Jumat, 11 April 2014
Lebih enak Gajian dengan Kambing....bukan dengan uang
07.00
No comments
BY : Muhaimin Iqbal - Gerai dinar
Salah satu bukti kebenaran Islam itu terletak pada keadilan hukum-hukumnya sepanjang jaman. Sejak jaman Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam sampai sekarang, orang yang melanggar larangan haji dendanya (dam) tetap menggunakan standar kambing. Demikian pula untuk aqiqah ketika anak kita lahir, tetap menggunakan kambing. Bayangkan kalau denda itu berupa uang kertas, harus terus menerus direvisi karena nilainya yang terus menyusut.
Standar denda atau kewajiban berupa benda riil ini menjadikan manfaat denda atau kewajiban tersebut tetap dapat dirasakan - atau dengan kata lain tetap bernilai sepanjang jaman. Standar nilai terbaik berupa kambing atau domba ini juga dikuatkan dalam dua hadis berikut :
Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)
Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa. Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).
Berdasarkan dua hadits sahih tersebut kita menjadi paham kini bahwa kambing adalah harta muslim terbaik dan menggembalakannya adalah penghidupan terbaik setelah berjihad. Hal ini antara lain juga bisa difahami dari manfaat atau kegunaan kambing-kambing atau domba tersebut. Bila kambing atau domba tidak ada, dengan apa muslim mebayar dam-nya ?, dengan apa dia ber-aqiqah ? dengan apa dia ber-qurban ?
Syariat Islam akan terus tegak di muka bumi sampai akhir jaman, maka memelihara sarana untuk penegakannya – antara lain seperti memelihara ketersediaan kambing/domba tersebut – menjadi salah satu pekerjaan terbaik di muka bumi sampai akhir jaman.
Di jaman modern ketika uang dibuat dari awang-awang berupa uang kertas – yang nilainya terus menyusut, atau uang dibuat dari bit-bit digital seperti bitcoin dan sejenisnya yang semuanya tidak memiliki acuan nilai baku, maka menjadi semakin penting bagi umat ini untuk memiliki standar nilainya sendiri. Standar nilai itu bisa berupa Dinar dan Dirham seperti yang sudah diperkenalkan situs ini selama enam tahun terakhir, atau dengan standar kambing yang sedang kami persiapkan segala systemnya.
Keduanya memiliki kesamaan, Dinar dan Dirham mengacu pada nilai fisik emas dan perak. Sedangkan kambing mengacu pada nilai fisik kambing atau domba. Dinar dan Dirham bagi komunitas pembaca situs ini tentu sudah sangat familiar seluk beluknya, tetapi bagaimana dengan satuan kambing ?
Dalam sejarah Islam, kambing atau domba ternyata juga bukan hanya untuk qurban, aqiqah, membayar dam, dan memenuhi kebutuhan daging sehari-hari. Tetapi juga dipakai untuk standar gaji bagi para ulama, guru dan profesi-profesi lain, ini sangat bisa dipahami karena kambing atau domba dapat secara akurat merepresentasikan kebutuhan dan nilai yang berlaku di masyarakat pada masing-masing jamannya.
Lantas kalau sekarang kita sudah familiar memiliki tabungan dalam uang kertas – yang sebenarnya kita sadari nilainya terus berkurang, sebagian kita juga mulai mengenal uang digital – yang tidak memiliki nilai intrinsik – mengapa tidak kita juga mengenal simpanan berupa harta terbaik (berdasarkan hadis tersebut di atas) berupa kambing atau domba ?
Bayangkan kalau tabungan Anda berupa kambing atau domba, bertambahnya nilai tabungan Anda pun halal karena kambing atau domba secara hafiah dia tumbuh dan beranak ! Beranak-pinaknya tabungan Anda-pun menjadi halal karena berasal dari anak-pinak kambing-kambing Anda.
Tetapi betapa merepotkannya bila masing-masing kita mengelola kambing atau domba kita sendiri, belum lagi menyangkut keahlian menggembala yang tidak semua kita bisa tentunya. Maka kunci solusinya ada dalam hadits : “Orang-orang muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal lahan gembalaan, air dan api” (Sunan Abu Daud, no 3745)
Kebun-kebun yang kami kelola misalnya, bisa menjadi lahan gembalaan yang kami syirkah-kan dengan Anda semua. Kami memiliki lahan gembalaan , lengkap dengan sarana dan prasarananya – Anda yang memiliki kambing lengkap dengan biaya pemeliharaannya. Hasil dari penggembalaan tersebut berupa pertumbuhan berat dan anak-anaknya dapat kita bagi dua, demikian pula dengan resiko-resikonya.
Dalam skala terbatas, program ini telah berjalan antara kami dengan beberapa orang. Bila eksperimen awal ini berjalan mulus, maka konsep ini insyaAllah bisa di – scale-up sampai tingkat berikutnya.
Konsepnya mirip dengan pengenalan Dinar dahulu, kami mulai dengan bersyirkah dalam bentuk Qirad dengan beberapa orang, kemudian kami perkenalkan versi scale-up-nya dengan M-Dinar.
Namanya bank tetapi bukan seperti bank finansial, dia lebih menyerupai bank fisik yang digunakan oleh misalnya teman-teman aktivis lingkungan dengan bank sampah-nya. Atau teman-teman aktivis kemanusiaan dengan bank darah-nya. Kita-kita para aktivis sosial ekonomi muslim secara global insyaAllah akan memiliki LambBank tersebut.
Persamaan dengan bank finansial hanyalah pada cara cara kerjanya. Di bank sampah Anda menyetor sampah, di bank darah Anda menyetor maupun mengambil darah, maka di LambBank Anda menyotor kambing/domba atau menarik kambing/domba. Bila di bank finansial dikenal nilai tukar, di LambBank dikenal harga jual-beli.
Menyetor kambing tidak berarti Anda harus menuntun kambingnya ke cabang LambBank terdekat – meskipun hal inipun dapat Anda lakukan – Anda dapat lakukan dengan menyotorkan uang Anda kemudian dikonversikan ke setara kambing pada harga jual saat itu.
Demikian pula ketika Anda akan mengambil kambing Anda, bisa Anda ambil dalam bentuk kambing fisik dan Anda tuntun ke rumah – atau kalau tidak mau repot ya bisa dicairkan dalam nilai rupiah dengan menjualnya ke pihak pengelola – yang kemudian dibeli pengelola dengan harga beli.
Bila di bank finansial asset itu berupa tumpukan uang kertas di brankas , deposit mereka di bank sentral dan bank-bank lain, Asset LambBank adalah kambing dan domba di lahan-lahan gembalaan yang dikelolanya dan juga kambing/domba yang dikelola oleh mitra-mitranya.
Kehadiran LambBank ini akan memiliki multiplier effects yang luar biasa. Selain memenuhi kebutuhan muslim yang terus tumbuh untuk berbagai pelaksanaan syariat tersebut diatas, memenuhi kebutuhannya akan protein hewani, melindungi nilai bahkan menumbuhkan nilai para ‘deposan’ pemilik kambing, juga akan membalik negeri ini dari defisit daging menjadi surplus daging.
Kok bisa ? bayangkan dalam kondisi pengelolaan peternakan seperti sekarang, siapa yang mau berternak kambing, domba atau sapi ? Nyaris tidak ada, kecuali beberapa konglomerat perdagingan. Petani tidak punya uang untuk mengembangkan ternaknya, orang kebanyakan kayak kita-kita tidak memiliki minat untuk beternak selain juga memang nyaris tidak tahu apa-apa tentang ternak ini. Dampak dari situasi ini membuat kita tidak bisa makan daging secara cukup dan generasi kita terus melemah.
Keberadaan LambBank akan membuat orang dapat beternak kambing atau domba semudah membuka account di bank. Bagi Anda yang sudah familiar dengan system M-Dinar, maka exactly seperti itulah Anda menyetor dan menarik kambing atau domba-domba Anda nantinya.
Lebih jauh konsep ini kita buat dalam bahasa Inggris LambBank karena dengan konsep ini pulalah kita ingin merubahpositioning perdagingan kita di kancah global. Selama ini industri perdagingan kita passive dan defensive, kebobolan terus dalam menghadapi serbuan dari pemasar-pemasar daging dan susu dari seluruh penjuru dunia.
Setelah adanya LambBank kebanyakan orang kayak kita-kita ini bisa beternak, dana ke industri peternakan kambing dan domba akan mengalir dalam skala besar. Bersamaan dengan itu terjadi perubahan mindset tentang lahan gembalaan, kebun-kebun, hutan, dan seluruh lahan hijau tiba-tiba menjadi potensi penggembalaan yang luar biasa – maka bisa dibayangkan dampaknya pada ketersediaan kambing dan domba di negeri ini. Tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi insyaAllah akan bisa kita gunakan untuk membanjiri pasar perdagingan global.
Bersamaan itu pula akan disosialisasikan bahwa daging kambing sesungguhnya lebih baik dari daging sapi bahkan juga lebih baik dari daging ayam berdasarkan tingkat kalori, lemak dan kholesterolnya menurut USDA (United States Department of Agriculture). Masalah ini sudah pernah saya angkat dalam tulisan lima tahun lalu dengan judul :“Swasembada daging Nasional Dari kambing, Mengapa Tidak…?”.
Maka sunnah seluruh nabi yang menggembala kambing atau domba ini, pasti mengandung kebaikan yang sangat banyak. Kini Anda bisa bener-bener belajar menggembala di lahan gembalaan kami, dan kalau inipun tidak sempat – insyaAllah dalam waktu dekat Anda sudah bisa memiliki account di LambBank atau bank kambing/domba Anda.
Bayangan saya, dalam waktu yang tidak terlalu lama karyawan-karyawan perusahaan akan rame-rame menuntut digaji dalam kambing – karena dengan itu tidak lagi dibutuhkan negosiasi alot setiap tahun tentang UMR ! Ditengah uang kertas yang terus runtuh nilainya, tidak bertambah nilainya kecuali bercampur dengan riba. Tabungan domba atau kambing secara harfiah akan tumbuh (domba dan kambing jadi besar) dan mereka juga akan terus beranak.
Jadi, mau digaji dengan kambing ? – tunggu tanggal mainnya setelah infrastruktur penggembalaan dan system kami siap. InsyaAllah.
Rabu, 12 Maret 2014
Belajar dari krisis financial....
Meskipun dampaknya yang sangat luas melanda seluruh dunia, nampaknya sangat sedikit orang yang memahami apa dan bagaimana krisis ini, dari mana dia berasal, apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya dst. Karena sedikit yang paham, maka lebih sedikit lagi yang bisa mengambil pelajaran.
Agar kita bisa mengambil pelajaran, marilah kita menjadi golongan yang sedikit tersebut dengan mencoba memahami krisis ini. Kita coba menuliskan dengan lebih sederhana berupa point-point pentingnya saja sebagai berikut :
- Krisis ini bermula di Amerika Serikat; penyebab awalnya adalah tindakan bank sentral mereka the Fed yang berusaha memulihkan ekonomi paska peristiwa WTC 9/11 dengan cara menurunkan suku bunga secra terus menerus.
- Rendahnya suku bunga memicu keluarga-keluarga di Amerika keranjingan meng-‘gadaikan’- rumahnya, menjadikan rumah-rumah mereka sumber duit untuk keperluan yang nggak terlalu penting sekalipun.
- Karena maraknya permintaan kredit perumahan ini, maka lahirlah opportunis-opportunis baru seperti Quick Loan Funding yang memberikan kredit bahkan ke orang-orang yang tidak layak menerima kredit, atau seperti Ownit yang memberikan kredit perumahan sampai 100% - tanpa pengaman uang muka !.
- Kredit atau pinjaman ke orang yang tidak seharusnya menerima yang kemudian disebut Sub-prime borrowers, inilah yang kemudian memicu gelombang krisis yang sangat besar dan luas dampaknya.
- Penyebar luasan kredit buruk ini difasilitasi oleh pasar modal kebanggaan Amerika – Wall Street – yang mem-package investasi-investasi ‘sub-prime’ menjadi seolah investasi yang menjanjikan. Investor diseluruh dunia membeli investasi buruk ini hanya karena melihat ini berasal dari Wall Street di Amerika – yang mereka selalu banyangkan sebagai ‘gurunya’ investasi.
- Situasi ini diperburuk dengan munculnya product-product dengan nama canggih seperti Collateralized Debt Obligations (CDOs) yang tidak hanya tidak dipahami oleh orang awam, tetapi gurunya bank sentral sekaliber Alan Greenspan – pun mengaku tidak memahami produk ini .
- Bukan hanya perorangan, atau investor tanggung yang membeli produk-produk investasi buruk tersebut. Bahkan institusi pemerintah-pun ikut-ikutan membeli.
![]() |
| Belajar dari Krisis Keuangan Dunia |
Karena banyaknya kredit yang macet, bank-bank mulai terkena dampaknya . Kepercayaan antar mereka menurun, pinjaman antar bank berkurang dan akhirnya likuiditas-pun menghilang dari pasar.
Ketika pemerintah-pemerintah dunia menyedari krisis ini telah terjadi dan telah menyeret sendi-sendi ekonomi secara luas, mereka mengambil berbagai langkah darurat. Namun sayangnya langkah-langkah yang mereka tempuh justru banyak yang akan menimbulkan potensi krisis jangka panjang – misalnya melalui penghancuran nilai mata uang melelaui program quantitative easing mereka.
Lantas apa pelajarannya dari krisis tersebut ? banyak, diantaranya :
- Jangan membangun ekonomi berbasis Riba; karena riba-lah yang mendorong institusi keuangan mencari untung dari bunga yang harus dipikul oleh orang-orang yang sebenarnya tidak mampu sekalipun.
- Jangan berhutang kecuali untuk hal-hal yang memang sangat dharurat. Berhutang, apalagi yang ribawi untuk keperluan yang tidak terpaksa – akan menjerat pelakukanya dalam lilitan hutang – yang kita diajarkan untuk berlindung darinya pagi dan petang.
- Bagi otoritas moneter, jangan menggunakan instrumen bunga (riba) untuk men-stimulir pertumbuhan ekonomi – pasti gagalnya (karena dimusuhi Allah dan RasulNya – QS 2 : 275-279)
- Untuk para investor, jangan investasi pada produk yang sulit dipahami. Investasikanlah pada hal-hal riil yang Anda mudah memahaminya.
Wallahu A’lam.
Selasa, 11 Maret 2014
Ketika sistem kapitalisme GAGAL!!!!
Sistem
Kapitalisme telah gagal! Setidaknya hal ini dinyatakan oleh Prof. Necati Aydin,
dari Florida State University dalam sebuah kuliah malam hari di Pascasarjana UI
Salemba, Senin 24 Mei 2010 silam. Topik
yang sama pernah dia sampaikan pada
"The Ninth Harvard University Forum on Islamic Finance" yang
berlangsung tanggal 27-28 Maret 2010.
Beliau
menyatakan bahwa para pakar ekonomi di AS gagal memprediksi tsunami financial
tahun 2008 yang dikenal dengan istilah Global Financial Crisis. Sejumlah ekonom
menyatakan krisis 2008 adalah yang terburuk setelah Great Depression 1930-an.
Mereka yakin bahwa sistem kapitalisme yang mereka usung sudah sempurna, dan
mereka bekerja keras dalam sistem itu. Namun krisis ekonomi 2008 membuat mereka
sadar bahwa ada yang salah dengan sistem ini. Salah satu kesalahan fatal itu
adalah tidak adanya unsur moral dalam kapitalisme. Sehingga pasca krisis
universitas-universitas di AS sibuk mengkaji unsur psikologis moral dalam sistem
ekonomi.
Yang
menarik beliau mengawali kuliahnya dengan membaca surat At Takatsur. Surat ini
menggambarkan dengan detail prilaku masyarakat Amerika. Dibawah naungan
kapitalisme mereka berkerja keras untuk menumpuk kekayaan dengan mengabaikan
bahwa ada hak-hak orang lain di sekitar mereka yang lemah. Sifat individualime
ekonomi inilah yang menyebabkan harta
terpusat pada orang-orang kaya saja. Padahal Allah swt dalam surat Al Hasyr : 7
mendorong agar harta itu tidak hanya berputar pada golongan kaya saja.
Perputaran
harta inilah yang dikehendaki oleh Islam, untuk menjamin ekonomi tetap berjalan.
Ketika harta bertumpuk pada golongan tertentu saja, maka fondasi krisis sedang
ditegakkan.
Maka
dia menyatakan bahwa kunci ekonomi dalam islam adalah sedekah, kenapa? Karena
sedekah adalah instrumen kunci agar harta tetap mengalir dan berputar sebagai
lawan dari riba.Allah SWT menjelaskan dalam surat Al Baqarah : 276 “Allah menghancurkan riba dan
menyuburkan sedekah.”
Penyakit kronis itu adalah krisis financial
Ketika Anda terkena flu dan bersin di ruang publik, besar
kemungkinan kerumunan orang di sekitar Anda akan ikut terkena flu. Seperti
inilah situasi pasar financial global di era teknologi informasi. Eropa yang
bersin-bersin beberapa tahun ini - terakhir hari-hari ini Ukraina – bisa membuat
negara-negara dalam ‘kerumunan’nya ikut terkena flu. Sama dengan ketika Thailand
bersin di tahun 1997 , yang kemudian terkena ‘sakit flu parah’ malah Indonesia.
Bagaimana wabah ini menyerang urusan finansial Anda dan bagimana Anda bisa
menghindarinya ?
Rata-rata orang
Indonesia mengalami dampak ‘flu berat’ Indonesia pada tahun 1997 tersebut.
Penghasilan kita bila dinilai dalam mata uang Dollar atau dinilai dengan emas
saat itu terpotong sampai kisaran 75 %. Tidak semua terkena memang, sama dengan
dalam setiap wabah penyakit – orang yang fit kondisinya dia bisa saja selamat
dari serangan wabah yang hebat sekalipun.
Siapa
orang-orang yang fit dan terbebas dari wabah finansial tersebut ?, dari
pengalaman tahun 1997 kita tahu bahwa mereka yang fit ini adalah mereka-mereka
yang mayoritas assetnya berupa benda riil atau terkait langsung dengan benda
riil yang dimiliki atau dihasilkannya.
Petani kakao,
cengkeh, kopi, sawit dlsb. yang orientasi produknya untuk ekspor menjadi
orang-orang yang beruntung saat itu. Dalam nilai Dollar penjualan ekspor mereka
tidak mengalami perubahan, namun karena Rupiah yang merosot tinggal ¼-nya
membuat income mereka melonjak 4 kalinya dalam Rupiah.
Kelompok pegawai
adalah yang paling rentan dalam menghadapi wabah financial seperti yang terjadi
pada krismon 1997 tersebut.
Pertama gaji mereka tidak mengalami banyak
perubahan, sementara barang-barang kebutuhan apalagi yang mengandung komponen
impor melonjak harganya.
Kedua jerih
payah mereka bertahun-tahun yang tersimpan dalam asuransi, dana pensiun,
tunjangan hari tua dlsb. tergerus nilainya tinggal seperempatnya. Ibarat
bongkahan batu karang, krismon 1997 adalah ombak besar yang menghanyutnya ¾
bongkahan batu karang tersebut. Kemudian sisa yang ¼-nya terkikis secara
perlahan tetapi pasti oleh apa yang disebut inflasi !.
Penyakit kronis
yang bernama inflasi ini-pun juga tidak kalah dasyatnya dalam menggerogoti asset
dan penghasilan pegawai.
Selama sepuluh tahun terakhir saja
harga barang-barang secara umum di
Indonesia naik sebesar 90 %, artinya bila akhir tahun 2004 sebuah barang
harganya 100, akhir 2013 harga barang tersebut menjadi 190. Harga makanan lebih
menyolok lagi, yaitu bahan makanan yang berharga 100 pada akhir 2004, menjadi
253 pada akhir 2013.
Inflasi 2005-20013 (BPS)
Lantas bagaimana
kita semua bisa melindungi asset dan penghasilan kita dari wabah finansial dan
penyakit kronis inflasi tersebut ? Asset-asset riil umumnya bisa melindungi kita
dari wabah maupun penyakit kronisnya.
Emas atau Dinar yang dalam beberapa bulan terakhir banyak dihindari orang justru ketika harganya lagi murah, sebenarnya malah terbukti selama 10 tahun terakhir mampu mengungguli seluruh inflasi harga-harga umum maupun harga makanan. Emas Anda yang berharga 100 pada akhir tahun 2004, menjadi 408 pada akhir 2013 !
Kenaikan Harga-Harga 2005-2013
Maka saya
mengulangi statement saya di tulisan sebelumnya, bahwa saat terbaik untuk
melakukan investasi adalah justru ketika orang kebanyakan rame-rame sedang
melupakannya. Statistik yang loud and
clear tersebut di atas, bisa menjadi dasar bagi yang berinvestasi karena
memang tahu – dan bukan karena ikut-ikutan. InsyaAllah.
Rabu, 05 Maret 2014
Antara Emas dan Perang...Afganistan diserang karena emasnya, bukan terorisme..
By: muhaimin iqbal- gerai dinar
Dalam hubungan sebab - akibat antara emas dan perang, emas bisa menjadi keduanya. Emas bisa menjadi penyebab perang, dan juga sebaliknya emas bisa menjadi akibat perang. Emas yang menjadi sebab perang yang masih terjadi hingga kini antara lain adalah di Afganistan. Menurut laporannya Global Research Canada, Amerika dan NATO memerangi Afganistan bukan karena alasan yang selama ini diberitakan sebagai upaya memerangi terorisme. Tetapi dibalik itu adalah apa yang mereka sebut profit driven – resources war.
Dalam hubungan sebab - akibat antara emas dan perang, emas bisa menjadi keduanya. Emas bisa menjadi penyebab perang, dan juga sebaliknya emas bisa menjadi akibat perang. Emas yang menjadi sebab perang yang masih terjadi hingga kini antara lain adalah di Afganistan. Menurut laporannya Global Research Canada, Amerika dan NATO memerangi Afganistan bukan karena alasan yang selama ini diberitakan sebagai upaya memerangi terorisme. Tetapi dibalik itu adalah apa yang mereka sebut profit driven – resources war.
Afganistan
ternyata sangat kaya dengan sumber daya alam berupa minyak, gas, mineral dan
juga tentu emas. Tidak heran mereka bersedia membiayai perang dengan dana
milyaran Dollar, karena dibalik itu mereka mengincar sumber daya alam yang
nilainya trilyunan Dollar. Maka itulah
disebut profit driven – resources
war, perang yang dilandasi motif keuntungan dari sumber daya
alam.
Emas yang menjadi
akibat perang adalah kenaikan harga emas yang meroket di masa perang yang terjadi karena dua hal utama. Pertama karena
ketidak pastian yang ditimbulkan oleh perang membuat orang mencari penyelamat
untuk aset-asetnya, emas menjadi perburuan karena ukurannya yang kecil mudah
disembunyikan dan mudah dijual kapanpun dan dimanapun.
Kedua karena
jumlah dana besar yang dibutuhkan oleh pemerintah yang membiayai perang, maka
cara yang paling mudah adalah dengan mencetak uang. Supply uang melonjak – yang
kemudian berdampak pada inflasi yang sangat tinggi.
Contoh klasiknya
adalah supply uang yang melonjak 40 kali di Amerika di masa perang civil.
Akibatnya harga-harga mengalami inflasi ribuan persen seperti dalam grafik di
bawah. Dalam situasi seperti ini tidak ada lindung nilai yang lebih efektif
ketimbang emas.
Supply Uang Di Masa Perang
Di era informasi
seperti saat ini, perang bisa disaksikan live dari tempat dan pada saat
kejadiannya. Seperti ketegangan ancaman perang di Ukraina hari-hari ini, maka
tidak mengherankan bila krisis di Ukraina ini bisa berdampak sangat luas pada
ekonomi Global termasuk diantaranya fluktuasi harga emas akhir-akhir
ini.
Ternyata bukan
hanya krisis di negara besar seperti Amerika dan China saja yang bisa menggoyang
stabilitas ekonomi global. Krisis di negara kecil yang selama ini tidak
diperhitungkan-pun ternyata bisa berdampak yang kurang lebih sama. Mengapa
demikian ?
Ya karena hubungan
sebab dan akibat tersebut di atas. Letak Ukraina yang menghubungkan Rusia dengan
Eropa membuat krisis di negeri itu bisa menggoncang ekonomi Eropa. Rusia men-supply 25 % kebutuhan gas Eropa dan
separuh diantaranya dialirkan melalui Ukraina , maka bisa dibayangkan kepanikan
Eropa dan negeri-negeri barat pada umumnya dengan apa yang terjadi di negeri
kecil ini.
Belum kejadian
yang sesungguhnya tetapi baru kekhawatiran saja sudah cukup untuk menggoncang
pasar, apalagi bila bener-bener terjadi perang di negeri itu.
Dalam ketidak
pastian inilah emas kembali menjadi safe-haven, tempat berlabuh untuk
mempertahankan nilai. Namun karena kepanikan pasar itu terjadinya serentak –
mayoritas orang bereaksi panik pada saat yang bersamaan - maka yang terjadi
adalah apa yang disebut Tragedy
of the Commons. Langkah baik yang dilakukan seseorang –
seperti mengamankan assetnya dengan emas ini, menjadi tidak baik bila dilakukan
serentak oleh sejumlah orang dalam waktu yang bersamaan – karena semuanya akan
membayar dengan harga yang tinggi.
Maka yang terbaik
dalam mengamankan asset Anda adalah bukan ketika orang rame-rame melakukannya,
tetapi justru ketika orang rame-rame (masih ) melupakannya.
InsyaAllah.
Senin, 03 Maret 2014
Bagaimana Para Ahli Mengalokasikan Harta Mereka di Tahun 2014?
Jelang akhir tahun 2013 lalu, kitco
mewawancarai beberapa expert (ahli, red) dan menjadikan sebagai bagian dari
analisa outlook 2014.
Setiap ahli ditanya bagaimana mereka akan berinvestasi (jika memiliki) $
10.000 pada tahun 2014 dan apa yang mereka benar-benar akan hindari! Para ahli
ini juga diminta untuk memadukan saran investasi terbaik yang pernah mereka
terima.
Mari kita simak pelajaran berharga dari 3 ahli yang kami anggap cukup relevan
dari beberapa ahli yang telah diwawancarai. Simak baik-baik.
1. Jim Rickards (Penulis National Best Seller Book “Currency
Wars”)
Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun
2014?
20% Emas
20% Real estate (Properti)
20% Cash
20%
Karya Seni (Fine Art)
20% Hedge funds
Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun
2014?
“Saya akan mencoba untuk menghindari ekuitas dengan
pengecualian perusahaan yang memiliki aset keras seperti energi, pertanian,
transportasi,” kata Rickards. Dengan banyak ‘hype’ di sekitar saham perusahaan
internet akhir-akhir ini, Rickards memiliki satu pesan sederhana bagi para
investor: “Aku akan menjauhkan diri dari [mereka],” katanya.
Apa nasihat investasi terbaik yang pernah Anda
terima?
Rickards berbagi 2 buah nasihat investasi yang ia terima
dari Profesor MIT (Massachusetts Institute of Technology) Andy Lo dan Bruce
Kovner, Pendiri Caxton Associates. “Andy Lo memberitahuku hari ini adalah alpha
dan esok hari adalah beta. Bruce Kovner memberikan nasihat ‘entry and exit
points’ adalah sama pentingnya dengan mendapatkan tesis investasi yang tepat,”
ungkapnya.
“Saya seorang ‘Gold Bull’, saya merekomendasikan emas, saya memiliki emas
sebagai portofolio [...] namun tidak akan menyenangkan membeli emas di angka
$1.900 per ounce,” kata Rickards saat ia menjelaskan kata-kata Kovner itu. “Saya
tidak mengatakan bahwa orang-orang meraih ‘entry and exit points’ tetapi Anda
perlu berpikir banyak tentang ‘entry and exit points’ sebanyak yang Anda lakukan
tentang tesis investasi Anda.”
2. Robert Kiyosaki (Penulis Worldwide Best Seller Book “Rich
Dad’s Poor Dad”)
Anda pasti seringkali mendengar nama Robert Kiyosaki ini. Berikut
paparannya:
Ajaran Rich Dad’s dan filsafat yang berkaitan dengan investasi adalah
didasarkan pada pendidikan finansial. Pelajarilah tentang kendaraan investasi
yang berbeda dan kelas aset. Jadilah penasihat terbaik bagi diri Anda sendiri
dari segi tempat terbaik untuk menaruh uang Anda.
Anda akan percaya diri untuk memutuskan tentang apa yang terbaik untuk Anda
setelah Anda mendapatkan pengetahuan (dan pengalaman) tersebut.
Melihat ke depan untuk tahun 2014, ini adalah bagaimana saya akan
mengalokasikan uang saya:
Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun
2014?
Saham 5%
Real Estates 40%
Logam Mulia 25%
Minyak
20%
Cash 10%
Dengan (melihat keadaan) harga emas dan perak yang turun, saya akan
menempatkan porsi yang lebih besar dalam emas fisik dan perak. Ketika pasar
saham turun, semua akan panik, emas dan perak yang akan cenderung menyentuh
angka tertinggi baru.
Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun
2014?
“Saya pasti akan menghindari aset kertas seperti saham,
obligasi, reksa dana, dan ETF (Exchange-Traded Fund) dan alasannya adalah ini
semua adalah aset kertas, bukan aset riil.
Pikirkanlah kisah Three Little Pigs: Babi pertama membangun
rumahnya dari jerami, babi kedua membangun rumahnya dari tongkat, dan babi
ketiga membangun rumahnya dari batu bata.
Babi pertama mewakili “Si Miskin”. Orang miskin membangun rumah mereka dari
kertas mereka bekerja keras untuk kas, dan menyimpan uang tunai. Strategi mereka
adalah untuk bekerja keras, hidup di bawah kemampuan mereka, dan hanya menyimpan
uang.
Ketika serigala jahat muncul, terengah-engah, babi pertama ini adalah makanan
bagi serigala tersebut.
Babi kedua merupakan kelas menengah. Mereka membangun rumah-rumah mereka dari
ilusi, percaya pada keamanan kerja, benefits, memiliki rumah mereka sendiri,
menghemat uang, dan berinvestasi guna persiapan pensiun, penuh dengan basis
saham, obligasi, reksa dana, dan ETF.
Ketika serigala jahat, juga dikenal sebagai “Next Recession” (resesi baru)
atau “New Depression” (depresi baru), yang datang kira-kira antara 2015 dan
2035, babi ini juga akan menjadi makanan bagi serigala.
Babi ketiga membangun rumahnya dari aset berwujud (riil). Babi ini adalah
pengusaha dan investor profesional yang belajar dan berinvestasi untuk masa
depan mereka sendiri, investasi dalam aset riil, bukan aset kertas.
Ketika serigala jahat datang, di kurun waktu 20 tahun antara 2015 dan 2035,
mereka yang telah membangun rumah “batu bata” ini akan mendapati keadaan yang
lebih kokoh (kaya). Mereka menjadi kaya karena rumah mereka dibangun dengan batu
bata, investasi dalam aset berwujud seperti real estate, emas, perak, minyak,
makanan, dan bisnis (riil) yang mereka kontrol.
Daripada menyimpan uang, mereka menyimpan emas dan perak. Jika Anda harus
berinvestasi dalam kertas, belajar untuk menjadi option trader.
Kemudian Anda akan tahu bagaimana mendapatkan uang dari pasar yang naik dan
turun.
Saya sangat prihatin dengan jutaan baby boomer yang mengandalkan
pasar saham untuk membuat mereka aman, sehat dan pensiun panjang. Saya takut
baby boomer yang mengandalkan pasar saham berada dalam kesulitan.
Ketika serigala jahat memikul pada portofolio mereka yang terbuat dari kertas,
sang serigala akan memiliki sebuah pesta besar.
Saya lebih suka membangun rumah bata – emas, perak, minyak, makanan dan
bisnis aset – yang tidak berwujud kertas.
Saran investasi siapa yang Anda ikuti?
“Ini adalah sebuah
pertanyaan besar, dan pertanyaan yang sangat penting. Menurut pendapat saya, itu
sangat penting bagi orang untuk mencari guru-guru terbaik dan penasehat. Jika
Anda memiliki guru yang buruk dan penasehat miskin, hidup Anda akan menjadi
salah satu rasa sakit dan perjuangan. Berpikirlah seperti ini: Jika Anda pergi
ke dokter yang buruk, kesehatan Anda akan menderita. Jika Anda mendapatkan
nasihat keuangan yang buruk, kekayaan Anda akan menderita..”
3. Jim Wyckoff (Redaktur di Kitco News)
Bagaimana Anda akan berinvestasi $ 10.000 pada tahun
2014?
65% Real Estate (Properti) – yaitu tanah di daerah pedesaan di
AS
25% Cash
10% Emas dan Perak
Di mana Anda akan menghindari menempatkan uang Anda pada tahun
2014?
“Pasar saham.”
Apa nasihat investasi terbaik yang pernah Anda
terima?
“Setiap orang bodoh bisa masuk (kapan saja) ke pasar
(saham), tapi hanya seorang pro lah yang tahu bagaimana dan kapan harus
keluar.”
Adakah benang merah dari ketiganya? Silahkan Anda simpulkan. Hemat kami, ternyata properti dan emas fisik, menjadi mayoritas pilihan para expert tersebut.![]()
Namun ada Home Fun dari saya untuk pembaca sekalian yang budiman,
pertanyaan yang sama (dan saya doakan kita semua mampu meraihnya, Aamiin..).
“Jika Anda memiliki $ 10.000 kemana saja akan Anda alokasikan?”
10 krisis ekonomi paling fenomenal dalam sejarah dunia
Sejak tahun 2008 AS terus mengalami kesulitan ekonomi. Debat yang terus bergulir mengenai jurang fiskal adalah cermin dari kesulitan ekonomi. Jika melihat ke belakang, kejatuhan real estate dan krisis wall street tidak terhindarkan. Ada sejumlah krisis finansial pada masa lampau. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, kita melihat skema kejatuhan ekonomi dan berbagai bencana yang ditimbulkannya. Daftar dibawah ini, sesuai urutan kronologi, sejarah kejatuhan ekonomi paling menarik dalam sejarah.
10. Diocletianus Menghancurkan Ekonomi Roma abad ke 4
M
Kekaisaran romawi mengalami kemunduran ketika Diocletianus menjadi kaisar pada abad keempat. Ekonomi mengalami kekacauan akibat sejumlah perang yang mahal dan proyek pembangunan istana menyebabkan mereka di ambang kehancuran. Ketika mata uang Roma hampir tidak ada nilainya, Diocletianus memperkenalkan sistem uang yang baru. Sering kali dalam sejarah, negara yang mengalami risiko kekacuan ekonomi, menaikkan nilai mata uangnya secara sepihak. Tetapi yang terjadi pada koin baru yang dikeluarkan oleh Diocletianus, adalah sebaliknya. Kandungan emas yang ada dalam koin nilainya lebih tinggi dibanding nilai nimonalnya ; denominasi koin tersebut dilakukan untuk menurunkan nilainya. Sebagai respon sebagian besar rakyat melebur koin tersebut untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Hasilnya adalah inflasi terjadi demikian cepat. Diocletianus menambah masalah dengan mematok harga pada sebagian besar produk untuk melawan inflasi.
Kebijakan Diocletianus menyebabkan kebingungan
sehingga membuat rakyat menolak keputusan tersebut. Karena keadaan menjadi lebih
buruk, akhirnya Diocletianus menjadi kaisar Romawi pertama yang secara sukarela
turun tahta.
9.Konspirasi Pazzi dan Krisis Perbankan Medici tahun
1470an
Keluarga Medici adalah salah satu keluarga ternama dalam masa Renaissance Italia. Mereka mengatur politik Florence; bertindak sebagai pemegang otoritas keagamaan dan membantu kejayaan Leonardo DaVinci. Sumber kekayaan keluarga berasal dari sistem perbankan yang mereka bangun pada akhir abad 14. Di bawah kepemimpinan Cosimo de’ Medici, mereka dengan cepat melakukan ekspansi hingga di luar kendali, hingga kematian Cosimo. Di puncak kejayaannya, keluarga Pazzi dan Salviaiti yang juga memiliki bisnis perbankan mencoba menggantikan peran keluarga Medici sebagai penguasa Florence. Pada 26 April 1478, dua bank milik keluarga Medici di Florence mengalami rush. Keluarga Medici kehilangan kendali untuk mengatasinya. Grup bank Medici mempunyai karakteristik cadangan kas yang rendah, biasanya 10 % saja dari aset.
Sejalan dengan Pazzi Conspiracy
dan berbagai tekanan, berhasil mengurangi tingkat persaingan perbankan, hingga
keluarga Medici diambang kebangkrutan. Akibatnya Lorenzo de’ Medici menarik
pajak atas warga Florence atas nama pertahanan militer dengan jumlah yang amat
tinggi. Akhirnya pada tahun 1494 perbankan mereka bangkrut akibat korupsi,
kerugian invetasi, dan manajemen yang buruk. Setelah perbankan mereka jatuh,
kerugian mencapai jutaan dan butuh bertahun-tahun untuk kembali normal.
8. Inflasi Spanyol tahun 1600-an
Seiring penemuan benua Amerika oleh Columbus,
Spanyol mulai mencari emas di sana. Selama beberapa dekade sumber alam yang kaya
di Amerika membuat Spanyol menjadi negara yang terkaya di dunia dan mendirikan
kekaisaran yang besar. Pada pertengahan abad 16, Spanyol menggiatkan penambangan
secara massal. Tingginya emas dan perak yang ditambang menyebabkan nilainya
turun dan menyebabkan Hyperinflasi di Eropa.
Hal ini semakin parah karena Spanyol terlibat
perang untuk mempertahankan kekaisarannya, akhirnya inflasi menghancurkan
ekonominya. Alih-alih meraih kejayaan, Spanyol akhirnya gagal membayar utangnya
berkali-kali. Kekacauan ekonomi ini memaksa mereka untuk memberi jalan bagi
Inggris menggantikan posisi mereka.
7.Bermuda’s Hog Money tahun1616-1624
Beberapa perusahaan dagang mengendalikan
perdagangan kerajaan Inggris pada abad 17 dan 18. Bermuda berhasil dijajah
dengan bantuan perusahaan-perusahaan dagang ini. Ketika satu wilayah jajahan
berdiri, para kolonial ditempatkan disana untuk menghasilkan uang bagi
perusahaan. Para pekerja dibayar secara utang oleh perusahaan, tidak dalam
bentuk upah tunai. Mirip dengan perusahaan batu bara dalam abad 19. Ketika
Daniel Tucker ditunjuk sebagai gubernur Bermuda, ia meninggalkan sistem utang
ini dan memperkenalkan mata uang koin yang dicetak dari bahan kuningan.
Dengan sistem moneter yang hanya bernilai
karena diberlakukan oleh Tucker. Maka ketika Tucker digulingkanl, mata uang ini
praktis tidak bernilai. Kehancuran ekonomi mulai terjadi namun tidak begitu
parah, sebab Bermuda adalah daerah kepulauan dan terisolasi. Tanpa ada sistem
moneter, kolonial terpaksa menggunakan tembakau sebagai mata uang.
6.Tipper and See-Saw tahun 1621
Ketika suatu negara menaikkan utangnya dengan
cepat untuk membiayai perang, hasilnya selalu buruk. Pada abad 17 tidak ada
jaminan pajak berlangsung efektif, jadi kekaisaran Romawi mulai mencetak uang
untuk membiayai perang selama 30 tahun. Untuk melakukan ini kekaisaran menarik
mata uang (koin) dari peredaran dan meleburnya menjadi logam yang nilainya lebih
rendah. Mata uang yang sudah surut nilainya ini kemudian dibelanjakan di luar
negeri, untuk membatasi efek krisis dalam negeri.
Celakanya, seringkali koin tersebut kembali
lagi ke wilayah kekaisaran Romawi dalam bentuk bea dan pajak. Karena publik
menyadari apa yang terjadi, kekacauan mulai timbul, para tentara menolak digaji
dengan uang tersebut, dan hasutan mulai beredar melalui pamflet. Mata uang
tersebut akhirnya tidak berharga hingga anak-anak memainkannya di jalanan.
Kenaikan harga akhirnya melumpuhkan perekonomian di wilayah-wilayah kekaisaran
Romawi.
5. Tulipmania di Belanda tahun 1636-1637
Mungkin krisis ekonomi paling aneh dalam daftar ini, adalah Tulipmania. Ketika bunga tulip mulai diperkenalkan di Belanda pada awal tahun 1600-an menjadi populer dengan cepat. Pada awal "kegilaannya", warga Belanda merasa harus membeli bunga tulip terkini. Karena tulip hanya tumbuh pada waktu tertentu setiap tahun, Belanda mulai mengatur pasar future. Ketika tulip tidak tersedia di pasaran, konsumen dapat membeli hak untuk membelinya ketika nantinya tersedia.
Dengan segera para spekulan mulai bermain pasar
future dan memainkan harga hak membelinya pada tingkat harga di luar
kewajaran. Pada puncak bubblenya hak membelinya bisa senilai 10 tahun
rata-rata gaji pegawai! Bubble meledak pada tahun 1637 dan harga hak
membelinya jatuh ke nilai awalnya. Seperti kejatuhan harga saham tahun 2008,
investor melihat nilai mereka tergerus. Keanehan harga tulip ini mendorong
krisis ekonomi dan meninggalkan banyak investor tanpa uang.
4. South Seas Bubble tahun 1719-1720
The South Seas Bubble menunjukkan apa
yang dapat terjadi ketika para spekulan menolak beberapa pembatasan pada skema
mereka. Pada awal abad 18, ekonomi Inggris menderita karena belanja
pemerintahnya di luar batas. Maka investor Inggris dibuai dengan cerita
banyaknya emas di benua Amerika. Untuk menangguk kekayaan tersebut, the
South Seas Company didirikan dan kerajaan Inggris menjamin hak dagang
eksklusif kepadanya .Meskipun faktanya Spanyol menjajah Amerika Selatan, membuat
keputusan Inggris tersebut benar-benar tidak berguna, namun investor
berbondong-bondong mendatangi perusahaan tersebut.
Perusahaan, meskipun dengan berbagai
keterbatasan, menarik sebanyak mungkin investor, hingga nilainya hampir sama
dengan pendapatan per kapita Inggris dalam setahun. Nilai sahamnya pun meroket
di lantai bursa the British exchange. Dengan kepercayaan diri yang
demikian tinggi, menteri keuangan Inggris sendiri saat itu menanam investasi
senilai ratusan ribu pound di perusahaan tersebut. Di akhir tahun 1720, saham
the South Seas Company bernilai sekitar 37 juta pound.
Tentu saja Spanyol menolak memberi izin Inggris
melakukan pencarian emas di sana. Akibatnya saham perusahaan jatuh dan ekonomi
Inggris lumpuh dan meninggalkan banyak investor miskin mendadak. Dan kekayaan
seluruh generasi Inggris saat itu hilang.
3.Mississippi Bubble
tahun 1716-1720
Inggris bukan negara satu-satunya yang menderita akibat aksi spekulasi pada kwartal pertama abad 18. Ketika raja Louis XIV mangkat, ekonomi Perancis sedang amat membutuhkan biaya untuk perang. Departemen keuangan tidak mempunyai cukup emas untuk mencetak koin baru. John Law, ekonom pemerintah Perancis, mengajukan proposal untuk mendirikan bank guna mencetak mata uang baru (berbahan baku kertas). Pemerintah mengedarkan begitu banyak mata uang sehingga nilainya lima kali dari kekayaan Perancis sendiri.
Untuk menghindari kehancuran ekonomi Perancis,
Law memberitahu warga Perancis bahwa tanah jajahan baru Louisiana penuh dengan
emas dan kesempatan peluang investasi yang menguntungkan. Dia berharap investasi
tersebut mendapat lampu hijau pemerintah untuk meraih kekayaan yang lebih besar
untuk mengatasi masalah uang kertas yang nilainya hancur. Ketika janji gunungan
emas di Lousiana ternyata omong kosong belaka, bubble meledak tahun
1720 dan nilai saham jatuh. Kemudian diikuti dengan penarikan uang
besar-besaran dari bank ketika nilai uang tinggal separuhnya dan inflasi parah
yang melumpuhkan ekonomi Perancis.
2. Konfederasi menghancurkan Ekonomi tahun 1860
Kombinasi antara blokade pihak serikat dan keputusan untuk memotong ekspor kapas, menurunkan pendapatan dagang konfederasi. Dua faktor ini menyebabkan inflasi merajalela sehingga membuat mata uang konfederasi hampir tidak ada nilainya. Ketika perang sipil berakhir, ekonomi wilayah selatan benar-benar hancur.
1. Perusahaan KA dan
Krisis Perak di Amerika tahun 1893
Kepanikan tahun 1893 adalah krisis ekonomi terburuk di Amerika hingga the Great Depression di tahun 1930-an. Ketika rel kereta api menjadi moda transportasi yang dominan di AS, para spekulan menanam investasi dalam bidang teknologi. Banyak perusahaan kereta api yang berlebihan dalam pengembangan teknologi ini, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pemasukan. Tahun 1893, perusahaan raksasa KA Philadelphia and Reading kolaps dan mengumumkan kebangkrutannya.
Pada saat yang sama ketika perusahaan KA mulai merasakan akibat dari kesalahan mereka, pasar perak digoyang. Tahun 1880-an kesaksian bahwa telah ditemukan beberapa tambang perak dan hasil produksinya membuat nilainya jatuh. Pemerintah AS berusaha untuk mengatasi krisis dengan membeli perak sebagai upaya untuk mendongkrak harga. Ketika pemerintah menghentikan pembelian perak, krisis mencapai puncaknya. Depresi ekonomi terjadi hingga tahun 1900 dan menjadi saksi bangkrutnya 16.000 bisnis dan terjadi puncak pengangguran sebesar 17%-19%.



























