Selasa, 22 Mei 2012
Mengenal kekayaan sahabat Rasululah SAW ( Abu Bakar Ash Shiddiq RA )
Banyak di antara kita mengira kekayaan orang pada masa lalu adalah berbeda dengan saat ini, kebanyakan orang berfikir sekaya-kayanya orang di masa lampau tidak sekaya orang saat ini..Apakah hal ini benar?...Dengan menggunaan parameter DINAR Emas, Insya Allah kita dapat mengetahui kekayaan orang-orang di masa lampau..
Kita bersyukur dengan adanya dinar emas, sebagai salahsatu fungsinya yaitu sebagai satuan penghitung kekayaan dan bisa kita konvert ke rupiah di zaman sekarang..dimana nilai dinar dan dirham adalah tetap sejak pertama kali ditetapkan hingga saat ini..
Apabila kita membaca sejarah islam, disebutkan Abu Bakar pernah membebaskan seorang budak yang merupakan sahabat nabi yaitu Bilal bin Rabbah, yang dijamin akan masuk ke surga..Saat menawarkan untuk menebusnya, sang majikan yaitu Umaiyah bin Khalaf memberikan penawaran yang tinggi yaitu 9 uqiah emas ( 1 uqiah adalah 31,7475 gram emas berarti sekitar 7,4 dinar emas, dimana 1 dinar emas adalah 4,25 gram emas ), dan Abu Bakar menyanggupinya tanpa menawar, saat ini 1 dinar sekitar 2,1 juta rupiah per kepingnya maka yang harus ditebus sekitar 9*7,4*2,1 juta rupiah >>> sekitar 140 juta rupiah..suatu harga yang fantastic untuk ukuran budak saat itu.
Ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi membuat seseorang dapat berbuat lebih untuk membela agama Allah SWT, selain itu banyak sekali kisah dari abu bakar yang digunakan untuk membebaskan budak-budak..bahkan di awal keislaman dikisahkan bahwa Abu Bakar RA pernah menghabiskan 40.000 dirham untuk memerdekakan budak, dengan perhitungan 1 dirham saat ini sekitar 70 ribu rupiah maka dana itu sekitar 2,8 Milyar rupiah.
Semoga kisah ini menjadi contoh untuk kita, agar senantiasa tergerak untuk membela agama Allah SWT, untuk tetap istiqomah melakukan amal ibadah sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW...
Wallahu Alam bisshawab,,Have a gold day
Jangan salahkan kambing hitam
Kenapa dalam setiap kesempatan, kita selalu membawa-bawa kambing hitam sebagai seribu satu alasan menjawab segala bentuk kegagalan yang ada ??????...saya pun turut prihatin kenapa kambing hitam selalu dipelihara dalam diri kita, kenapa kita tidak mencari kambing putih saja...kambing hitam dalam artian lain inilah yang membunuh mindset kita,, saya anjurkan peliharalah kambing hitam sebenarnya untuk kita pelihara dan kita ternakkan..
karena sampai kapanpun, selama mereka memelihara mindset kambing kambing itu, mereka tidak akan pernah sukses meraih apa yang mereka impikan atau cita citakan, inilah beberapa
contohnya :
1.
Tuhan tidak adil, karena saya dilahirkan di keluarga sederhana sementara orang-orang lain dilahirkan berkecukupan, hingga mampu menggapai semua cita-citanya..Masya Allah tsumma Masya Allah
- Pendidikan formal saya terbatas, jadi dapat kerjaan juga terbatas,,otomatis penghasilan juga terbatas...jadi tidak bersyukur sama Allah SWT
- Keluarga tidak mendukung mencoba mencari penghasilan tambahan, padahal kebutuhan keluarga meningkat terus..
- Mau cari pendidikan informal susah...biayanya besar belum tentu bisa menjamin kalau kursus dah selesai..otomatis bisa langsung cari penghasilan tambahan
- Buku-buku pengembangan diri, harganya mahal ..jadi saya tidak mampu untuk membeli buku tersebut
- Investasi itu mahal...resikonya besar, kalau gagal atau tidak sesuai dengan harapan maka kita akan mengalami kerugian dan kekecewaan yang mendalam.
- Ikut seminar-seminar,,ikut kajian-kajian agama, bisnis, wirausaha, dan sebagainya hanya membuang waktu saja....
- Dan sejuta alasan lainnya yang dijadikan kambing hitam, yang saya yakin tidak membuat kita termotivasi justru membuat kita bertambah malas..
Hal ini berlaku juga dalam bentuk investasi, mulailah berinvestasi dari sekarang..selama ini kita terkadang berfikir bahwa investasi adalah sesuatu yang mahal,inilah yang menjadi kambing hitam kita,,,banyak terdapat jenis type investasi yang ada saat ini,,,mulailah dari yang anda sukai dan anda fahami, lalui kembangkanlah hingga kita dapat memiliki investasi investasi yang lain,,,bahkan Insya Allah kita dapat memiliki bisnis sebagai jalur kehidupan kita..
Sebagai contoh, karena blog ini membahas tentang pemahaman tentang dinar emas, yang selalu dijadikan kambing hitam adalah bahwa emas itu mahal dan saya tidak memiliki cukup banyak uang untuk membeli emas..padahal kalau kita mau berfikir jernih sesungguhnya kita bisa memiliki kepingan dinar emas dengan cara menabung melalui m-dinar, dengan pembukaan setoran sebesar ¼ dinar dan selanjutnya setiap saat kita bisa menabung dengan sejumlah rupiah, yang pada akhirnya Insya Allah kita bisa memiliki fisik koin dinarnya...kita bisa mengalokasikan uang harian kita yang kurang produktif, dengan menabungnya terlebih dahulu seperti uang rokok dikurangi, uang untuk lifestyle, dan lain sebagainya...
Akhiruu kalam...peliharalah kambing hitamnya di kandang saja,,,ambil susunya untuk kesehatannya...ambil dagingnya untuk konsumsi kita....ambil anak-anak kambing untuk bisnis kambing kita...yang terpenting jangan sampai ada mindset kambing hitam di kepala anda..
Walahu alam bisshawab.....Have A gold day
Selasa, 15 Mei 2012
Apakah Sumber Malapetaka Perekonomian?????
Pernahkah terpikir oleh Anda, apakah penyebab utama berbagai penyebab meningkatnya kebutuhan hidup mulai dari kenaikan harga barang, sembako, BBM, sandang, pangan, papan, biaya pendidikan, ongkos naik haji, dll. Yang ujung-ujungnya bermuara kepada krisis moneter dan krisis ekonomi dunia?
Sadarkah jika semuanya itu bersumber kepada “uang kertas made in konspirasi internasional” melalui IMF, Bank Dunia, Federal Reserve AS, Bank-bank Sentral, dan sistem perbankan secara global, yang mereka kendalikan, dan direkayasa sedemikian rupa “secara ilmiah” sehingga kita semua khususnya ummat Islam dan masyarakat dunia pada umumnya terus-menerus menanggung akibat dari merosotnya nilai alat tukar modern yang diberlakukan saat ini yaitu uang kertas.
Kemiskinan menjadi fenomena umum akibat inflasi yang tiada henti. Berkali-kali, sepanjang zaman modern di abad ke-20 sampai memasuki abad ke-21 ini, kita dihadapkan dengan apa yang disebut sebagai ”krisis moneter”, yang tak lain akibat dari sistem uang kertas, yang sepenuhnya berbasis pada riba. Rasulullah Saw bersabda:“Sungguh akan datang suatu masa (ketika) tiada seorang pun diantara mereka yang tidak memakan (harta) riba. Siapapun yang (berusaha) tidak memakannya, ia tetap akan terkena debu(riba)nya”. (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, Nasai dari Abu Hurairah, ra). Penulis: Debu riba = Uang kertas. Maha Benar Allah dan Rasul-Nya.
Sehingga situasi ekonomi dunia senantiasa dibayang-bayangi oleh krisis yang sangat besar yang boleh jadi akan menimbulkan kekacauan dan huru-hara hampir di setiap penjuru bumi termasuk krisis yang sekarang (secara ilmiah sengaja dibuat) sebagaimana melanda Yunani yang dapat mengancam krisis ekonomi global. Allah SWT berfirman: “Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” [QS. 2: 11-12]
Solusi:Kembali Menggunakan Mata Uang Islam
Firman Allah SWT: “Hai kaumku penuhilah takaran dan timbangan yang adil, dan janganlah engkau merugikan hak-hak manusia (dengan mencurangi nilai), dan janganlah berbuat zalim dengan melakukan kerusakan.” [QS. 11: 85]
Pada tahun 1 Hijriyyah, Rasulullah Muhammad Saw telah menetapkan Dinar Emas dan Dirham Perak sebagai standar mata uang Islam. Kemudian ditegakkan oleh Khalifah Umar ibn Khattab pada tahun 18 Hijriyah.
Dinar Emas adalah koin emas berkadar 22 karat (91,70%) dengan berat 4,25 gram. Sedangkan Dirham Perakadalah koin perak murni (99.95%) dengan berat 2.975 gram. Dinar Emas dan Dirham Perak merupakan “mata uang kenabian” yang berlaku sebagai alat tukar yang sah sejak masa Rasulullah Saw, para sahabat, sampai masa-masa pemerintahan Islam hingga berakhirnya Daulah Utsmani (1924).
Baik Dinar maupun Dirham disebutkan secara spesifik di dalam al Qur’an, di mana Dinar emas mengacu pada nilai tukar yang besar, sedangkan Dirham perak mengacu pada nilai tukar yang lebih kecil. Bersamaan dengan berakhirnya Daulah Utsmani, Dinar dan Dirham, serta fulus, turut hilang dari peredaran dalam masyarakat. Akibatnya berbagai macam ketentuan dalam syariat Islam, seperti kewajiban berzakat, ketentuan tentang diyatdan hudud, serta sunnah Nabi Muhammad Saw seperti pembayaran mahar, sedekah, maupun ketentuan dalam muamalat (syirkat, qirad, dsb) tidak dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Sejak tahun 1992, kalangan Muslim telah mengupayakan pemakaian kembali Dinar emas dan Dirham perak, bersama-sama dengan fulus, baik untuk keperluan pembayaran zakat maupun bermuamalat. Sejak 2002 Dinar emas dan Dirham perak juga telah mulai beredar dan digunakan oleh kaum Muslim di Indonesia. Meski masih dalam skala terbatas penerapan kembali Dinar emas dan Dirham perak telah membuka pintu-pintu bagi pengamalan kembali berbagai sunnah Nabi Muhammad Saw. yang dalam waktu satu abad terakhir ini telah hilang atau sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Islam.
From : wakalanusantara
Anjuran Sultan Ternate untuk penggunaan dinar dan dirham
From www.Hidayatullah.com --
Festival Legu Gam 2012 kembali digelar di halaman keratonan kesultanan Ternate, Maluku Utara. Kegiatan tahunan ini sekalius digelar sebagai peringatan ulang tahun Sultan Ternate Mudaffar Sjah ke-77.
Dalam sambutannya, Sultan Mudaffar memaparkan masalah kemiskinan yang masih menyelimuti warga Ternate. Untuk itu, pihaknya terus mengadakan upaya dalam mengatasi hal ini.
Salah satu caranya adalah dengan rencana pengadaan dirham dan dinar sebagai alat tukar warga Ternate. Wacana ini dikemukakan Sultan usai bertemu dengan pemerintah Malaysia . Menurut Sultan, kepemilikan warga terhadap 1 dinar yang bernilai Rp2 juta dan 1 dirham seharga perak Rp67 ribu akan meningkatkan kehidupan ekonomi warganya.
"Rakyat bisa sejahtera karena nilainya tidak naik atau turun," ucapnya menjelaskan program yang telah berlangsug selama tiga tahun tersebut.
Lebih lanjut, Sultan menambahkan gagasan itu sejalan dengan hukum Islam.
"Sesuai perintah Allah, pada saatnya, semua tak lagi berharga kecuali dinar dan dirham," terangnya dikutipMedia Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengatakan, "Tentang dinar, ini adalah saran yang baik. Tapi akan dibicarakan lagi, karena Republik ini masih menggunakan rupiah."
Sebelum ini, pernyataan serupa pernah disampaikan Ratu Ternate, Boki Ratu Nita Budhi Susanti. Dikutip laman dpr.go.id, ia memililki angan-angan diterapkannya konsep nilai tukar Dirham maupun dinar di wilayah kesultanan yang ada di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki sistem perbaikan moneter Indonesia.
“Organisasi Islam center dunia telah mengadakan rapat bahkan kesultanan ternate ikut serta dalam rapat tersebut membicarakan kemungkinan penerapan nilai tukar baru untuk kesultanan,”paparnya. Alasanlain menurut Boki, nilai tukar emas tidak pernah terimbas oleh inflasi. Bahkan, Malaysiapun gaji PNSnya separuh menggunakan emas. “Jika berjumlah besar emas tersebut bisa diterapkan menggunakan kartu seperti halnya ATM,” kata mantan Ketua Dewakara (Dewan Kraton Nusantara) periode 2009 ini.
So >>>> tentukan pilihan anda....Berfikirlah dengan dinar untuk perekonomian Islam..
Wallahu Alam Bisshawab
Minggu, 13 Mei 2012
Satanic Finance
Sistem keuangan moderen adalah biang kerok kian bertambahnya jumlah orang miskin, pengangguran, inflasi dan pelbagai kekacauan moneter lainnya saat ini. Sistem ekonomi moderen memang tidak dibuat untuk memakmurkan umat manusia melainkan memiskinkan mereka demi mengabdi pada segelintir orang. Inilah yang disebut dengan satanic finance
Satanic finance itu hidup karena ditopang Three Pilars of Evil (tiga pilar setan).
a. Fiat money –uang kertas.
b. Fractional reserve requirement –cadangan wajib bank.
c. Interest –bunga.
Pilar setan pertama adalah penciptaan uang kertas (fiat money). Menurut Riawan, dibalik pembuatan uang kertas terdapat muslihat. Uang kertas diciptakan dari ketiadaan karena penerbitannya tidak disokong emas atau perak. Uang kertas bernilai (dianggap bernilai) hanya karena diberi cetakan angka oleh otoritas moneter yang menerbitkannya. Sejatinya, ia hanya lembaran kertas biasa, tak beda dengan kertas cetakan lainnya.
Disebabkan terbuat dari ketiadaan, maka fiat money rentan spekulasi. Saat penciptaannya melebihi jumlah barang dan jasa yang bisa diproduksi maka inflasipun terjadi. Melalui fiat money pula, kolonialisasi moderen dijalankan. Tidak perlu serangan militer untuk menguasai negara lain.
Dolar AS, sebut buku ini, adalah contoh nyata bagaimana AS mudah menjajah dunia. Melalui sistem uang kertas, AS mempermainkan nilai mata uang negara-negara ketiga yang bersandar kepadanya. Penciptaan uang kertas adalah konspirasi
Pilar setan kedua,fractional reserve requirement (FRR) –kebijakan yang menempatkan bank sebagai pihak yang leluasa mengucurkan pinjaman (kredit) kepada deposan. Di sini, bank, termasuk bank sentral, ikut mencetak fiat money lalu menggandakannya.
Pilar kedua ini bertemali dengan pilar ketiga; interest (bunga) –praktik lumrah berikutnya dalam perbankan. Bunga dipungut oleh bank karena beberapa alasan: sebagai biaya servis atas transaksi pinjaman (utang) atau kompensasi mendapatkan hasil produktif bila uang tersebut diinvestasikan dalam bentuk lain.
Apapun alasannya, Taurat, Injil dan Al Quran melarang memungut bunga karena termasuk riba. Seluruh kitab agama langit itu sepakat, memungut riba (bunga) menyebabkan pelbagai kerusakan. Dalam praktiknya, bunga menuntut tercapainya pertumbuhan ekonomi yang terus menerus, kendati kondisi ekonomi aktual sudah jenuh. Bunga mendorong persaingan di antara para pemain dalam ekonomi. Bunga memosisikan kesejahteraan pada segelintir minoritas dengan memajaki kaum mayoritas.
Bagaimana melawan satanic finance ini? Tidak perlu dilawan. Cukup beralih ke sistem lain yang sudah teruji yakni kembali menggunakan mata uang dinar emas dan dirham perak serta tinggalkan riba. Melalui dua hal ini maka “tiga pilar setan” akan runtuh dengan sendirinya.
Dinar adalah koin emas murni seberat 4,25 gram; dirham adalah koin perak seberat 3 gram. Mata uang ini patut dikedepankan saat ini. Keduanya bernilai riil sebab terbuat dari logam mulia. Ini berbeda dengan uang kertas yang hakikatnya tak lebih dari kertas cetakan belaka. Potonglah sekeping dinar emas menjadi bagian-bagian kecil, seluruh bagiannya tetap berharga namun guntinglah selembar uang kertas maka ia sama sekali tak akan berguna.
Dinar-dirham juga stabil. Sejarah menunjukkan, mata uang ini tidak mengenal inflasi sementara fiat money adalah biangnya inflasi. Banyak kalangan menyebut dinar-dirham sebagai mata uang surga (the heavens currency). Maksudnya, bukan mata uang yang digunakan di surga melainkan sebagai penjaga keadilan yang menjadi salah satu ciri penghuni surga
Dinar-dirham hanya sekadar nama. Esensinya, keduanya adalah logam berharga: emas dan perak. Sejarah menunjukkan, ribuan tahun peradaban manusia menempatkan emas dan perak sebagai alat moneter. Koin emas pertama kali digunakan 500 tahun sebelum masehi tatkala Raja Croesus berkuasa hingga ke era Julius Caesar dan Kaisar Nero. Dinar sendiri dikenal sebagai mata uang Byzantium dan dirham dari Persia. Belakangan, Nabi Muhammad SAW mengakuinya sebagai mata uang. Koin dinar emas dan dirham perak terakhir digunakan sebagai mata uang pada tahun 1924 seiring jatuhnya Kekhalifahan Osmaniah di Turki.
By : Riawan Amin ( Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia )
DINAR EMAS REVOLUTION....
Mengapa Dinar Emas begitu istimewa? Karena bahan pembuatnya yaitu emas merupakan konduktor terbaik di dunia, Emas tidak beroksidasi dengan oksigen sehingga tidak akan berkarat, Emas merupakan pemantul panas terbaik.
Itu merupakan sebagian keistimewaan emas dan masih banyak lagi kehebatan lainnya, bahkan keistimewaan emas membuat Ibnu Khaldun terkagum-kagum sehingga di dalam kitab Muqaddimah-nya yang termahsyur, Ibnu Khaldun menyatakan bahwa Allah SWT telah menciptakan emas dan perak sebagai alat pengukur nilai (measure of value). Al-Magrizi dalam Ighatsah mengatakan bahwa Allah SWT tidak hanya menciptakan logam mulia tersebut sebagai alat pengukur nilai atau harga bagi segala sesuatu, namun juga sebagai alat tukar yang sejati (the real medium of exchange
Emas juga sangat bernilai karena langka (rare), Iron and Steel Institute, sebuah lembaga ilmiah yang melakukan pengkajian terhadap banyak logam termasuk emas yang bermarkas di Washington DC, menyatakan bahwa produksi baja di AS sejak tahun 1995 mencapai 10.500 ton perjam. Sementara penambangan emas sedunia dari tahun ke tahun hanya mengalami kenaikan dua persen. Dalam satu tahun penambangan emas di seluruh dunia hanya sanggup menghasilkan sekitar 2000 ton emas
Bukan suatu kebetulan bila emas, perak dan tembaga terletak dalam satu kolom yang sama pada tabel periodik kimia yaitu Aurum, Argentum dan Cuprum. Pada zaman jauh sebelum tabel periodik kimia ditemukan, emas, perak dan tembaga telah digunakan sebagai uang (alat tukar). Emas (Dinar) digunakan untuk nilai tukar yang besar, Perak (Dirham) digunakan untuk pertukaran dengan nilai yang lebih kecil dan Tembaga (Fulus) untuk transaksi yang paling kecil
Emas merupakan logam yang lunak dan sangat mudah ditempa. Tidak seperti logam lainnya yang memiliki keterbatasan ketahanan dalam penempaan, Emas sanggup ditempa menjadi lembaran super tipis yang nyaris transparan (melleable), sehingga 1 ons emas sanggup dijadikan sebuah lembaran sangat tipis dengan luas seukuran 100 kaki persegi. Bila dijadikan tali super tipis, satu ons emas bisa direntangkan sepanjang 50 mil
Emas memiliki kestabilan nilai yang MENGEJUTKAN!!. 1400 tahun lalu di zaman Rasulullah, harga seekor ayam dewasa adalah 1 dirham yang di Mei 2012 dikurskan sekitar 70.000 rupiah dan harga seekor kambing dewasa yang sehat seharga 1 dinar yang di tahun 2012 sekitar 2.200.000 rupiah, tidak berbeda jauh bukan? bisa dikatakan harga seekor kambing selama 1400 tahun tidak mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan emas. Bandingkan dengan nilai uang kertas, dalam waktu beberapa tahun saja nilainya menyusut menjadi sepersekiannya
Harga emas selalu dikabarkan di media massa mengalami kenaikan terus menerus. sejatinya, nilai emas stabil, uang kertas lah yang nilainya turun relatif terhadap emas akibat inflasi. Emas adalah uang sepanjang zaman, emas selalu menjadi uang dalam sejarah manusia diakui ataupun tidak. Pada kenyataannya, pemerintahan-pemerintahan dunia mengendalikan nilai uang kertasnya dengan cara mempengaruhi suplai emas di pasar adalah sebuah pengakuan bahwa emas lah yang sebenarnya uang itu
Pada akhir tahun 2008 lalu, nilai emas sempat turun karena The Fed berencana menjual stok emasnya sebesar 40 ton. Ini merupakan bukti tambahan yang menguatkan bahwa emas adalah uang yang sebenarnya. Emas adalah mata uang surga, istilah ini menyatakan bahwa mata uang emas merupakan kreasi tuhan yang diturunkan kepada manusia di bumi. Namun sayangnya akibat keserakahan (greedy) sebagian kecil manusia maka emas dihapuskan peranannya sebagai mata uang sejati
Sudah saatnya kita beralih ke emas, sebagai alat ukur maupun sebagai alat tukar...minimal orientasi berfikir kita adalah emas...DINAR ORIENTED..
Wallahu Alam Bisshawab....
Jumat, 11 Mei 2012
Allah SWT yang menjadi saksi atas semuanya...
Bisa jadi, kita pernah dihadapkan pada situasi di mana posisi kita tak menguntungkan. Kita bingung karena tak ada satu pun saksi bahkan penjamin dari sesuatu itu. Dalam Islam, dikenal kalimat Wa kafaa billahi syahida atau Wa kafaa billahi wakiila.
Untuk menyederhanakannya, saya akan kemukakan satu kisah dari Abu Hurairah dari Nabi SAW. Diceritakan, bahwa ada seorang lelaki dari Bani Israil yang meminta pinjaman kepada temannya sebanyak seribu dinar. Temannya berkata, “Hadirkan beberapa orang untuk menjadi saksi pinjaman ini”. Lelaki itu berkata, “cukuplah Allah menjadi saksi”.Temannya melanjutkan, “Tunjuklah seseorang sebagai penjamin”, Lelaki Bani Israil ini kembali berkata“Cukuplah Allah sebagai penjamin.”
“Baik, kamu benar.” Kemudian temannya memberikan pinjaman seribu dinar sampai jatuh tempo yang disepakati bersama. Setelah memperoleh pinjaman uang sebanyak itu, dia pergi ke laut untuk sebuah urusan.
Ketika jatuh tempo hutang sudah hampir tiba, dia mencari kapal untuk pulang ke rumah dan membayar hutangnya, namun tidak ada kapal yang dia temukan. Karena itu, dia mengambil sebuah kayu dan melubanginya. Dia menulis surat untuk temannya dan tidak lupa menyertakan uang seribu dinar sebagai pembayaran hutang. Kemudian dia menutup kayu itu, lalu pergi ke pinggir laut dan berkata, “Ya Allah, engkau tentu tahu bahwa aku meminjam uang dari temanku sebanyak seribu dinar. Dia meminta penjamin kepadaku, lalu aku jawab bahwa Engkau sudah cukup sebagai penjamin, ternyata dia setuju.
Dengan usaha amat keras, aku mencari kapal agar bisa pulang ke rumah untuk membayar hutang itu, tapi aku tidak menemukan kapal sama sekali. Karena itu, aku titipkan uang ini kepada-Mu.” Setelah berkata demikian, dia melemparkan kayu berisi seribu dinar itu ke laut, lalu dia mencari kapal lagi yang membawanya menemui temannya.
Pada saat yang sama, temannya keluar menuju laut, barangkali ada kapal yang datang membawa lelaki yang berhutang kepadanya agar hutang itu terbayar. Namun dia hanya melihat sebatang kayu yang dilemparkan lelaki tadi hanyut ke laut dari seberang sana. Dia ambil kayu itu dan membawanya ke rumah menemui keluarganya untuk dijadikan kayu bakar. Namun ketika kayu itu dia pecah, ternyata di dalamnya terdapat uang dan selembar surat dari lelaki yang berhutang.
Beberapa saat kemudian, lelaki yang berhutang sudah pulang ke rumah, kemudian dia berkata kepada temannya, “ Sungguh demi Allah, aku sudah bersusah payah untuk mencari kapal agar bisa membayar hutangku kepadamu. Namun aku tidak menemukan satu kapal pun sebelum kapal yang aku tumpangi ini.”
“Apakah kamu telah mengirimkan sesuatu kepadaku sebelumnya ?” Tanya lelaki pemberi pinjaman.
“Tidak, aku sudah memberitahu kamu, bahwa aku tidak menemukan kapal sebelum kapal ini.”
“Sungguh Allah telah membayar hutangmu dengan uang yang kamu kirimkan lewat kayu di lautan, hutangmu seribu dinar itu sudah terbayar.”
Saya mempersilahkan memaknai cerita tersebut. Tapi bagi saya, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa sungguh Allah tak pernah tidur, penyaksi atas semua dan pemegang semua hakikat kebenaran. Allah mengetahui yang sebenarnya, sandarkanlah kepadanya....
Wallahu A’lam bisshawab...Have a gold Day
From: Arum Spink













