Minggu, 26 Februari 2012
Kita lebih makmur dengan dinar emas....
21.39
No comments
Dalam sebuah siaran televisi Business News Network (BNN) beberapa hari lalu, Trace Mayer – seorang financial blogger yang cerdas dari Canada memberikan uraian menarik tentang struktur kekayaan di seluruh dunia saat ini. Dia menggambarkan struktur kekayaan ini membentuk piramida terbalik seperti pada ilustrasi disamping.
Paling atas adalah kekayaan ‘paling palsu’ yang menggelembung dalam berbagai bentuk derivatives, nilainya mencapai sekitar US$ 1,600 Trilyun (Seribu Enam Ratus Trilyun US Dollars !). Dibawahnya sedikit lebih baik dari ini adalah berbagai asset dalam bentuk real estate dan non–monetary commodities, jumlahnya hanya sekitar 8 % dari asset yang di gelembungkan tersebut diatas atau sekitar US$ 125 Trilyun.
Yang ketiga adalah hutang yang ada jaminannya dan saham, nilainya hanya US$ 100 Trilyun . Yang keempat adalah uang dalam arti luas dalam bentuk obligasi pemerintah, treasury bills dlsb.; nilainya sebesar kurang lebih US$ 65 Trilyun. Yang kelima adalah uang kertas dalam bentuk fisik seperti US$ Yen , Euro, Rupiah dst.; nilainya hanya sekitar US$ 4 Trilyun.
Yang terakhir adalah kekayaan yang sesungguhnya yaitu berupa emas dan perak yang nilainya dperkirakan hanya sekitar US$ 4 Trilyun, atau hanya 0.25% dari kekayaan yang paling atas (derivatives).
Struktur ini digambarkan sebagai piramida yang terbalik oleh Trace Mayer, untuk mengisyaratkan betapa labilnya ekonomi dunia saat ini. Kekayaan yang paling atas adalah yang paling tidak aman, semakin kebawah semakin aman.
Seperti grafitasi bumi yang menarik benda-benda jatuh kebawah, maka setiap kali pemegang asset merasa tidak nyaman dengan asset-nya – maka dia akan mencari pelarian ke asset yang lebih aman dibawahnya.
Investor yang sudah tidak nyaman dengan derivatives akan pindah ke real estate dan sejenisnya; kemudian tidak nyaman lagi akan pindah ke securitized debt dan stocks, tidak nyaman lagi akan pindah ke obligasi pemerintah dan sejenisnya; tidak nyaman lagi akan memilih memegang uang saja; dan tidak nyaman lagi akhirnya akan berburu emas dan perak.
Karena emas dan perak jumlahnya terbatas dan tidak bisa digelembungkan seperti pada asset-aset diatasnya, maka apa yang akan terjadi ? hukum permintaan dan penawaran yang akan berlaku. Ketika permintaan melebihi penawaran, harga pasti naik.
Lantas dengan emas yang nilainya hanya sekitar US$ 4 trilyun atau 0.25 % dari seluruh asset derivatives dunia; apakah emas akan cukup untuk memutar ekonomi dunia ? jawabannya adalah sangat-sangat cukup !. Berikut perhitungannya :
Total seluruh Gross Domestic Product (GDP) dunia saat ini ‘hanya’ sekitar US$ 55 Trilyun; jadi jelas tidak memerlukan derivates yang nilainya US$ 1,600 Trilyun untuk menghasilkan GDP yang nilainya hanya US$ 55 Trilyun ini. Tetapi emas yang diam atau disimpan saja, nilainya cuma US$ 4 Trilyun, jadi tidak cukup juga untuk menghasilkan GDP yang US$ 55 Trilyun.
Itulah sebabnya dalam Islam, emas tidak boleh ditimbun, tidak boleh digunakan untuk perhiasan laki-laki, tidak boleh untuk tempat makan dan minum – agar dia beredar untuk digunakan sebagai uang. Contoh yang diberikan dalam suatu hadits Rasulullah SAW, perputaran harta yang banyak ini adalah hanya dalam waktu 3 hari.
Jadi emas yang ada di dunia senilai US$ 4 Trilyun, bila berputar sebagai uang dengan kecepatan berputar 3 hari sekali, maka potensi nilai ekonomi yang diputarnya akan mencapai US$ 480 Triyun atau sekitar 8.7 kali dari total GDP seluruh dunia saat ini. !.
Artinya apa ini semua ?; dengan menggunakan emas sebagai uang, kemudian penggunaannya mengikuti tuntunan syariah – maka dunia bisa 8.7 kali lebih makmur dari dunia yang sekarang. Wa Allahu A’lam.
sumber : geraidinar.com by Muhaimin Iqbal
Mungkinkah menerapkan dinar emas pada saat ini?...Untuk memakmurkan perekonomian dunia Islam..
21.22
No comments
Sejak keruntuhan sistem emas (Bretton Wood) tahun 1971 praktis sistem moneter internasional bertumpu pada mata uang Dolar AS. Sejak itu dolar menjadi primadona pada hampir semua negara di dunia sebab semua mata uang dunia mayoritas ditambatkan dengan Dolar. Alasan penetapan dolar sebagai pengganti emas adalah karena Amerika saat itu merupakan negara dengan kekuatan ekonomi yang besar dengan ditunjukkan posisi GDP mencapai 20% GDP dunia dan juga dolar dianggap mata uang yang relatif stabil dibanding mata uang lainnya.
Konsekuensinya mayoritas negara di dunia menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dolar. Termasuk juga semua transaksi internasional seperti ekspor impor, perdagangan minyak, dan jasa keuangan menggunakan Dolar AS sebagai alat transaksi. Sehingga, secara tidak langsung ada keterkaitan yang cukup tinggi dari semua negara tersebut terhadap stabilitas dolar.
Munculnya kekhawatiran itu karena instabilitas dolar akan mendorong instabilitas mata uang di seluruh dunia dan juga ekspor inflasi ke seluruh dunia serta beban ekonomi yang terjadi di AS akan dibayar oleh miliaran penduduk dunia. Adilkah?
Menyikapi ketidakadilan tersebut banyak pengamat mencoba untuk mencari sistem moneter global yang relatif dapat dijadikan pengukur nilai dan penyimpan nilai yang stabil. Meera (2002) dalam bukunya “The Theft of Nation” menyebutkan setidaknya ada lima kriteria yang patut dimiliki agar suatu komoditas dapat secara efektif berfungsi sebagai uang, yaitu
(1) terstandarisasi, artinya nilainya dapat diketahui dengan mudah,
(2) diterima secara umum,
(3) mudah dipecah nilainya,
(4) mudah dibawa, dan
(5) nilainya tidak mudah tergerus dengan cepat. Apakah emas layak dijadikan uang.
Sebenarnya emas telah memainkan peran yang penting dalam peradapan dunia. Bahkan, sejak zaman Nabi Muhammad SAW masyarakat Arab menerima koin emas (dinar) yang dikeluarkan oleh Kekaisaran Bizantium Romawi. Namun, penerbitan Islamic dinar sendiri baru dilakukan 50 tahun setelah wafatnya Nabi. Tepatnya 75 Hijrah (696 M) yaitu pada saat Khalifah Abd al-Malik ibn Marwan. Dengan demikian ‘Dinar Emas’ bukan hal yang baru. Tetapi, karena peranan fiat money yang sangat kuat maka ‘Dinar Emas’ seakan tenggelam.
Maka dari itu ‘Dinar Emas’ sangat memungkinkan untuk direalisasikan sebagai mata uang pengganti Dolar AS atau Euro yang merupakan hard currency (fiat money) dengan menganalisis dan membandingkan kelebihan ‘Dinar Emas’ dan kelemahan fiat money.
Secara historis fiat money adalah uang kertas dan koin yang dicetak oleh bank sentral tanpa dijamin oleh apa pun (creating out without nothing). Setiap fiat money yang dicetak oleh Bank sentral sebenarnya merupakan beban (utang) bagi perekonomian. Transmisi penciptaan utang ini melalui intrumen moneter yang dinamakan Reserve Requirement Policy.
Intrumen ini secara tidak langsung bank sentral memaksa perbankan untuk mengendarkan dana melebihi kapasitas perekonomian. Padahal kemampuan perekonomian terbatas dalam menghasilkan barang dan jasa. Lebih parah lagi pencetakan uang ini juga dapat dilakukan oleh perbankan melalui pemberian jasa kredit. Sehingga, secara otomatis perekonomian yang telah mencapai full employment capacity tidak dapat menyerap kelebihan likuiditas tersebut.
Secara otomatis inflasi dan gelembung aset (bubble asset) terjadi. Fenomena inflasi ini tentunya membuat kepanikan dan kegagalan sistem perekonomian. Sehingga, wajar bila pengangguran dan pemutusan hubungan kerja menjadi pilihan sebagai dampat ikutan atas ketidakmampuan perekonomian menyerap kejutan (shock).
Gejolak nilai tukar pun tak dapat dihindari ketika inflasi terjadi yaitu berupa depresiasi nilai tukar domestik dan terjadi pengurasan cadangan devisa seperti yang terjadi di Indonesia tahun 97/98. Seketika juga beban utang dalam denominasi asing meningkat pesat yang pada gilirannya banyak perusahaan menjadi bangkrut (default).
Pemerintah dalam hal Bank Indonesia sebagai stabilisator dan the lender of the last resort tentunya berusaha mengembalikan stabilitas tersebut dengan mengorbankan anggaran-anggaran yang sedianya untuk pelayanan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Tentunya masih dalam ingatan kita bahwa saat krisis 97/98 pemerintah telah menghabiskan dana sebesar 12% GDP (IMF, 2000).
Secara tidak langsung inflasi yang dimotori oleh fiat money telah memakan biaya yang tidak sedikit dan merampok (theft) kekayaan dan kesejahteraan suatu negara. Selama ini apakah kita tidak menyadari bila Bank Indonesia hanya sibuk dan sibuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa pernah memikirkan biaya yang dikeluarkan akibat instabilitas tersebut serta akhirnya mengabaikan untuk membangun suatu sistem yang mampu menjaga dan mengarahkan stabilitas nilai tukar secara permanen.
Namun demikian kita juga masih bersyukur karena dari sekian banyak negara korban krisis ekonomi hanya Malaysia yang mencoba membangun sistem moneter yang berkeadilan. Hal ini dituangkan dengan pernyataan Perdana Menteri Dato DR Mahathir Bin Mohammad yang menyadari akan kebobrokan sistem fiat money sehingga perlu dipikirkan padanannya yaitu sistem ‘Dinar Emas’.
Dalam pidatonya dia dengan tegas mengatakan bahwa selama ini negara-negara di dunia telah ditipu dengan penggunaan fiat money karena hanya menguntungkan negara-negara maju. Khususnya AS. Sudah saatnya dunia memikirkan sistem mata uang yang memiliki nilai intrinsik sehingga peredaran dan nilainya dapat dikontrol.
Pendapat senada juga pernah disampaikan oleh Umar Ibrahim Vadillo seorang Ilmuwan Islam dari Spanyol pada kuliah di International Islamic University Malaysia (IIUM). Sesungguhnya setiap dolar yang dicetak oleh The Fed adalah inflasi yang harus dibayar oleh seluruh penduduk dunia. Setiap utang yang dilakukan oleh Amerika Serikat adalah beban hutang bagi semua negara-negara di dunia. Penyebabnya hanya karena Dolar AS tidak bernilai apa pun selain karena nominalnya sendiri.
Sebaliknya emas dipercaya dapat meminimalkan risiko moneter dibandingkan pada fiat money. Hal ini karena emas memiliki karakteristik yang memenuhi persyaratan ideal sebagai uang, yaitu:
(1) Emas memiliki nilai intrinsik yang nilainya tidak diragukan. Berdasarkan hukum Islam, satu dinar setara dengan 4,22 gram (0,135 ons) emas murni atau 1 spesial drawing right (SDR). Sehingga, wajar bila semua negara sangat menginginkan untuk menimbun emas sebanyak mungkin,
(2) Keberadaanya langka (rare) sehingga ia tidak mudah untuk diperoleh,
(3) Bersifat padat, artinya padat secara struktur dan bernilai besar sehingga untuk membeli barang bernilai besar cukup mengambil sedikit bagian dari emas,
(4) Penyimpan nilai yang aman,
(5) Tidak mudah rusak bahkan tahan lama walaupun telah ditransaksikan berulang kali,
(6) Emas tidak dapat diciptakan dan dirusak. Artinya emas tidak dapat dicetak dan berkurang nilainya sekehendak manusia sebab ia memerlukan proses dan bernilai intrinsik. Dengan demikian perekonomian secara otomatis akan terjaga dari percetakan uang tanpa dasar atau jaminan barang yang jelas,
(7) Terakhir karena kestabilannya. Hal ini berdasar riwayat oleh Imam Bukhari bahwa suatu ketika Rasulullah menyuruh Urwah membeli kambing seharga 1 dinar. Dengannya Urwah mendapat 2 kambing dan bila diasumsikan kambing berukuran sedang harganya setengah dinar maka tidak akan jauh berbeda bila dibandingkan sekarang. Karena, 1 dinar saat ini telah mencapai Rp 2,2 hingga 2,3 juta. Artinya, setelah lebih dari 14 abad daya beli dinar tetap.
(1) Emas memiliki nilai intrinsik yang nilainya tidak diragukan. Berdasarkan hukum Islam, satu dinar setara dengan 4,22 gram (0,135 ons) emas murni atau 1 spesial drawing right (SDR). Sehingga, wajar bila semua negara sangat menginginkan untuk menimbun emas sebanyak mungkin,
(2) Keberadaanya langka (rare) sehingga ia tidak mudah untuk diperoleh,
(3) Bersifat padat, artinya padat secara struktur dan bernilai besar sehingga untuk membeli barang bernilai besar cukup mengambil sedikit bagian dari emas,
(4) Penyimpan nilai yang aman,
(5) Tidak mudah rusak bahkan tahan lama walaupun telah ditransaksikan berulang kali,
(6) Emas tidak dapat diciptakan dan dirusak. Artinya emas tidak dapat dicetak dan berkurang nilainya sekehendak manusia sebab ia memerlukan proses dan bernilai intrinsik. Dengan demikian perekonomian secara otomatis akan terjaga dari percetakan uang tanpa dasar atau jaminan barang yang jelas,
(7) Terakhir karena kestabilannya. Hal ini berdasar riwayat oleh Imam Bukhari bahwa suatu ketika Rasulullah menyuruh Urwah membeli kambing seharga 1 dinar. Dengannya Urwah mendapat 2 kambing dan bila diasumsikan kambing berukuran sedang harganya setengah dinar maka tidak akan jauh berbeda bila dibandingkan sekarang. Karena, 1 dinar saat ini telah mencapai Rp 2,2 hingga 2,3 juta. Artinya, setelah lebih dari 14 abad daya beli dinar tetap.
Lalu bagaimana implementasi dinar dalam perekonomian???
Implementasi gold dinar dapat dilakukan dalam 2 hal yaitu transaksi perdagangan internasional dan transaksi domestik. Dalam hal transaksi perdagangan internasional diwujudkan dengan proses ekspor dan impor dua negara atau lebih yang telah sepakat untuk bertransksi dengan intrumen emas (Bilateral Payment Arrangement).
Dengan metode ini risiko kurs akan sangat minimal dan juga tidak ada unsur spekulasi (gharar) dan menghindari moral hazard traders dengan memanfaatkan keuantungan ganda akibat selisih nilai tukar (kurs). Dalam hal transaksi domestik misalnya dengan sistem pembayaran elektronik (electronic payment system) seperti sistem pada kartu debit.
Kedua transaksi di atas memang mensyaratkan tersedianya emas pada akun kustodian. Kustodian berperan sebagai lembaga perantara dalam pertukaran aset emas dan merupakan institusi atau lembaga yang tidak berdasar sistem bunga (riba) dan tidak berdasar sistem fiat money dalam transaksi ekonominya. Misalnya Islamic Development Bank (IDB) atau Bank of England.
Namun demikian harus diakui bahwa ‘Dinar Emas’ juga memiliki kelemahan-kelemahan. Seperti harganya yang juga berfluktuasi dan biaya produksinya cukup tinggi. Namun, setidaknya dunia dan umat manusia masih punya pilihan dan harapan akan adanya sistem moneter internasional yang dapat memberikan keadilan yaitu berupa stabilitas nilai serta memberikan suatu pemahaman bahwa system fiat money yang saat ini diterapkan mengakibatkan efek serius pada perekonomian global. Dengan demikian ‘Dinar Emas’ sangatlah mungkin diterapkan dan penerapannya menunggu komitmen dan perjuangan kita bersama.
Penulis adalah Kandidat Master International Islamic University Malaysia (IIUM), Direktur Humas Islamic Economic Studies for Indonesia Development (ISEFID) Kuala Lumpur.
Sejarah Dinar Emas Islam
20.32
No comments
Muslimin menggunakan emas dan perak berdasarkan beratnya dan Dinar Dirham yang digunakan merupakan cetakan dari bangsa Persia.
Koin awal yang digunakan oleh Muslimin merupakan duplikat dari Dirham perak Yezdigird III dari Sassania, yang dicetak dibawah otoritas Khalifah Utsman radhiyallahu anhu. Yang membedakan dengan koin aslinya adalah adanya tulisan Arab yang berlafazkan “Bismillah”. Sejak saat itu tulisan “Bismillah” dan bagian dari Al Qur’an menjadi suatu hal yang lazim ditemukan pada koin yang dicetak oleh Muslimin.
Standar dari koin yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn al-Khattab, berat dari 10 Dirham adalah sama dengan 7 Dinar (1 mithqal). Pada tahun 75 Hijriah (695 Masehi) Khalifah Abdalmalik memerintahkan Al-Hajjaj untuk mencetak Dirham untuk pertama kalinya, dan secara resmi beliau menggunakan standar yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn Khattab. Khalifah Abdalmalik memerintahkan bahwa pada tiap koin yang dicetak terdapat tulisan: “Allahu ahad, Allahush shamad”. Beliau juga memerintahkan penghentian cetakan dengan gambar wujud manusia dan binatang dari koin dan menggantinya dengan huruf-huruf.
Perintah ini diteruskan sepanjang sejarah Islam. Dinar dan Dirham biasanya berbentuk bundar, dan tulisan yang dicetak diatasnya memiliki tata letak yang melingkar. Lazimnya di satu sisi terdapat kalimat “tahlil” dan “tahmid”, yaitu, “La ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah” sedangkan pada sisi lainnya terdapat nama Amir dan tanggal pencetakkan; dan pada masa masa selanjutnya menjadi suatu kelaziman juga untuk menuliskan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, dan terkadang, ayat-ayat Qur’an.
Koin emas dan perak menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya kekhalifahan. Sejak saat itu, lusinan mata uang dari beberapa negara dicetak di setiap negara era paska kolonialisme dimana negara-negara tersebut merupakan pecahan dari Dar al Islam.
Perlu diingat bahwa Hukum Syariah Islam tidak pernah mengizinkan penggunaan surat janji pembayaran menjadi alat tukar yang sah.
Sumber wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Dinar_emas)
Sumber wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Dinar_emas)
Selasa, 21 Februari 2012
Kisah Tentang Datangnya Rezeki..Bertawakal dan Berikhtiarlah...Allah SWT mendatangkan rezeki kepada ummat-NYA
06.31
No comments
Oleh : Muhaimin Iqbal (Gerai Dinar)
Pada saat Ibnu Jarir at Tabari sedang berada di Makkah untuk menunaikan ibadah haji, dia melihat seorang lelaki dari Khurasaan berteriak-teriak di jalan : “ Wahai para haji dan penduduk Makkah baik yang hadir maupun yang tidak, saya kehilangan kantong yang berisi 1000 Dinar. Barang siapa yang bisa mengembalikan ke saya, Allah akan membalasnya dengan kebaikan, menjauhkannya dari api neraka, memberinya rezeki dan kesenangan di hari pembalasan”.
Seorang Arab tua miskin dengan baju yang lusuh datang mendekati lelaki dari Khurasaan ini, dia berkata : “Wahai Khurasaani, kota ini sangat keras, hari-hari haji terbatas, musim haji sudah ditentukan, pintu untuk membuat keuntungan telah ditutup, maka bisa saja uang Anda jatuh ketangan orang miskin yang membutuhkannya. Barangkali yang menemukannya mau mengembalikan kepada Anda bila Anda mau berbagi sedikit ?”.
Khurasaani berkata : “Berapa banyak yang dia mau ?”
Orang arab tua tersebut berkata : “barangkali sepersepuluhnya (100 Dinar) cukup…? ”
Khurasaani menjawab : “Tidak, aku tidak akan memberinya bagian, saya akan adukan kepada Allah pada hari aku menemuiNya, cukuplah Allah bagiku dan hanya kepadaNya aku percaya”.
Sampai tiga hari Khurasaani tersebut mencari kantong dengan 1000 Dinarnya yang hilang, setiap saat pula dia ditemui oleh orang Arab tua yang berpakaian lusuh tersebut. Pada hari kedua si orang Arab menegosiasikan agar yang menemukan diberi 1/100-nya atau 10 Dinar, pada hari ketiga dia menurunkan lagi tawarannya agar yang menemukan diberi 1/1000 atau 1 Dinar – tetapi Khurasaani tetap menolak memberinya.
Kejadian ini menarik perhatian Ibnu Jarir, dan dengan rasa keingin tahuannya dia mengikuti orang Arab tersebut. Sesampainya di rumah si orang Arab, Ibnu Jarir mendapati bahwa orang Arab tersebut memang benar sangatlah miskin. Dari luar rumahnya dia mendengar istri orang Arab tersebut membujuk suaminya agar dia mengambil saja 1000 Dinar yang dia temukan di jalan dan tidak perlu mengembalikannya ke Khurasaani yang kehilangan 1000 Dinar dan tidak mau berbagi tersebut.
Tetapi si suami, bersikukuh bahwa dia sudah hidup 86 tahun tidak memakan barang haram, dia tetap tidak mau memakannya sekarang hanya karena ditangannya ada 1000 Dinar yang bukan haknya.
Pada hari berikutnya dia menemui lagi Khurasaani yang sedang berteriak-teriak di jalan mencari 1000 Dinarnya. Deangan marah dia berkata : “Wahai Khurasaani, aku sudah berusaha membantumu dan meminta 100 Dinar bagi yang menemukannya – engkau menolak, 10 Dinar engkau menolak, 1 Dinar-pun engkau tetap menolak – padahal orang ini butuh untuk memberi makan anak istrinya”. Dia melanjutkan “Wahai Khurasaani, ayo ikut aku – aku kembalikan 1000 Dinar-mu utuh karena telah membuat aku tidak bisa tidur semenjak menemukan Dinarmu tersebut”.
Maka si Khurasaani mengikuti orang Arab tua tersebut menuju rumahnya. Sesampai di rumahnya, dia mengambil kantong dari galian tanah dan menyerahkannya kembali ke pemiliknya. Dengan senang hati si Khurasaani tersebut menerima kembali 1000 Dinarnya yang dicari-cari selama ini.
Ketika hendak pergi meninggalkan rumah orang Arab tua yang sangat miskin tersebut, tiba-tiba si Khurasaani berhenti di pintu dan berbalik , dia berkata ke si orang Arab tua : “ Wahai Pak Tua, ketika orang tuaku meninggal – dia meninggalkanku dengan 3000 Dinar. Dia berpesan kepadaku agar memberikan 1/3-nya untuk orang yang paling berhak yang aku dapat temui. Itulah sebabnya aku mengikat rapat-rapat kantong itu dan tidak memberikan satu Dinar-pun ke orang lain”. Lalu dia melanjutkan : “ Tetapi setelah melihat kondisimu ini, aku tidak menemukan orang lain sejak perjalananku dari Khurasan – yang lebih berhak uang ini selain engkau pak Tua. Maka ambillah seluruhnya 1000 Dinar ini”.
Dengan syukur yang luar biasa orang Arab tua yang sangat miskin tersebut menerima 1000 Dinar yang diberikan oleh si Khurasaani. Namun dia tidak mengambil semua untuk dirinya, dikumpulkan seluruh keluarga besarnya yang ada 9 orang – plus satu orang yang menjadi saksi atas kejadian tersebut yaitu Ibnu Jarir – total menjadi 10 orang, masing-masing mendapatkan 100 Dinar.
100 Dinar yang diterima Ibn Jarir tersebut menjadi bekalnya untuk menulis sejumlah kitab selama dua tahun, termasuk menulis cerita tersebut diatas.
Bahwa ketakwaan orang Arab tua yang sangat miskin tersebut mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka untuk seluruh keluarga besarnya dan bahkan juga orang lain yang menyaksikannya, inilah yang dijanjikan oleh Allah dalam ayat : “…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya…”(QS 65 : 2-3).
Jadi kalau selama ini dalam bekerja dan berusaha kita lebih sering miss the target, tidak mencapai target yang kitab inginkan – barangkali kita lupa dua hal yaitu takwa dan tawakal, karena janji Allah untuk memberi jalan keluar, rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan kecukupan atas semua keperluan – hanya berlaku bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakal !. Semoga kita bisa menuju kesana dan bisa melampaui target kita – above and beyond target !. InsyaAllah.
Senin, 13 Februari 2012
Quiz Islami..Berhadiah Dinar dan Dirham
23.27
No comments
By : Muhaimin Iqbal..
Postingan dari gerai dinar pusat- Kelapa dua..bagi yang berminat, dipersilahkan.....
Quiz yang diberi judul ‘Switch On Your Iman’ ini bertujuan menyalakan iman di hati masyarakat seperti nyalanya lampu yang menerangi. Dasarnya adalah ayat “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya. Dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas. Dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati…” (QS 35 : 19-22).
Kita insyaallah akan menjadi lebih mudah membangun keimanan yang kuat, manakala kita bisa melihat dengan mata kebenaran ayat-ayatNya, kita bisa merasakannya dalam hati, kita bisa mendengarnya dengan telinga, kita bisa merasakannya dengan lidah dan kita bisa menerimanya dengan akal.
Nah bagi Anda yang tertarik untuk meresponse quiz ini sekaligus menambah keimanan Anda, tugas Anda adalah mengidentifikasi mana ayat-ayat Al-Qur’an yang bukti kebenarannya dapat
(1) Anda lihat dengan mata,
(2) bisa Anda rasakan dalam hati,
(3) bisa Anda dengar dengan telinga,
(4) bisa Anda rasakan dengan lidah dan
(5) bisa Anda terima dengan akal.
Pemenangnya ditentukan bukan berdasarkan siapa yang menjawab lebih dahulu seperti quiz sebelumnya, tetapi ditentukan oleh seberapa banyak ayat yang bisa Anda temukan beserta dengan penjelasan buktinya untuk total keseluruhan dari 5 kategori bukti tersebut. Masing-masing bukti, minimal harus didukung oleh salah satu dari 5 kategori tersebut, salah satu dari yang bisa dilihat, dirasa dst.
Karena banyaknya bahan/sumber yang harus Anda kaji, maka pemenang dan contoh-contoh jawaban yang benar insyaAllah akan kami umumkan dua pekan sejak quiz ini diluncurkan atau tepatnya tanggal 27 Februari 2012. Jadi Anda bisa berusaha menjawabnya selama dua pekan dari hari ini sampai tanggal 26 Februari 2012. Jawaban dikirim via email ke : iqbal@geraidinar.com( ke geraidinar pusat)
Meskipun saya yakin Anda mau bersusah payah menjawab quiz ini bukan karena hadiahnya – melainkan karena Anda juga ingin men-switch on your iman, tetapi untuk menambah semangat Anda - kami akan berikan hadiah 1 Dinar bagi jawaban terbaik dan terlengkap, 5 (khamsah) Dirham untuk pemenang kedua, dan masing-masing 1 Dirham untuk 8 pemenang hiburan.
Insyaallah dampak yang luar biasa akan Anda alami selama dua pekan berusaha menjawab quiz ini dan sesudahnya, Anda akan mudah merasakan kehadiran Allah manakala Anda melihat, mendengar, merasakan dengan lidah, merasakan dengan hati, memikirkan dengan akal hal-hal atau masalah-masalah yang Anda jumpai dalam kehidupan Anda. Itulah sebagian dari tanda-tanda menyalanya atau hidupnya iman di hati Anda. InsyaAllah
Minggu, 12 Februari 2012
Head to Head antara Logam Mulia dengan Dinar Emas...Apple to Apple...
Dinar Emas Versus Logam Mulia
Berikut beberapa perbandingan antara logam mulia dengan dinar emas, keuntungan dan kelebihan masing-masing...Tentukan pilihan anda, semua ada sisi positif dan negatifnya...Ambil langkah bijak anda, yang tidak bijak adalah yang tidak memproteksi financial anda....
1. Untuk transaksi, Dinar lbh simple. Beli 10 Dinar artinya 10 keping Dinar. Harganya 10 x 1 Dinar, Kalau
mau beli LM 200gr bisa 2x100gr, 4x50gr, 40x25gr, 20x10gr,100x2gr, dll…. harganya beda2 walo
beratnya sama...Jadi kayaknya lebih liquid pake dinar ya...soalnya kan dinar resmi cuma satu keping,
4,25 gram emas 22 karat..
2. Makin kecil pecahan LM, makin mahal harga beli per gram. Harga jual sama saja. Jadi LM pecahan
kecil kurang efisien....Sedangkan Dinar sama saja, karena cuma ada 1 pecahan tadi. Selisih harga jual-
beli Dinar = 4%.... Selisih harga jual-beli LM bervariasi tergantung pecahan: sekitar 4% – 14%
selisihnya...Jadi kayaknya buat hitung untung ruginya antara waktu beli sama waktu jual, lebih untung
investasi di dinar lahhh...
3. Tapi Dinar lebih sulit dicari di toko emas, sedangkan LM bisa kita temukan di toko emas...Walaupun
tidak jual LM, semua toko emas mau beli LM. Tapi jarang toko emas mau beli Dinar... Karena Dinar
dijual di komunitas, maka layanannya lbh personal. Bisa nego, antar-jemput. Klo di toko emas bkn
langganan, agak sulit ...jadi kalo mau beli dinar, ya carilah agen dinar terdekat dan terpercaya
anda...Untuk Jakarta Barat, kami dari agen dinar Golddinarjameela,,,siap melayani pembelian dinar di
seluruh antero jakarta...
4. Bagaimana growth harganya LM vs Dinar? Sama aja, karena keduanya emas-emas juga....Tapi untuk
digadai, ada bank syariah yg memperlakukan Dinar = perhiasan, plafondnyha 85%, sedangkan LM
90%..jadi lebih mudah digadai kalau LM dibandingkan dengan dinar emas...
5. Dinar & LM sama2 produk Antam & bersertifikat. Jadi tanpa belajar naksir emas, cukup lihat sertifikat
saja , kita sudah tau kualitasnya....Dinar kena PPN. Tapi karena dijual dalam komunitas personal yg non- PKP, namun PPN tadi cuma sekali aja di Antam
So..memang beresiko untuk melakukan investasi..tapi lebih beresiko, bila kita tidak melakukan investasi
Wallahu Alam bisshawab
KPR versus DINAR Emas....Insya Allah, Dinar Emas Finish Duluan....
KPR Versus DINAR
Implementator think dinar!!!
Lagi terapkan buku >> Think DINAR …Implementator Think Dinar-Gerai Dinar
Samakan persepsi awal kita dalam berinvestasi atau menyimpan dinar dan emas adalah untuk jangka panjang, dan bukan untuk mengambil keuntungan sesaat serta merta berspekulasi atas naik turunnya harga emas.
Apakah jangka panjang yang dimaksud, misalnya untuk perencanaan haji, biaya pendidikan anak serta yang tidak kalah penting, yaitu Kepemilikan Rumah,,siapapun manusia di zaman sekarang tidak bisa tidak, pasti membutuhkan tempat hunian, dan bukan rahasia umum lagi bahwasannya harga tanah dan rumah selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya apalagi di tempat tempat strategis dan yang mudah terjangkau, dan biasanya KPR ini kita jalankan dalam jangka waktu 5 tahun, 10 tahun , 15 tahun bahkan 20 tahun…Semakin lama durasi pinjaman kita maka semakin jelas manfaat investasi kita.
Di sinilah peran dinar kita mainkan, kita tempatkan posisi dinar sebagai solusi alat tukar, intrinsic dinar berupa emas dapat kita manfaatkan untuk menyelesaikan persoalan persoalan keuangan jangka panjang, termasuk KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ), KPA ( Kredit Pemilikan Apartment ), dan lain lain.
Kita samakan persepsi kembali, bahwa hutang tersebut yang menjadi cicilan kita setiap bulannya yang harus dilunasi sampai durasinya berakhir dan ilmu dari orang tua- orang tua kita adalah bahwa kita perlu melunasinya secepat mungkin segala hutang yang ada agar kehiduypan menjadi tenang, TANPA BEBAN HUTANG..
BAGAIMANA DINAR BEKERJA MELUNASI KPR ANDA???
Misalkan saya memiliki KPR Rumah di daerah sawangan seharga Rp.150.000.000,- dengan cicilan hutang sebesar Rp.2.000.000 per bulannya selama sekitar 15 tahun, sejak januari 2010..( Saya meminjam di Bank Syariah- dimana cicilannya flat – pokok pinjaman saya sebesar 900 ribu rupiah dan margin bank sekitar 1,1 juta ),,,Selama 2 tahun pertama Alhamdulillah kita bisa membayar cicilan, dan pada tahun ketiga sesuai berjalannya waktu kita mendapatkan kelapangan rezeki misalnya kenaikan gaji, usaha yang berkembang ataupun misalnya mendapatkan bonus tahunan dari perusahaan.
Misalkan kita mendapatkan kenaikan gaji sebesar 1 juta rupiah per bulannya, apa yang akan kita lakukan?..MENAIKKAN CICILANNYA SEMULA 2 JUTA RUPIAH MENJADI 3 JUTA RUPIAH TIAP BULANNYA?.....JANGAN….sebaiknya anda tidak lakukan….Berfikirlah secara dinar…………Think Dinar, Please….
Alihkan dana atau gaji berlebih itu ke dalam dinar, selain untuk menutup hutang, kita akan lihat bahwa DINAR akan menjadi investasi sebagai simpanan serta pengembangan Asset. Saat ini ( February 2012, 1 Dinar senilai 2,2 juta ) dan dalam setahun kita memiliki dana sekitar 12 juta yang bila dikonversikan ke dinar, terkumpullah sekitar 5 Dinar emas dan sejumlah Dirham..
Pada tahun-tahun berikutnya, seiring dengan kenaikan gaji dan rezeki kita, juga seiring dengan kenaikan harga emas, maka dengan dana yang sama, sejuta setiap tahunnya ( ATAU anda mau melebihkan sendiri per bulannya ) maka kita bisa dapatkan sekitar 4 Dinar lebih tapi tidak mencapai 5 dinar…( ATAU BILA REZEKI BERTAMBAH KITA BISA MENDAPATKAN LEBIH DARI 5 DINAR )
Kita ambil garis besarnya, bahwa setiap tahunnya kita bisa menabung 5 dinar dan di tahun ketiga menabung dinar, kita dapatkan 15 keping dinar. Dengan asumsi kenaikan dinar per tahunnya sekitar 20 persen..WALLAHU ALAM- ini hanya estimasi saja…., maka di tahun 2015, estimasi dinar sekitar di atas 3,5 juta per kepingnya, maka 15 dinar tadi sekitar bernilai di atas 50 juta, sementara saat ini harga 15 dinar hanya berkisar 33 jutaan..
Selama 3 tahun itu ( 5 tahun berjalan cicilan rumah ) maka harga pokok yang kita bayar adalah sekitar 45 juta, dan pokok hutang kita sekitar 105 juta rupiah, dan apabila kita teruskan menabung dalam bentuk dinar di tahun ke 6, Insya Allah kita memiliki 20 Dinar, dan di tahun ke-6 itu pula harga dinar sekitar , estimasi di atas 5 juta ( katakanlah 5 juta rupiah ) maka di tahun ke-6 kita memiliki 20 * 5 juta sekitar 100 juta rupiah..
Dan di tahun ke-6 itu, harga pokok hutang saya terbayar adalah 64 jutaan dan pokok hutang saya adalah sekitar kurang dari 90 juta rupiah…Nah, dengan tabungan dinar saya sekitar 20 dinar di tahun 2016 tadi, Insya Allah saya akan melunasi KPR saya dalam trahun ke-6, dan bukan di tahun ke-15 seperti rencana awal saya…
So, hutang KPR bisa saya bayar cepat an di saat yang sama , saya memiliki simpanan dinar emas sebagai investasi Atau ketika ingin melunasi lebih cepat, di tahun ke-enam kita lkunaskan semua hutang-hutang kita, dan akhirnya kite bisa leluasa karena terbebas dari hutang..
Wallahu alam,,,estimasi kenaikan harga dinar emas adalah estimasi yang kerap terjadi tanpa berniat mendahului kehendak Allah SWT…
Arifin, Sawangan Depok—Feb 2012













