada di kisaran USD 1200 – 1400/toz merupakan harga yang sangat menarik untuk kembali mengoleksi perhiasan emas. Menarik pula untuk ditunggu kebijakan baru dari pemerintah India terkait impor emas. Tahun 2013 nilai impor India turun drastis dan posisinya sebagai konsumen emas terbesar di dunia digeser oleh China. Impor turun akibat kebijakan penerapan pajak impor emas yang sangat besar yang memang sengaja diterapkan untuk menekan defisit neraca perdagangan negara tersebut. Tahun 2014 banyak pihak meramalkan pemerintah India akan mulai melonggarkan impor emas seiring perbaikan nilai tukar Rupee yang terjadi beberapa minggu terakhir ini.

Jadi, bagi anda yang bukan spekulan, bagi anda yang paham betul arti dan fungsi emas sebenarnya dalam tatanan ekonomi modern, tahun 2014 merupakan tahun yang baik untuk memulai kembali menambah portofolio kepemilikan emas anda. Masa-masa sulit sudah berlalu dan emas telah kembali menemukan jatidirinya sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi.

by: bambang wijanarko

Selasa, 25 Februari 2014

Hubungan Situasi politik di Indonesia dengan dinar emas

Untuk menjawab keingin tahuan pembaca situs ini tentang trend harga emas dan Dinar di tahun politik 2014 ini, seperti biasa jawaban saya adalah saya juga tidak tahu. Terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhinya sehingga sulit untuk membuat perkiraan yang akurat. Meskipun demikian berdasarkan statistik-statistik yang ada, kita bisa menduganya – dengan catatan bila perilaku sejarah berulang.

Alhamdulillah tanpa terasa kami di Gerai Dinar sudah mencatat secara otomatis perubahan harga emas dan Dinar setiap enam jam sejak enam tahun lalu (2008). Jadi terkumpul data yang lumayan besar untuk kepentingan analisa statistik. Selama periode enam tahun ini tentu juga sudah melalui periode Pemilu Legislatif maupun Pemilu Eksekutif.
Walhasil bila perilaku sejarah berulang, yaitu adanya gejolak politik, kegaduhan dan ketidak pastian sesaat – maka perilaku pasar khususnya nilai tukar Rupiah juga akan demikian. Rupiah melemah pada saat ketidak pastian muncul, kemudian menguat kembali ketika hasil Pemilu sudah final dan hasilnya seperti yang ditunggu pasar.





Trend Harga Dinar 2008-2014

Dalam kaitan harga emas atau Dinar dapat dilihat di grafik pada area yang saya lingkari. Saat-saat proses Pemilu berlangsung, harga emas melonjak kemudian kembali stabil ketika tahapan Pemilu selesai. Pada tahun Pemilu 2009, harga emas secara keseluruhan naik sekitar 14 % sepanjang tahun tersebut.


Apakah pada tahun Pemilu 2014 ini akan berulang ?, Selain Allah tidak ada yang bisa tahu peristiwa sebelum terjadinya. Hanya saja pemilu 2014, khususnya pada masa-masa Pemilu Eksekutif – ketidak pastiannya akan jauh lebih tinggi ketimbang Pemilu Eksekutif 2009. Mengapa ?

Pada tahun 2009, incumbent presiden mencalonkan kembali, dan pasar sepertinya tahu bahwa saat itu calon incumbent memiliki peluang terbaiknya. Pemilu Eksekutif tahun 2014 ini pasar bener-bener blank, setidaknya sampai saat ini kita belum tahu persis siapa-siapa yang akan berpeluang terbaik memasuki ronde final dari Pemilu Eksekutif nanti. Menambah tingkat ketidak pastian ini pula ketika ada candidate yang diharapkan oleh masyarakat, tetapi pencalonannya dari partai yang bersangkutan masih penuh misteri.

Jadi untuk faktor domestik khususnya yang terkait dengan nilai tukar Rupiah yang secara otomatis berpengaruh pada harga emas, ketidak pastiannya akan cenderung lebih besar ketimbang Pemilu 2009. Artinya kalau toh pola yang sama yang terjadi, maka bisa jadi selama tahapan Pemilu Eksekutif khususnya – harga emas dan Dinar akan cenderung meningkat lebih besar ketimbang 2009 dan baru stabil setelah pemilu memberikan hasil yang diharapkan pasar.
Perkembangan Harga Emas Dunia 2014

Selain faktor Rupiah dalam negeri, tentu saja harga emas atau Dinar di Indonesia digerakkan utamanya oleh harga emas dunia. Untuk enam pekan pertama di tahun 2014 ini, nampaknya harga emas dunia kembali menemukan jati dirinya. Tidak lagi terombang-ambing oleh berbagai isu tapering yang dilakukan oleh Federal Reserve – Amerika Serikat. Oleh karenanya harga emas dunia sudah naik diatas 10 % sejak 1 Januari 2014 hingga kini. Di Rupiahnya kenaikan ini belum nampak, karena Rupiah yang sedang menguat akhir-akhir ini.


Jadi bagi Anda yang ingin menambah tabungan Dinarnya, bulan-bulan ini kemungkinan adalah waktu terbaiknya sebelum harga emas dalam US Dollar terus menguat dan sebelum ketidak pastian politik di dalam negeri mencapai puncaknya.


Sebaliknya bagi yang ingin menjual, bila karena kebutuhan Anda perlu menjual tabungan emas atau Dinar Anda – maka Anda dapat lakukan kapan saja. Hanya saja bila belum terlalu perlu untuk menjualnya, Anda mungkin akan tertarik untuk melihat dahulu trend beberapa bulan kedepan. Di saat ketidak pastian politik meningkat, Anda lebih butuh proteksi terhadap hasil jerih payah Anda. Dan hingga kini seperti yang tergambar dalam grafik enam tahun tersebut di atas, Dinar atau emas tetap memberikan proteksi nilai dan likwiditas yang paling efektif. InsyaAllah.

Senin, 17 Februari 2014

Emas sebagai portfolio segala zaman


Satu ounce emas tahun 2001 adalah $271. Sepuluh tahun kemudian menjadi $1.896— naik hampir 700 persen. Dalam perjalanannya, emas berhasil melalui periode terburuk dalam sejarah modern, ketika bank-bank berjatuhan dan mata uang kehilangan nilainya. Harga emas melonjak dalam keadaan krisis ini. Dibandingkan dengan produk-produk derivatif, emas bersinar dengan tenang dalam tradisi yang kuat. Dihargai sepanjang abad, standar kesejahteraan, uang yang orisinil, dan proteksi nilai. Emas adalah aksiomatik. Pandangan ini berasal dari konsep bahwa emas tidak berubah- logam mulia alami.” – Matthew Hart, Vanity Fair, November, 2013

Anggota parlemen Inggris, Sir Peter Tapsell berkomentar pada 1999 silam sebagai reaksi dari keputusan Menteri Keuangan Inggris saat itu Gordon Brown, yang memaksa untuk menjual lebih dari setengah cadangan emas Inggris.Tapsell dalam komentarnya menyinggung “dollar, yen dan euro” karena proposal Dept. Keuangan Inggris menjual cadangan emas mereka dan menukarnya dengan ketiga mata uang tersebut. Berikut komentarnya :

“Pandangan umum mengenai emas, dan kualitas yang membuatnya begitu spesial dan menarik adalah dia universal, eternal, dan hampir tidak bisa dihancurkan. Menteri (Gordon Brown) mesti setuju bahwa emas itu indah. Slogan yang paling populer adalah‘As good as gold.’Para ilmuwan dapat melakukan kloning pada domba, dan sedang mencobanya pada manusia, mereka juga tidak dapat mengkloning emas, walaupun mereka berusaha melakukannya selama10.000 tahun. Menteri (Gordon Brown) mungkin berpikir telah menemukan rumus kimia baru untuk merubah batu menjadi emas versi partai buruh, namun dollars, yen dan euro tidak akan dapat melewati badai dan tidak akan pernah berubah menjadi emas.

Kalimat di atas menyindir begitu dalam. Menggambarkan esensi emas. Hampir satu setengah dekade setelah penjualan cadangan emas Inggris tersebut, emas naik dari $300 per ounce menjadi lebih dari $1.900 per ounce yang beberapa meyakini sebagai harga emas tertinggi untuk sementara ini — menjadi sebuah ejekan yang terkenal di Inggris dengan istilah Brown’s Folly (kebodohan Brown).

Pada masa pemerintahan konservatif David Cameroon saat ini, publik juga masih menunggu apakah 415 ton emas yang dijual dahulu akan kembali masuk dalam cadangan emas Inggris? Biarlah mereka yang menjawab.


Jumat, 14 Februari 2014

Warning!!!..Crisis Warning!!!


Ada beberapa peristiwa ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius. Di negara-negara berkembang tengah terjadi krisis ekonomi yang luar biasa.  Argentina tengah mengalami kekacauan ekonomi. Hari kamis lalu (23/1) nilai peso jatuh 10%-level terendah dalam 12 tahun. Begitu pula Turki, mata uang mereka Lira jatuh ke titik terendah pekan ini, dan Ruble Rusia juga berada di  level terendah dalam 5 tahun terakhir. 

Di Afrika Selatan, mata uang Rand juga berada pada titik terendah sejak 2008. Begitu pula terjadi pelemahan mata uang di Brazil dan Mexico. Namun juga ada sederet negara yang sedang mengalami situasi yang mengenaskan seperti India, Indonesia, Hungaria, Polandia, Ukraina, dan Venezuela.

Negara- negara di atas berada dalam situasi ekonmi yang sangat serius. Negara-negara tersebut mata uangnya jatuh dan demikian pula nilai obligasinya. Ditambah pula rasio gagal kreditnya makin membesar.

Apa yang terjadi di negara-negara berkembang juga terjadi di negara-negara maju. Angka pengangguran di Amerika Serikat berada pada titik terburuk. Demikian pula sektor perbankan di AS dan Eropa berada dalam tekanan yang luar biasa, sebut saja  Citi, JP Morgan, Deutsche Bank, mereka semua mengalami potensi kerugian miliaran dollar akibat biaya litigasi, gagal kredit, jatuhnya laba dlsb. Bank-bank ini tidak akan cukup bertahan 2-3 tahun ke depan tanpa suntikan QE berikutnya. 


Namun temuan bank sentral bahwa QE ternyata hanya menuai sedikit hasil. Studi terbaru Uni Eropa perbankan Eropa butuh $1 triliun untuk bertahan dari krisis berikutnya.

Maka apabila krisis berada pada puncaknya tahun 2014 maka akan ada kejatuhan dollar dan memicu harga emas dan perak mengalami kenaikan signifikan tahun ini.

Hyper-inflasi dan krisis keuangan karena faktor uang kertas


Krisis dan mata uang kertas adalah dua hal yang selalu terlibat dalam sejarah ekonomi. Andrew Dickson White dalam esainya sejarah hyperinlasi menutup dengan paragrap berikut : 
 “Fiat Money Inflation in France,” sebagai salah satu contoh peristiwa paling populer dalam literatur ekonomi : "Ada pelajaran dalam hal ini yang mendorong setiap orang untuk merenung. "Pelajarannya adalah bahwa ada koneksi antara pencetakan uang kertas yang berlebihan oleh negara, inflasi, dan hancurnya nilai tabungan kelas menengah adalah hal yang di tolak mentah-mentah dalam era modern. Rakyat berangan-angan bila pemerintah mau belajar penyebab dari setiap krisis tersebut."

Episode hyperinflasi terbentang sejak terjadi pertama kali pada zaman Jengis Khan hingga yang terkini di Zimbabwe. Seluruhnya terjadi dengan perlahan dan tenang, hingga kemudian orang terkaget-kaget dengan melonjaknya harga dengan sangat cepat. Frederich Kessler, Profesor hukum di Universitas Berkeley  yang mengalami hyperinflasi di Jerman tahun 1920, memberi gambaran beberapa tahun kemudian dalam sebuah wawancara dalam buku yang ditulis Ralph Foster, “Fiat Paper Money: The History and Evolution of Our Currency” (2008): “Peristiwa itu mengerikan, sangat mengerikan! Seperti halilintar yang menyambar. Tidak ada seorangpun yang siap. Anda tidak bisa membayangkan kecepatannya dengan kejadian apapun. Rak-rak di toko grosir kosong. Anda tidak bisa membeli apapun dengan uang kertas."

Andrew Dickson White dalam esainya itu juga menggambarkan mata uang The louis d’or  (koin emas yang pernah berlaku di Perancis sejak 1640) berlaku di pasar sebagai monitor atau cermin terhadap nilai tukar franc ( mata uang kertas Perancis). Pada 1 Agustus 1795, koin emas yang tadinya seharga  25 franc, menjadi 920 franc; tanggal 1 September menjadi 1.200 franc; tanggal 1 November, 2.600 franc; tanggal 1 Desember,  3.050 franc. Pada  Februari 1796, harganya menjadi  7.200 francs atau satu franc nilai emas seharga 288 franc mata uang kertas. Seluruh harga komoditas naik mengikuti proporsi ini. 

 Contoh dari sumber lain adalah sbb :  sekarung tepung naik dari 2 franc pada tahun 1790, menjadi 225 franc pada tahun 1795; sepasang sepatu, naik dari 5 franc menjadi 200 franc; sebuah topi, naik dari 14 franc menjadi 500 franc; mentega naik menjadi 560 franc per pound; ayam kalkun menjadi  900 franc. Seluruhnya naik dengan cepat kecuali upah buruh. Seiring banyaknya pabrik yang tutup, upah buruh jatuh, hingga banyak buruh yang beralih menjadi tentara.

Orang-orang yang terlibat utang pun bergembira. Seseorang yang berutang 10.000 franc tahun 1790 cukup membayar utangnya sebesar 35 franc tahun 1796.”

Demikianlah mata uang emas dapat menjadi cermin dan alat proteksi nilai di tengah situasi krisis ekonomi yang menggancurkan nilai.