Pergerakan dinar

Tabungan M-Dinar

Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Owner Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat. Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Senin, 10 September 2012

Uang emas produksi BI- tahun 1970 ( dalam kenangan part-II )


Oleh : Arifin-golddinarjameela
 
Malam ini saya sedang mengamati sekoin mata uang yang pernah diterbitkan oleh BI di tahun 1970...hehehehehe..Tahun 1970, saya belum lahir bahkan orangtua saya pun belum menikah saat itu..tapi saya bisa memahami betapa bernilainya arti uang tersebut  dari cerita orang tua yang disampaiakn ke saya..
 
Ada nilai rupiahnya yang menggambarkan berapa nilainya saat itu...mari kita lihat dan kita coba telaah dan kita kaji....Berikut detailnya uang koin tersebut :
 
Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 2.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 4,93 gram
- Tebal : -
- Diameter : 18,00 mm

ciri-ciri
- depan : Gambar burung cenderawasih dan teks “25 tahun kemerdekaan republik indonesia”
- belakang : Gambar lambang negara garuda pancasila, logo “bank indonesia dan “2000 rupiah”
- samping : Rata

Dengan berat sebesar 4,93 gram senilai 2000 berarti 1 gram emas saat itu senilai kurang lebih 400 perak...Masya Allah EMPAT RATUS PERAK!!!!!....berari 1 keping dinar emas saat itu senilai 91,7/100 * 4,25 gram * 400 = Rp.1558 yaa katakanlah 1500 Perak...

Hayo!!!..Bandingkan 1 dinar emas saat ini...malam ini satu keping dinar senilai 2,3 Juta rupiah...berapa persen kenaikan dinar emas dari tahun 1970 ke 2012 selama 42 tahun >>>>>1500 kali lipatnya ....alias 150000 ( 150 RIBU PERSEN )



Ayah saya sering menceritakan betapa pertama kali melakukan ibadah qurban saat itu, dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit bisa membeli seekor kambing jantan yang layak senilai Rp.1500 hingga Rp. 1750...Masya Allah..murah sekali saat itu yaaa...

hal di atas membuktikan bertapa rapuhnmya nilai uang kertas kita,,,seandainya kita berpegang pada uang emas,,niscaya daya beli uang kita tetap stabil tidak dipermainkan dan dirampok oleh inflasi,,kris moneter,,,bla bla bla...kambing itu tetap bertanduk,, tetap berbulu dan berjenggot,,,,gak ada yang lainnya..hanya harganya yang terus naik...dinarnya juga itu itu aja.....

Tak ada alasan untuk tidak beralih ke mata uang emas,,,,,Have a gold day...

Bye bye tahun 1970..

Bamboo city, September 10th 2012

Tip dan trik ber-investasi




Dari berbagai sumber...

Biar bagaimanapun, investasi sektor riil yang dikelola dengan baik jauh lebih menguntungkan. Yang dimaksud dengan sektor riil disini adalah usaha yang bersifat riil dalam artian ada barang / jasa yang dipertukarkan. Berdagang sembako, bikin pabrik sepatu, buka jasa fotokopi, semuanya itu merupakan contoh dari usaha riil.

Sayangnya tidak semua diantara kita ada yang mempunyai waktu dan kemampuan untuk menjalankan usaha riil tersebut. Oleh karena itu berikut 10 tips menarik yang dapat dijadikan acuan dalam berinvestasi di sektor selain sektor riil :

1. Pastikan seberapa besar tingkat resiko yang mampu kita hadapi. Hal ini penting karena biasanya tingkat hasil tergantung pada tingkat resiko. Kita ambil contoh deposito. Menurut sebagian besar orang, deposito adalah bentuk investasi yang aman. Coba kita lihat hasil deposito selama tahun 2008. Tingkat bunga deposito tahun 2008 adalah 8 %, sementara tingkat inflasi tahun 2008 menurut pemerintah adalah hampir 12 %. Hal ini berarti tingkat bunga riil deposito selama tahun 2008 adalah minus 4 %. Nilai deposito kita diakhir tahun 2008 tinggal 96 %, meskipun jumlah nominalnya bertambah 8 %. Fisik uang kita aman, akan tetapi nilainya malah turun...bagaimana dengan deposito tahun 2011, 2012 dan selanjutanya di 2012...anda tinggal hitung saja berapa inflasinya...

2. Tentukan jangka waktu investasi apakah jangka pendek atau jangka panjang. Jangan sampai kita berinvestasi dalam instrument investasi yang bersifat jangka panjang namun belum lama waktu berlalu sudah menghitung keuntungan atau kerugian. Hal ini hanya akan membuat kita tidak tenang karena investasi kita bisa saja turun nilainya dalam jangka pendek, sementara dalam jangka panjang investasi tersebut sangat potensial.

3. Dalam menghitung tingkat keuntungan investasi yang menggunakan sistem prosentase seperti misalnya deposito ataupun obligasi, gunakan tingkat bunga riil sebagai pembanding. Bila lebih besar dari tingkat bunga riil, investasi bisa diteruskan. Bila lebih kecil dari tingkat bunga riil, cari instrument investasi yang lain. Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi. Tingkat inflasi yang pasti hanya dapat diketahui setelah terjadi, namun target inflasi yang dipatok oleh pemerintah bisa dijadikan rujukan.

4. Cari informasi mengenai penerbit instrument investasi sebanyak mungkin. Mayoritas instrument investasi mengandung resiko yang biasa disebut Counterparty Risk. Resiko ini adalah resiko dimana pihak penerbit instrument investasi memiliki kemungkinan untuk ingkar janji dan / atau bangkrut.

5. Konsultasikan dengan yang lebih mengerti dan lebih berpengalaman. Meskipun kita telah mengumpulkan banyak informasi, bagi yang tidak bisa mengolahnya akan mengalami apa yang disebut “Kebanjiran Informasi”. Informasi yang dimiliki banyak namun kita tidak mampu mengolahnya sehingga tidak ada yang bisa dimanfaatkan. Dengan berkonsultasi kepada yang lebih ahli, informasi yang kita miliki dapat diolah menjadi informasi yang bermanfaat.

6. Bila kita seorang karyawan dan kemudian kita “ketiban rejeki nomplok” (dapat warisan misalnya) sementara masih memiliki hutang bank atau leasing, akan lebih efektif bila melunasi lebih dahulu hutang tersebut sebelum melakukan investasi. Dengan melunasi hutang lebih dahulu berarti kita telah melakukan “cut loss”, yaitu menghindari kerugian yang sudah pasti daripada mencari keuntungan yang belum tentu didapat.

7. Alokasikan paling banyak 30 % dari penghasilan bulanan kita untuk investasi. Lebih dari itu berarti kita terlalu banyak menunda “kenikmatan” yang seharusnya bisa kita nikmati sekarang untuk dapat dinikmati dimasa yang akan datang padahal umur kita belum tentu sampai selama yang kita perkirakan. Menikmati pendapatan sekarang bukan hanya berarti membelanjakan penghasilan yang ada dalam bentuk barang ataupun berbagai kenikmatan lainnya, akan tetapi bagi sebagian orang memberi sebagian penghasilannya kepada orang yang lebih membutuhkan juga merupakan kenikmatan.

8. Hindari berinvestasi dengan menggunakan leverage. Maksudnya adalah sebaiknya kita dalam berinvestasi hanya menggunakan uang yang benar2 100% kita miliki, bukan mengunakan uang yang sebagian berasal dari hutang yang mengharuskan kita membayar bunga. Dengan menggunakan hutang berbunga untuk investasi, paling tidak mengakibatkan biaya tetap / fixed cost yang harus ditanggung menjadi bertambah.

9. Dalam berinvestasi dengan menggunakan instrument kertas ( paper-investment instrument), kita harus menyadari bahwa terdapat resiko investasi kita menjadi tidak bernilai sama sekali / bernilai Rp 0,00 Kasus penipuan besar di Amerika Serikat yang dilakukan oleh penipu ulung Bernard Madoff, merupakan contoh teranyar. Modus yang dia pakai sederhana, bahkan dari berita di koran orang Indonesia juga pernah melakukannya, dalam skala yang lebih kecil tentunya.

10. Terakhir, jangan lupa untuk menilai segi fundamental dari sebuah instrument investasi. Misal, kita berinvestasi dalam bentuk obligasi pemerintah. Counterparty Risk yang dimiliki investasi ini kecil, namun dalam kondisi tingkat bunga terus naik, maka nilai obligasi akan menjadi turun.

Start u'r invest now.....memiliki investasi memang beresiko, tapi lebih beresiko bagi yang tidak memiliki investasi...

Salam,,,have a gold day!!!!!

Jumat, 07 September 2012

Gunakanlah emas sekarang atau Amerika akan menggunakannya esok hari!


sumber : arrahmah.com
Oleh: Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi 

"Gunakanlah mata uang emas atau dinar karena Israel dan Amerika akan menggunakan emas sebagai mata uang esok hari,"

Ucapan di atas saya ambil dari ceramah Syekh Imran Hossein di  Mesjid Raya Bogor, 11 Juni 2011. Dengan membawakan tema "The Future of Islam", pakar konspirasi dan akhir zaman asal Trinidad dan Tobago itu, mengingatkan jama'ah atas nasib umat muslim dewasa ini. Ia mengatakan bahwa umat Islam telah menjadi pecundang yang menyedihkan di negerinya sendiri. Menurutnya penggunaan uang kertas oleh kita adalah keladi dari kemiskinan yang merata di seluruh Indonesia.

"Karena uang kertas itu jugalah Singapura menjadi negara yang sangat kaya raya," ujarnya kesal.

Baginya ini sangat memalukan, sungguh bahkan. Padahal Islam telah memiliki sistem keuangan yang murni, orisinal, dan menyejahterakan. Namun sistem Ekonomi Islam yang telah diwarisi oleh Nabi Muhammad SAW dicampakkan begitu saja.


"Memalukan, sesuatu yang sangat memalukan bagi umat Muhammad saw., yang tidak dapat mengenali uang kertas ini sebagai penipuan. Penipuan adalah sesuatu yang haram dan uang kertas adalah instrumen untuk melegalisasi pencurian. Kita adalah pecundang yang menyedihkan," lirih penulis buku The Gold Dinar and Silver Dirham itu dilumuri kekecewaan. Muka para jama'ah juga mengamininya.

Namun di balik itu semua, kalimat "Israel dan Amerika akan menggunakan mata uang emas kedepannya" betul-betul harus kita garis-bawahi. Invasi Amerika ke Papua untuk mengeruk sumberdaya emas bangsa ini betul-betul pada titik nadir. Bukan mustahil langkah tersebut adalah jalan bagi Amerika beserta sekutunya yang telah memprediksi kejatuhan ekonomi mereka dan beralih dari Dollar (US$) menuju emas bercahaya.

Menurut Muhaimin Iqbal, praktisi Dinar di Indonesia, perilaku US$ selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas. Kalau US$ yang diindikasikan dengan US$ Index naik, maka harga emas yang turun. Sebaliknya jika index US$ turun, maka harga emas yang akan naik. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini. Tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, isu-isu politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi fluktuasi US$.

Menurutnya, salah satu isu untuk melihat fluktuasi dapat kita ambil dari tren ekonomi Amerika Serikat. Untuk memahami akan kemana ekonomi Amerika, maka kita bisa menggunakan dua buah data, yakni perumahan dan pengangguran.


Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan, namun dampaknya kemana-mana. Di samping data mengenai perumahan, tentu data pengangguran juga bisa kita gunakan karena melalui data ini kita akan sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, termasuk Amerika.

Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah, bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.

Menurunnya data penjualan rumah serta indeks harga rumah AS mengindikasikan bahwa kontraksi ekonomi global masih terus berlangsung. Dibutuhkan suatu langkah yang konkret untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran.

Pada sisi pengangguran juga begitu. Di tahun 2008 saja pengangguran di Amerika telah mencapai angka di atas 5%. Angka itu melonjak drastis pada tiga tahun setelahnya (September 2011) di mana Depnaker AS mengatakan tingkat pengangguran di 20 negara bagiannya berada di atas angka nasional 9,1 persen, dengan tingkat tertinggi berada di Nevada yang mencapai 13,4 persen.

Pada tahun 2012 angkanya pun tidak mengalami perubahan berarti. Di New York City kini tingkat kemiskinan naik secara signifikan ke rekor tertinggi dibanding  tahun 2010 seperti dirilis oleh City's Center for Economic Opportunity. Bahkan menurut laporan The New York Times menemukan bahwa jumlah warga New York yang tergolong miskin pada tahun ini meningkat hampir 100.000 orang sejak tahun 2009. Persentase tingkat kemiskinan pun naik 1,3 % menjadi 2,1%.

Data pemerintah menunjukkan 12,7 juta warga Amerika kini menjadi pengangguran. Empat dari 10 di antaranya tidak bisa mendapat pekerjaan selama 27 minggu atau lebih. Menurut ekonom, pertambahan lapangan kerja dibutuhkan untuk memberi konsumen kepercayaan yang mereka perlukan untuk melakukan pembelian, dan mendorong perusahaan melakukan investasi yang mengarah pada perekrutan baru.

Maka itu menarik jika menyimak perkataan Alen Gresspan, mantan chairman dari Federal Reserve AS (1987-2006), yang mengatakan, "Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation."

Realitas ini akan berpeluang untuk memberi jalan hancurnya dollar AS yang pada saat bersamaan meruntuhkan hegemoni ekonomi kapitalis Amerika. Pada titik ini pula maka nilai emas akan semakin melonjak naik.

Data dari Bloomberg.com, misalnya, harga emas di bulan Oktober 2011 telah mengalami peningkatan terpanjang dalam 2 bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kejatuhan Dollar yang memicu peningkatan permintaan logam mulia tersebut sebagai aset alternatif.

Dollar mencetak rekor penurunan terbesar terhadap Yen dan mundur terhadap Euro, setelah para pemimpin Uni-Eropa setuju untuk memperbesar dana bantuan menjadi empat atau lima kali lebih besar, menjadi sekitar 1 trilyun euro ($1.4 milyar). Sedangkan Emas telah meningkat sebesar 23% sepanjang tahun 2011. Sebaliknya dollar malah menurun sebesar 5.7% terhadap Euro.

Grafiknya tidak jauh beda pada tahun 2012. Harga emas terus naik sekitar 1,790 dollar AS pada bulan Februari, tingkat tertinggi sejak tahun 2012, setelah Fed pada waktu itu mengatakan akan terus mengarahkan suku bunga mendekati nol sampai setidaknya pada akhir 2014. Sedangkan di Comex, harga emas berjangka untuk penyerahan September 2012 ditutup pada level harga 1.684,6 dollar AS per troy ons atau menguat sebesar 31,1 dollar AS per troy ons.

Tampaknya AS menyadari gejala ini. Meminjam bahasa Syekh Imran, mereka akan melakukan segala daya upaya agar keuangan mereka tetap stabil. Salah satunya beralih ke emas.

Gejala itu memang sudah tampak. Sejumlah kalangan di Negeri Paman Sam begitu gencar mengusulkan penggunaan koin emas dan perak sebagai alat transaksi. Negara bagian Utah menjadi pelopornya. Belum lama ini, sejumlah wakil rakyat di sana menyusun rancangan undang-undang terkait hal tersebut. RUU itu telah lolos hingga ke tingkat Kongres melalui pemungutan suara. Jika RUU itu nanti disahkan maka koin emas dan koin perak akan menjadi alat tukar alternatif bagi rakyat Utah selain uang kertas dolar.


Ternyata Utah dan Virginia tidak sendiri. Dikabarkan negara bagian mulai melirik koin emas dan perak untuk alat transaksi. Ide ini bertumbuh di Idaho, South Carolina, New Hampshire, Tennesse, Indiana, Iowa, Oklahoma, Vermont, Georgia, Missouri dan Washington.

Maka tidak heran bahwa kunjungan Hilary Clinton baru-baru ini adalah upaya untuk mengukuhkan tangan AS di Papua sebagai upaya menstabilkan ekonomi AS melalui tambang emas di Papua. Terlebih di akhir pemerintahannya Barack Obama jika tidak mampu mendongkrak perekenomian Amerika dengan mewarisi hutang sebesar US$16 triliun; jumlah yang dua kali lebih banyak daripada saat Bush masih menjabat. Bahwa kapitalisme telah gagal.

Jadi mungkin betul perkataan Syekh Imran, kelak Amerika akan mengganti dollar dengan emas sebagai mata uangnya. Lalu bagaimana dengan kita?  Masihkah kita bergeming untuk beralih ke dinar?

 " (Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai " (Shahih Muslim).

 *Penulis adalah Koordinator Kajian Zionisme Internasional dan Redaktur Ahli Islampos.com.

21 perbedaan cara fikir antara milyarder dengan orang biasa...



Dari berbagai sumber..


Miliarder wanita dunia asal Australia, Gina Rinehart, memberikan pernyataan keras kepada media dengan mengatakan kalangan kelas menengah terlalu cemburu dengan orang-orang kaya.

Gina yang tengah terlibat kasus hukum perebutan harta warisan ini menganggap kalangan kelas menengah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi dibandingkan bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaannya. 

Pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold, yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat kalangan super kaya ini seolah terpisah dengan kalangan lain. 

Dikutip dari bussines Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas. 

"Kalangan kelas menengah sering menasehati untuk bahagia dengan apa yang dimiliki," kata Steve. "Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa ketakutan bila ingin berkaitan dengan uang," 

Berikut adalah 21 perbedaan cara berpikir para miliarder dan orang-orang biasa:

1. Orang biasa menganggap uang adalah akar dari segala kejahatan. Orang kaya berpikir kemiskinan adalah akar dari semua kejahatan

Siebold mengatakan banyak orang yang telah dicuci otaknya dengan menganggap orang kaya adalah kalangan beruntung atau tidak jujur. Inilah yang menyebabkan munculnya budaya malu untuk menjadi kaya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. 

"Masyarakat seluruh dunia tahu bahwa memiliki uang memang tak menjamin kebahagiaan namun membuat hidup lebih mudah dan lebih bisa dinikmati," kata Siebold. 

2. Orang biasa menganggap egois adalah sifat buruk. Orang kaya memandang egois adalah kebajikan

"Orang kaya keluar rumah dan membuat dirinya senang. Mereka tak berupaya untuk berpura-berpura menyelamatkan dunia," kata Siebold. 

Masalahnya masyarakat kelas menengah memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif dengan membiarkan tetangga mereka hidup dalam kemiskinan.

"Jika anda tak menjaga diri sendiri, Anda tak dalam posisi untuk menolong orang lain. Anda tak bisa memberikan yang tak Anda miliki,"

3. Orang biasa bermental penjudi. Orang kaya memiliki mental beraksi

Siebold mengatakan, saat sebagian orang menunggu menemukan angka yang tepat dan berharap meraih kekayaan, orang kaya berupaya untuk menyelesaikan masalah. 

"Para pahlawan (kelas menengah) menunggu Tuhan, pemerintah, bos, atau pasangannya. Ini adalah cara berpikir orang rata-rata yang menurunkan cara pendekatan ini dalam memandang hidup padahal detik jam terus berdetak,"

4. Orang biasa menganggap jalan menjadi kaya harus melalui pendidikan formal. 
Orang kaya percaya dengan cara mengambil ilmu yang lebih spesifik

5. Orang biasa terbius dengan kejayaan masa lalu. Orang kaya bermimpi untuk masa depan

Miliarder mendapatkan kekayaannya karena mereka bertaruh dengan dirinya dan proyek yang dibuatnya, tujuan, dan ide-ide ke dalam masa depan yang belum jelas. 

Orang-orang yang percaya dengan kekayaan yang pernah diperolehnya, jarang sekali menjadi kaya. Bahkan biasanya berakhir dengan ketidakbahagiaan dan depresi. 

6. Orang biasa melihat uang dengan emosi. Orang kaya melihat uang secara logis. 

Ketika mendapatkan uang, orang biasa akan mentransformasikannya menjadi sebuah ketakutan dan didorong oleh pemikiran untuk mengubahnya menjadi masa pensiun yang menyenangkan

Orang kaya melihat uang sebagai alat yang kritis yang menggambarkan pilihan dan peluang. 

7. Orang biasa mendapat uang dari aktivitas yang tak disukai. Orang kaya mengikuti hasrat mereka

Rata-rata orang biasa melihat orang kaya bekerja sepanjang waktu. Kalangan yang lebih pintar berusaha untuk melakukan apa yang disukai dan mencari cara untuk menghasilkan uang dari kecintaannya itu. 

Di pihak lain, kalangan kelas menengah mendapat pekerjaan yang tak disukainya karena mereka membutuhkan uang.

8. Orang biasa menetapkan target rendah agar tak kecewa. Orang kaya meninggikan target sebagai tantangan

Psikolog dan ahli kesehatan lain seringkali memberikan nasihat kepada pasiennya untuk memasang target rendah dalam kehidupannya agar tak kecewa. 

"Takkan ada orang yang bisa menjadi kaya dan hidup dengan impiannya tanpa memasang target besar," kata Siebold. 

9. Orang biasa percaya harus melakukan sesuatu untuk menjadi kaya. Orang kaya percaya Anda harus menjadi sesuatu untuk menjadi kaya

Inilah alasan mengapa orang seperti Donald Trump beranjak dari jutawan menjadi miliarder yang berutang US$9 miliar dan kembali dengan kekayaan yang lebih besar.

"Di saat sebagian besar orang terpaku untuk mengerjakan dan segera mendapat hasil dari pekerjaannya, orang-orang terkenal berupaya mempelajari dan berkembang dengan setiap pengalaman yang dimiliki," 

10. Orang biasa percaya Anda butuh uang untuk menghasilkan uang. Orang kaya menggunakan uang milik orang lain

Siebold mengatakan orang kaya umumnya tak takut untuk menghimpun kekayaannya dari kantong orang lain.

11. Orang biasa menilai pasar modal dikendalikan oleh logika dan strategi. Orang kaya tahu bahwa pasar modal dikendalikan emosi dan keserakahan.

Sukses investasi di bursa saham tak selalu hanya berdasar formula hitung-hitungan matematika. Orang kaya justru menilai faktor utama yang mengendalikan pasar keuangan adalah ketakutan dan keserakahan. "Mereka memasukkan faktor ini pada perdagangan dan tren pasar modal," kata Siebold.

Pengetahuan mengenai sifat alami manusia dan dampak overlap pada perdagangan pasar modal memberikan investor keuntungan strategis dalam membangun kekayaan lebih besar melalui leverage. 

12. Orang biasa hidup di atas kebutuhan mereka, orang kaya justru sebaliknya.

Orang kaya hidup di bawah standar kebutuhannya, bukan karena mereka cerdas. Namun, karena mereka membuat banyak uang untuk hidup mewah di saat mengantongi pasokan layaknya seorang raja di masa mendatang.

13. Orang biasa melatih anaknya untuk bertahan. Orang kaya melatih anaknya untuk menjadi kaya.

Kalangan orang kaya melatih anak-anaknya sejak usia dini dengan mengenalkan konsep berpunya dan tak berpunya. Meski banyak orang yang berpendapat bahwa Siebold mengakui dirinya mendukung ide elitism tersebut, dia menolak pandangan itu.

"Masyarakat selalu mengatakan orang tua mengajarkan anaknya untuk melihat ke bawah (masyarakat yang lebih miskin). Itu tak semuanya benar," kata Siebold. "Apa yang mereka ajarkan pada anaknya adalah melihat dunia melalui mata yang lebih objektif."

14. Orang biasa memiliki uang yang membuatnya stres. Orang kaya mencari kedamaian pikiran dalam kekayaan.

Alasan mengapa orang kaya mendapat kekayaan lebih banyak adalah mereka tidak takut untuk mengakui bahwa uang bisa membuat masalah selesai. 

"Kalangan menengah melihat uang sebagai kebutuhan yang tak pernah ada habisnya, sehingga harus memenuhi sepanjang hidup". 

15. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya justru sebaliknya. 

Umumnya orang-orang kaya tak banyak berinvestasi dalam bentuk pendidikan formal. Justru yang mereka lakukan adalah belajar sepanjang waktu, kendati masa pendidikan telah usai.

"Ketika masuk ke rumah orang kaya, hal pertama yang Anda lihat adalah ruang perpustakaan mahal berisi buku-buku yang telah membuat mereka menjadi sukses".

16. Orang biasa berpikir orang kaya adalah sombong. Orang kaya hanya ingin dikelilingi oleh golongan yang memiliki pemikiran sama.

Mentalitas negatif dari uang yang telah meracuni kalangan kelas menengah membuat kalangan orang kaya memilih untuk bergaul dengan masyarakat yang sama dengan mereka. 

"Orang kaya tak bisa menerima pesan mengenai kiamat dan kegelapan," kata Siebold.

17. Orang biasa fokus pada menabung. Orang kaya fokus pada pendapatan.

Siebold berteori, kalangan orang kaya memfokuskan dirinya memikirkan cara meraih untung dari risiko yang diambil. Langkah ini lebih dipilih daripada menyimpan uang yang telah diterimanya.

18. Orang biasa bermain aman dengan uangnya. Orang kaya tahu kapan waktunya mengambil risiko.

19. Orang biasa senang kenyamanan. Orang kaya mencari kenyamanan dalam ketidakpastian.

Bagi sebagian orang, dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk menjadikan risiko sebagai jalan menjadi miliarder. Tantangan yang bagi kalangan kelas menengah akan menciptakan posisi tak nyaman. 

"Kenyamanan fisik, psikologis, dan emosi merupakan tujuan utama dari pemikiran kalangan kelas menengah".

20. Orang biasa tak pernah mengaitkan uang dan kesehatan. Orang kaya tahu bahwa uang bisa menyelamatkan hidup.

Di saat sebagian besar masyarakat AS berselisih mengenai isu Obamacare dan jaminan asuransi kesehatan perusahaan, kalangan super kaya justru mendaftar layanan kesehatan super elite.

Orang kaya ini menjadi anggota dari asuransi yang memberikan jaminan 24 jam yang hanya bisa diakses segelintir masyarakat. 

21. Orang biasa percaya bahwa mereka harus memiliki keluarga bahagia atau menjadi kaya. Orang kaya tahu bagaimana mendapatkan semua itu.

Ide mengenai kekayaan akan memunculkan waktu berkumpul keluarga yang mahal, tak lain hanya sebuah pembiaran. Orang kaya berpikir Anda bisa memiliki semuanya jika melakukan pendekatan pada tantangan itu dengan pikiran penuh cinta dan kekayaan.

Miliki dinar emas,,miliki property...jalankan bisnis...banyakkan asset...jadilah miliarder berikutnya...

Wallahu Alam bisshawab

Rabu, 05 September 2012

Uang koin emas indonesia tahun 1992..( Dalam kenangan--part one )



By : Muhammad Arifin-golddinarjameela

Tahukah anda?..Bank Indonesia pernah mengeluarkan dan menerbitkan mata uang koin emas, pada periodik tahun 1990an?...berikut detailnya yaaa, yang saya dapatkan dari internet....Yuk, kita kaji ulang,,dan marilah kita lihat betapa dahsyatnya mata uang emas dibandingkan dengan uang kertas... 

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Save The Children Fund/1990
Seri/ Emisi : Seri Save The Children Fund/1990
Pecahan : Rp. 200.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih

Tanggal
- Penerbitan : 01 December 1992
- Penarikan : 31 December

Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 10,00 gram
- Tebal : -
- Diameter : 25,00 mm
Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara Garuda Pancasila, teks "BANK INDONESIA"
- Belakang : Teks "SAVE THE CHILDREN" dan "200.000 rupiah"
- Samping : Bergerigi

Ternyata saat itu,,di tahun 1990,,satu koin terbitan BI ini dihargai 200 ribu rupiah dengan berat 10 gram...kita pukul rata saja yaa...ongkos cetak tidak kita perhitungkan dalam hal ini..maka harga satu gram emas saat itu sekitar 20 ribu saja..Wouwww...sangat murah sekali yaaa...dan kira-kira satu koin dinar emas saat itu harganya sekitar 90-100 ribuan...( heheehehehhee...harga seekor kambing cuma 100 ribu-an saja..itu yang cukup layak loooo)

Hayooo..kita tarik ke zaman sekarang,,di tahun 2012,,harga saat ini satu gram-nya...kita mudahkan saja sebesar Rp.500.000,- per gram..maka uang koin BI tahun 1992 itu harganya saat ini sudah mencapai 5 jeti!!!!!...Wouwwwww...naik 2500 persen dari saat awal produksinya.....

Apa intinya dari tulisan saya ini?..hayooo kita berfikir emas...jangan terpaku ke uang kertas...beralihlah ke uang emas...minimal anda berfikir emas,,,,berfikirlah secara rasional...think dinar emas.....

Wallahu Alam bisshawab...Have a gold day!!!

Berselancar di dinar emas.....


Bila mengikuti trend di data yang kami kumpulkan sejak lebih dari empat tahun lalu, bisa jadi hari-hari kedepan adalah waktunya untuk harga emas kembali bergejolak setelah ber-hibernate  selama setahun terakhir. Hal yang sama terjadi awal 2010, setelah harga emas ber-hibernate sejak awal 2009. Pemicu utamanya-pun sama yaitu Quantitative Easing yang dilakukan oleh the Fed-nya Amerika.


Meskipun belum dipastikan jumlah dan waktunya, Quantitative Easing (QE) tahap III sudah diindikasikan olehchairman-nya the Fed akhir pekan lalu. Dua QE terdahulu yaitu tahun 2008 dan 2010 memang terbukti sangat efektif mendongkrak harga emas dunia untuk melejit ke tingkat harga sekarang yang sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan masa-masa sebelum dunia mengenal QE.



Hanya saja ada satu faktor lagi yang dominan yang bisa mempengaruhi harga emas dunia yang kini ada – yang tidak ada pada tahun 2008 atau 2010, yaitu faktor krisis Eropa. Krisis Eropa yang meluas sejak setahun terakhir telah ‘menyamarkan’ permasalahan yang dihadapi di Amerika.

Kinerja ekonomi Amerika yang belum juga berkilau meskipun sudah dua kali dipacu dengan QE I dan QE II, tersembunyikan oleh menguatnya Dollar yang diburu orang yang meninggalkan Euro karena kekawatiran akan krisis yang melanda di wilayah itu.

Pekan ini European Central Bank (ECB) akan mengumumkan langkah-langkahnya untuk penyelamatan krisis di kawasan itu. Bila pasar merasa comfortable dengan upaya yang akan dilakukannya, maka Euro akan kembali menguat – Dollar akan nampak wajah aslinya dan emas akan mendapat satu lagi daya dorong untuk naik ke atas.

Sebaliknya, bila pasar tidak merasa langkah yang ditempuh ECB akan efektif – Euro akan tetap lemah dan orang akan tetap berburu Dollar. Dollar akan tetap relatif perkasa dibandingkan pesaing-pesaingnya, dampak dari QE III untuk sementara mungkin akan teredam dan harga emas bisa ber-hibernate dalam waktu yang lebih panjang.

Either way berspekulasi dengan fluktuasi harga emas dalam jangka pendek tetap tidak kita anjurkan, tetapi memproteksi hasil jerih payah Anda dari penurunan nilai yang tidak terhindarkan ketika mata uang dunia menyusut terus daya belinya – memang sebaiknya dilakukan dengan fokus jangka panjang. Wa Allahu A’lam. 

Minggu, 02 September 2012

jangan berandai2...tidak ada kata terlambat...Milikilah Dinar emas!!!!



Dalam Al-Qur’an Allah banyak sekali menggunakan perumpamaan yang memudahkan kita untuk memahami maksud dari ayat-ayatNya. Untuk menggambarkan orang kafir misalnya Allah menggunakan perumpamaan istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut, untuk menggambarkan orang yang beriman digunakan istri Firaun, untuk menggambarkan surga digunakan taman-taman dengan air mengalir dibawahnya, untuk menggambarkan betapa lemahnya pelindung selain Allah digunakan sarang laba-laba dst.

Dengan perumpamaan-perumpamaan tersebut sesuatu yang sifatnya imajiner bisa divisualisasikan dan dipahami dengan sangat jelas. Lihatlah misalnya perumpamaan dampak dari harta yang dinafkahkan di jalan Allah dalam ayat : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS 2 :261)

Bukan hanya jelas dan mudah dipahami, bahkan juga bisa dihitung hasilnya. Itulah perumpamaan-perumpamaan yang diajarkan Allah untuk kita gunakan dalam berbagai urusan kehidupan kita sebagaimana firmanNya pula : “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” (QS 18 : 54)

Dalam dunia usaha, perumpamaan juga banyak sekali digunakan dalam men-design product, logo, corporate identitydlsb. Perusahaan asuransi misalnya banyak menggunakan payung untuk konsep perlindungannya. Bank-bank banyak menggunakan celengan dalam berbagai bentuk, bahkan hanya dengan menggambar lubang celengan saja – bank sudah bisa menjelaskan konsep tabungannya.

Dalam dunia militer perumpamaan juga digunakan untuk mendesign senjata. Missile sidewinder yang terkenal untuk memburu pesawat, dirancang dengan perumpamaan ular padang pasir yang mampu mendeteksi mangsanya dari panas tubuh mangsa tersebut – nama ular ini dari dahulu dalam bahasa Inggris adalah sidewinder, jauh sebelum missile sidewinder ditemukan.

Bila Al-Qur’an mengajarkan kita dengan bermacam-macam perumpamaan, kemudian orang diluar Islam juga menggunakan berbagai perumpamaan untuk menyelesaikan masalahnya, mengapa kita tidak mulai juga belajar menggunakan perumpamaan untuk membangun kemajuan umat ini ?. Penggunaan perumpamaan memudahkan kita untuk memahami ide atau konsep yang njlimet menjadi lebih sederhana. Bila sebuah ide atau konsep lebih mudah dipahami, dia akan lebih mudah pula dijalankan.

Ambil contoh mengapa negeri seluas dan sekaya Indonesia begitu tergantung pada produk-produk impor ? antara lain karena kita terjebak dengan pola pikir globalisasi, perdagangan bebas, hubungan bilateral, multilateral, peran dalam G-20 dlsb.dlsb. Tidak ada masalah dengan ini semua, asal kita juga bisa mengoptimalkan manfaatnya – bukan hanya mereka yang berhasil meng-optimalkan manfaat kita untuk pasar mereka.

Sekali waktu kita perlu berfikir begini “…umpama negeri kepulauan ini terisolir dari dunia luar…”. Apa yang bisa kita lakukan kemudian ?

  • Kita harus mengganti semua bahan pangan impor seperti terigu, jagung, kedelai dan kadang juga beras dengan semua yang ada di dalam negeri. Dengan apa ?
  • Teknologi informasi seperti internet yang kita gunakan ini akan totally berubah, apa solusi lokalnya ?.
  • Mobil-mobil yang kita pakai, semua harus disiapkan spare-part lokalnya – siapa yang akan memproduksi ?.
  • Dlsb.dlsb.

Hanya dengan satu perumpamaan diatas, terbuka pikiran kita bahwa betapa banyak sebenarnya peluang yang bisa dieksplorasi di negeri ini.  Hanya peluang-peluang itu tidak nampak manakala tidak kita pancing dengan “…umpama negeri kepulauan ini terisolir…”.

Dalam skala mikro usaha Anda juga demikian, peluang-peluang yang semula tidak nampak, akan tiba-tiba muncul ketika Anda gunakan perumpamaan. Bahkan tanpa saya tuliskan peluangnya-pun Anda sudah bisa berimajinasi sendiri peluang-peluang yang tanpa batas itu :

·       Umpama saya berhenti bekerja hari ini, apa yang langsung bisa saya lakukan ?
·       Umpama modal tidak menjadi kendala, usaha apa yang bisa saya bangun ?
·       Umpama modal tidak ada, bagaimana saya bisa membangun usaha ?
·       Umpama pasar itu belum ada, bagaimana pasar bisa terbentuk ?
·       Umpama pasar itu sudah dikuasai orang lain, bagaimana bisa direbut ?
·       Umpama ribuan follower twitter saya dan friends di facebook saya adalah captive market saya, produk apa yang pas untuk  saya jual ke mereka ?.

Berumpama beda dengan berandai-andai, yang pertama dicontohkan di berbagai ayat sedangkan yang kedua dilarang. Mengapa ?.

Menggunakan perumpamaan membuat kita berfikir kreatif untuk bergerak kedepan, sedangkan berandai-andai adalah untuk hal yang telah lewat yang tidak ada gunanya selain juga merusak iman terhadap takdir. Tidak dibenarkan misalnya Anda berandai-andai “seandainya dahulu saya mulai usaha usia 20 tahun…”, atau juga misalnya Seandainya saya sudah menabung Dinar sejak 4 tahun lalu ketika harga masih dibawah Rp 1 juta…”.

Insyaallah Anda akan mudah menemukan peluang demi peluang untuk maju kedepan, dengan mulai berfikir “umpama begini…, umpama begitu…”, bukan berfikir “seandainya dulu saya begini…dulu begitu…”. InsyaAllah.