Pergerakan dinar

Tabungan M-Dinar

Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Owner Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat. Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Minggu, 17 Maret 2013

Transformasi perkembangan dinar dan dirham



Tanpa terasa sudah lebih dari lima tahun situs ini hadir sejak kemunculannya pertama dalam bentuk blog akhir 2007. Awalnya dimaksudkan untuk meng-edukasi masyarakat tentang Dinar – Dirham, Investasi dan Ekonomi Syariah. Namun dalam perkembangannya, mayoritas tulisan di situs ini berubah menjadi tentang entrepreneurship dan dunia usaha pada umumnya. Tentu ini bukan karena kebetulan, tetapi memang sudah seharusnya kesanalah kita menuju.

Transformasi dari edukasi Dinar-Dirham kearahentrepreneurship ini dapat dilihat dari komposisi artikel yang ada. Dari hampir 1,200 artikel yang kami tulis selama lima tahun terakhir, 43 %-nya adalah tulisan yang terkait dengan entrepreneurship. 25 %-nya terkait dengan masalah-masalah umum, sedangkan yang menulis tentang Emas/Dinar  hanya 10 % dan untuk investasi hanya 9 %.

Transformasi ini juga sejalan dengan tulisan kami hampir dua tahun lalu tentang Aset dan Kemakmuran : Reducing, Preserving or Producing…”. Ketika mulai menulis lima tahun lalu, kami jumpai tabungan/investasi yang ada di masyarakat umumnya bersifat wealth reducing assets – yaitu aset-aset yang menurunkan tingkat kemakmuran pemiliknya. Ini adalah seluruh bentuk dana tabungan, deposito dlsb. yang pertumbuhannya pada umumnya kalah cepat dengan inflasi.

Lalu melalui situs ini kami perkenalkan proteksi nilai atau aset bentuk baru yang disebut wealth preserving assets – yaitu aset-aset yang mampu mempertahankan kemakmuran pemiliknya, itulah antara lain Dinar dan Dirham.

Tentu kita semua tidak puas hanya bertahan, kita pingin aset kita bisa pro-aktif mampu meningkatkan kemakmuran dari waktu ke waktu. Itulah yang disebut wealth producing assets. Bentuknya apa ?, bentuknya adalah kegiatan usaha produktif yang dikelola dengan baik.

Masalahnya adalah tidak semua orang bisa atau siap untuk berusaha sendiri, disinilah peran situs ini untuk memberi motivasi, semangat, kiat-kiat  dan bahkan juga pelatihan langsung di lapangan. Agar lebih banyak lagi kemakmuran terbangun dan lapangan kerja tersedia.

Agar kita semua bisa mengikuti jejak dakwah para wali “ wong kang udo klambenono…,wong kang ngelak ombenono…, wong kang kudanan payungono . Dakwah dengan hal yang konkrit menjawab kebutuhan masyarakat yang mendasar seperti sandang, pangan dan papan.

Apakah ini mudah dilakukan ?, tentu tidak mudah. Setelah lima tahun bekerja keras-pun belum banyak yang kami hasilkan. Tetapi bukan berarti tidak banyak yang bisa kami syukuri, sangat banyak. Justru dari pengalaman-pengalaman yang tidak semuanya mulus inilah insyaallah kita akan lebih siap menyongsong masa depan itu.

Konkritnya seperti apa ? bersamaan dengan transformasi situs ini menjadi Business and Entrepreneurship Free Education – sebagaimana tercermin dari komposisi artikel-artikel dalam grafik di atas, kami akan lebih banyak mengajak masyarakat untuk belajar berusaha bareng secara riil dan langsung.

Konsepnya bisa seperti yang sudah kami perkenalkan sebelumnya seperti Pesantren Wirausaha, Kepemilikan Kebun Produktif (KKP), Syirkah Private Equity dan berbagai bentuk usaha riil bareng lainnya. Bersama sejumlah pihak, kami juga sedang menyiapkan start-up centre – yaitu pusat bisnis bagi pemula. Bentuknya berupa perkantoran yang bisa disewa/dibeli dengan berbagi ukuran, baik  berupa real office ataupun virtual office – lengkap dengan jasa-jasa notaris, accountant, consultant pajak, secretarial, pendampingan usaha, akses capital, akses pasar, akses sumber daya dlsb.

Prinsipnya adalah dengan ‘nyemplung langsung’ ke ‘kolam renang’ – pemula mungkin harus mengalami glagebandahulu, tetapi dengan banyaknya pendamping yang juga nyebur di kolam yang sama – insyaAllah akan ada yang bisa membantu dan berbagi pengalaman sehingga akhirnya bisa berenang bersama.

Lantas dengan gerakan ke sektor riil ini apakah Dinar ditinggalkan ?, oh tentu tidak – justru Dinar akan tetap menopang aset-aset idle Anda sehingga untuk aset yang lagi tidak berputar-pun tetap mampu mempertahankan nilai/daya belinya. Selain itu Dinar akan menjadi timbangan yang adil - unit of account - dalam transaksi-transaksi modal, kerjasama permodalan/syirkah, pinjam-meminjam dlsb.

Selasa, 12 Maret 2013

Fenomena Wealth Transfer---Transformasi Kemakmuran


By : muhaimin iqbal-gerai dinar
Tulisan saya kali ini saya ambilkan dari isi buku berjudul “Guide to Investing in Gold and Silver” karya Michael Maloney yang diterbitkan oleh Business Plus – Hachette Book Group (2008). 
Penulisnya sendiri adalah tokoh penting dalam duniaemas, perak dan berbagai bisnis metal lainnya. Dia bahkan juga penasihat investasi yang mendorong orang sekaliber Robert Kiyosaki mengalihkan sebagian besar investasinya ke perak. Robert Kiyosaki bahkan memberi pengantar pada buku ini dengan menyebut penulis sebagai orang yang pandai merangkai titik-titik menjadi informasi yang bermakna – sementara orang lain mungkin hanya dapat melihat sebagi titik-titik yang tidak bermakna.
Banyak sekali isi dari buku ini yang mirip dengan buku saya “Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham” (Spriritual Learning Center, 2007); khususnya yang menyangkut pandangan tentang uang dan mengapa uang hanya bisa diperankan secara sempurna oleh emas dan perak. Bahkan di awal tulisannya Michael berusaha meluruskan salah kaprah dalam pemahaman tentang Currency dan Money di masyarakat.
Menurutnya apa yang disebut ‘uang’ oleh masyarakat sekarang sebenarnya hanyalah Currency – yaitu alat tukar yang hanya berlaku sesaat. Currency tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan nilai (store of value) yaitu prasyarat untuk dapat disebut sebagai uang (Money).

Sebaliknya uang yang sesungguhnya atau Money, selain dia dapat digunakan sebagai alat tukar (medium of exchange) ; dia juga berperan sebagai penyimpan nilai (store of value). Jadi Money pasti juga berupa Currency, sedangkan Currency belum tentu berupa Money.
Menurut Michael, hanya emas dan perak-lah yang dapat berperan sebagai Money sejak dahulu sekarang dan masa yang akan datang. Nampaknya pendapat ini Fitrah, karena pendapat serupa sudah dinyatakan oleh Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin sekitar 900 tahun lalu. Kalau Imam Ghazali mendasarkan pendapatnya ini pada pemahaman yang sangat dalam tentang syariah emas dan perak; Michael Maloney mendasarkan pendapatnya pada alasan-alasan ekonomi.
Menurut Michael , berikut adalah alasannya mengapa hanya emas dan perak-lah uang yang sesungguhnya (money) itu :
1. Selama lebih dari 5,000 tahun, hanya emas dan perak yang terbukti sebagai asset yang tidak pernah gagal. Ini karena emas dan perak adalah tangible assets yang secara inherent membawa nilai-nya sendiri.
2. Emas dan perak adalah asset yang bisa sepenuhnya private dan tidak merupakan bagian dari system financial – dia tidak akan terganggu oleh kegagalam system financial manapun.
3. Emas dan perak adalah asset yang tidak merupakan liability pihak lain. Sebaliknya uang kertas, saham, obligasi dlsb. adalah asset yang merupakan liability pihak lain. Uang kertas adalah liabilitydari negara yang mengeluarkannya, demikian pula saham dan obligasi adalah liability bagi yang mengeluarkannya. Apa jadinya bila yang memiliki liability tersebut gagal memenuhi kewajibannya ?, maka uang kertas, saham, obligasi dlsb. menjadi tidak ada nilainya.
4. Emas dan Perak dapat sepenuhnya dimiliki secara pribadi.
5. Emas dan Perak berfungsi sebagai safe-haven atau jaring pengaman investasi dikala terjadi gejolak ekonomi.
6. Emas dan Perak terbukti aman dikala inflasi tinggi maupun deflasi.
7. Emas dan perak memiliki value density yang tinggi, mudah disimpan dan mudah bergerak dengan nilai yang tinggi.
8. Nilai jual dan beli yang umumnya memiliki spread yang rendah – pemiliknya tidak kehilangan nilai yang berarti ketika melakukan jual beli; beda dengan real estate misalnya yang ongkos transaksinya bisa sangat tinggi oleh berbagai sebab seperti notaris, pajak, legal audit dslb.
9. Karakteristiknya jelas , emas 24 karat yang satu sama nilainya dengan emas 24 karat lainnya meskipun bentuknya berbeda-beda.
10. Emas dan perak secara fisik – adalah uang dengan sendirinya – tanpa perlu pengakuan oleh pihak manapun bahwa dia uang.
Dengan sepuluh alasan tersebut, penulis buku diatas sekarang sibuk meng-edukasi masyarakat dunia akan suatu phenomena besar yang sedang dan akan terus terjadi yang dia sebut sebagaiWealth Transfer atau perpindahan kemakmuran.
Karena hampir seluruh mayoritas masyarakat dunia baik bersifat individu, korporasi maupun negara menyimpan ‘kemakmurannya’ dalam bentuk asset berupa currency, stock, bond dan sejenisnya – yang sejatinya tidak dapat berperan sebagai penyimpan nilai atau store of value; maka asset dari masyrakat dunia tersebut akan dengan mudah menurun atau bahkan hilang sama sekali nilainya.
Lantas kemana nilai-nilai asset tersebut berkurang atau menghilang ?, ke benda lain yang yang bisa menyimpan nilai dengan sempurna tentu saja. Yang paling mudah salah dua-nya ya emas dan perak itu tadi. Ketika uang kertas nilainya turun, pastilah emas dan perak nilainya melonjak. Pada saat itu, dengan emas dan perak yang sedikit saja – Anda akan dapat menguasai berbagai asset lainnya. Disitulah letak Wealth Transfer yang dikatakan oleh Michael Maloney ini.
Phenomena Wealth Transfer ini bisa terjadi secara sangat cepat seperti yang sungguh nyata terjadi di Indonesia tahun 1998, atau secara gradual yang terjadi di seluruh belahan dunia dalam dekade terakhir dan insyaallah masih akan terus terjadi.
Untungnya dengan phenomena ini adalah pilihan sebenarnya ada pada diri kita; kita bisa mempersiapkan diri ketika proses Wealth Transfer ini terjadi – kemakmuran meninggalkan kita atau kemakmuran yang menuju ke kita – kuncinya adalah emas dan perak ada pada siapa saat phenomena tersebut terjadi. Wa Allahu A’lam.

Senin, 04 Maret 2013

Dinar adalah investasi emas yang aman


Dalam dunia investasi ada ungkapan “if it is too good to be true, it may not be true…” bila suatu tawaran investasi itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan, mungkin memang tidak nyata. Ungkapan inilah yang menjadikan banyak orang menjadi korban penipuan investasi emas dan perbagai investasi lainnya yang ramai di media akhir-akhir ini.

Maraknya pemberitaan masyarakat yang tertipu dalam investasi emas ataupun investasi lainnya tidak jauh dari ungkapan tersebut. Kalau Anda cermati beritanya, Anda bisa deteksi bahwa suatu investasi itu “…too good to be true…” atau media menyebutnya investasi ‘bodong’ antara lain Anda akan menemukan setidaknya  5 poin berikut :

1.     Menjanjikan untung yang pasti…
2.     Menjanjikan bagi hasil yang sangat besar…
3.     Menjual dengan harga yang melebihi kewajaran…
4.     Investasi dengan tidak ada barangnya…
5.     Produk investasi yang dijual dengan persuasive (gambaran indah yang melebihi kenyataannya) …

Sebaliknya, lima poin ini misalnya Anda tidak akan temukan di investasi Dinar dari Gerai Dinar.

1.     Gerai Dinar tidak pernah menjanjikan untung yang pasti, bahkan sering kita ingatkan di situs ini untuk tidak berspekulasi dengan emas/Dinar.
2.     Kalau toh ada hasilnya, Gerai Dinar tidak menjanjikan hasil yang besar.
3.     Untuk harga, Anda bisa bandingkan harga Dinar dari Gerai Dinar dengan harga di produsen yang mencetaknya seperti Logam Mulia (www.logammulia.com) insyaallah harga Gerai Dinar tidak lebih mahal dari harga di tingkat produsen ini. Bisa juga di cek kewajarannya dengan harga emas fisik di pasaran.
4.     Gerai Dinar menekankan penjualan sedapat mungkin secara fisik, hanya bila karena satu dan lain hal Anda tidak mau atau tidak comfortable menyimpannya sendiri saja boleh dititipkan dan dapat diambil kapan saja Anda perlukan fisiknya.
5.     Gerai Dinar melarang jaringan penjualnya baik agen maupun sub agen untuk menjual Dinar secarapersuasive – memberi gambaran yang melebihi kenyataannya. Bahkan panduan keagenan Gerai Dinar adalah utamanya untuk kepanjangan tangan Gerai Dinar dalam meng-edukasi masyarakat – masyarakat yang paham tetapi tidak membeli lebih baik dari yang membeli tetapi tidak paham. Oleh karena itulah situs ini tidak memberikan link atau panduan cara untuk membeli Dinar, karena kami tidak ingin masyarakat yang belum paham buru-buru dan rame-rame membeli Dinar.

Selain hal-hal tersebut di atas, ada baiknya juga masyarakat selektif dalam memilih jenis investasi apapun baik itu emas, deposito, asuransi dlsb. Jangan menganggap semuanya aman, tetapi juga jangan gebyah uyah mengganggap semuanya tidak aman. Bahwasanya ada kasus deposito yang tidak aman di Bank Century yang bermasalah misalnya, lantas tidak berarti bahwa bank-bank lain juga tidak aman. Bahwasanya ada klaim-klaim di perusahaan asuransi tertentu yang tidak dibayar yang seharusnya atau sulit dicairkan, tidak berarti berurusan dengan  perusahaan asuransi itu semuanya sulit. Demikian pula dengan emas, bahwa ada investasi emas yang menipu – tidak berarti pula bahwa seluruh investasi emas itu menipu.

Emas telah menjadi instrumen investasi dan perlindungan nilai sejak jaman kakek – nenek kita, dengan adanya beberapa kasus yang marak di media masa akhir-akhir ini – tidak lantas menjadikan investasi emas itu tidak lagi aman. Perhatikan kuncinya antara lain di lima poin di atas .

Lebih dari itu semua, dalam perbagai tulisan di situs ini – bahkan menjadi kategori tulisan terbanyak (entrepreneurship), sering kita ungkapkan bahwa investasi terbaik itu adalah investasi di sektor usaha riil yang Anda jalankan sendiri dengan baik. Tidak mudah memang, dan bahkan dalam proses membangunnya sering Anda harus bermandikan keringat sampai berurai air mata – tetapi ada hasil investasi yang tidak bisa Anda peroleh di tempat lain, tidak harus hasil yang sifatnya materi – tetapi kepuasan bahwa Anda telah berusaha…! InsyaAllah.

Selasa, 19 Februari 2013

Gold Dinar Quadrant--Ala kiyosaki atau Ala abu Hanifah




Meskipun bukunya Robert Kiyosaki CASHFLOW Quadrant dibaca puluhan jutaan orang, ternyata memang tidak mudah untuk pindah dari satu quadrant ke quadrant berikutnya. Menjadi lebih sulit lagi dan belum tentu berguna manakala kita tidak memiliki motivasi yang benar dalam berpindah quadrant tersebut. Maka ada cara yang lebih mudah untuk pindah quadrant ini yaitu bila kita memiliki motivasi yang benar, salah satu yang bisa kita contoh adalah pindah quadrantnya Imam Abu Hanifah.

Untuk mudahnya kita memahami konsepnya, empat quadrant-nya Robert Kiyosaki saya kelompokkan menjadi dua bagian saja. Pengelompokan ini menjadi dua bagian kiri dan kanan berdasarkan kendala waktu yang kita miliki. Bila untuk meningkatkan kemakmuran kita terkendala oleh waktu – seberapa lama atau seberapa banyak kita bekerja, maka kita masih di bagian kiri. Bagian ini adalah dua quadrantnya Robert Kiyosaki Employee (E) atau pegawai, dan Self Employeed (S) yaitu swakarya atau pekerja mandiri.

Kita sudah lebih beruntung dari orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, karena di quadrant E kita memiliki pekerjaan (have a job) atau di quadrant S kita memiliki pekerjaan sendiri (own a job). Masalahnya adalah dalam posisi ini kemungkinan besar waktu kita tersita untuk pekerjaan.

Karena kita masih harus bekerja dengan waktu kita sendiri, maka kemakmuran yang bisa kita hasilkan terbatas pada seberapa lama atau seberapa banyak kita bisa memiliki waktu bekerja ini. Karena kendala waktu ini pula maka meskipun 95 % orang bekerja sebagai pegawai dan swakarya atau quadrant E dan S, kemakmuran yang bisa mereka kumpulkan hanya 5 % dari total kemakmuran yang ada di dunia.

Bagian kedua adalah bagian kanan yang terdiri dari dua quadrant-nya Robert Kiyosaki yaitu quadrant Business Owner (B) dan quadrant Investor (I). Di quadrant B, kita sudah tidak harus bekerja dengan waktu kita sendiri karena pada quadrant ini system yang kita bangun yang bekerja. Demikian pula di quadrant I, waktu tidak menjadi kendala kita karena yang bekerja adalah orang lain di mana kita menaruh investasi Kita.

Untuk mudahnya dipahami karakter masing-masing bagian dan quadrant ini dapat dilihat pada ilustrasi di bawah.


Pindah Quadrant Abu Hanifah


Lantas bagaimana kita bisa pindah bagian dari kiri ke kanan ? Disinilah metodenya Imam Abu Hanifah lebih layak kita ikuti ketimbang metodenya Robert Kiyosaki.

Abu Hanifah muda yang bernama lengkap Al-Nu’man ibn Tsabit al-Zutha al-Farisi adalah golongan Tabi’in yang lahir di Kufah tahun 80 H. Dia lahir dari keluarga pedagang , belajar berdagang dan menjadi pedagang sejak dia belia. Artinya dia juga memulai dari bagian kiri – khususnya quadrant S yaitu sebagai pedagang.

Sampai meninggal-pun para ahli sepakat bahwa Imam Abu Hanifah masih sebagai pedagang. Hanya saja dia pedagang yang punya sangat banyak waktu untuk beribadah, menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu. Bagaimana dia bisa mengalokasikan begitu banyak waktu disamping harus berdagang ? beliau ber-syirkah dengan orang-orang kepercayaannya untuk menjalankan usaha dagangnya.

Salah satu rekan ber-syirkah-nya Abu Hanifah adalah Hafsh ibn Abdurrahmah yang bersyirkah dengan beliau selama 30 tahun. Dari Hafsh inilah karakter unggul Abu Hanifah dalam berdagang banyak diceritakan dan menjadi contoh bagi para pedagang muslim berikutnya.

Pindah quadrantnya Abu Hanifah dari E/S ke B/I atau dari bagian kiri ke bagian kanan layak menjadi contoh karena dengan ini juga membawa setidaknya lima perubahan yang menyertainya :


  1. Abu Hanifah menjadi lebih banyak memiliki waktu untuk mempelajari ilmu dan juga mengajarkannya. Beliau bahkan punya waktu cukup untuk belajar bertahun-tahun di kota ilmu Madinah.
  2. Abu Hanifah bisa memiliki banyak waktu untuk beribadah. Di musim panas beliau hanya tidur antara dhuhur sampai ashar dan menghabiskan malamnya untuk beribadah, di musim dingin beliau menambah tidur sebentar di awal malam – dan menghabiskan sisa malamnya untuk beribadah.
  3. Waktu yang banyak digunakan untuk menuntut ilmu, mengajarkan ilmu dan ibadah tidak mengurangi rezekinya karena ada mitra syrikah yang amanah dalam menjalankan usaha beliau. Kecukupan rezeki ini tercermin dari sadaqah Abu Hanifah secara rutin yang pahalanya diperuntukkan bagi kedua orang tuanya saja mencapai 20 Dinar setiap bulan.
  4. Dengan kecukupan rezekinya, Abu Hanifah menjadi ulama yang tidak mau menerima gaji dari penguasa pada jamannya sehingga fatwa-fatwa dia bersih dari intervensi.
  5. Dari kecukupan rezekinya pula Abu Hanifah bisa menyebarkan ilmu sekaligus meringankan beban bagi para muridnya. Ketika ada muridnya yang tampil lusuh, dicukupkan kebutuhannya agar orang lain tidak kasihan kepadanya.
Dari contoh pindah quadrant atau pindah bagiannya Abu Hanifah di atas, kini jelas sekarang perbedaannya dengan pindah quadrant-nya Robert Kiyosaki. Bila Robert Kiyosaki mengajarkan pindah quadrant itu untuk mencari kekayaan duniawi, pindah quadrant a la Abu Hanifah adalah agar kita punya banyak waktu untuk menuntut ilmu, mengajarkannya dan memperbanyak waktu untuk beribadah. Sambil melakukan ini semua, kita tidak boleh menjadi beban orang lain – bahkan sebaliknya sebisa mungkin masih bisa ikut meringankan beban orang lain dan tentu saja mencukupi kebutuhan kita sendiri agar tetap dapat berfikir independen, berakal merdeka dan bebas dari intervensi. InsyaAllah kita-pun bisa !.

Jumat, 15 Februari 2013

Bertarung dengan dinar emas




Imam Dzahabi dalam kitabnya Al Kabaair menulis tentang 70 Dosa besar yang mesti kita hindari. Pada urutan ke 23 dan 24 tercantum mencuri dan menyamun/m erompak. Apa beda mencuri dan menyamun? Perbedaannya adalah dalam jumlah curian dan cara mencuri. Dalam mencuri jumlah yang dicuri biasanya tidak sebesar menyamun. Caranya pun biasanya sembunyi-sembunyi. Nishab pencuri adalah 1/4 dinar (setara dengan Rp 600.000 dengan kurs dinar saat ini), artinya jika seseorang mencuri lebih dari 1/4 dinar maka dia terkena hukum potong tangan. Sedangkan menyamun biasanya jumlah curiannya besar dan tidak jarang menggunakan cara kekerasan. Di dunia saat ini menyamun (biasanya di darat) dan merompak (biasanya di laut) masih ada di berbagai belahan dunia.

Namun saat ini perilaku menyamun ini sudah sangat modern, pelakunya pun bukan maling biasa tetapi berdasi. Pola dan caranya pun beragam mulai dari Bantuan Likuitas terhadap bank bermasalah, seperti BLBI hingga Bank Century. BLBI berpotensi mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 1.000 triliun (optimal loss ) sedangkan Century Rp 6,7 triliun (minimal loss atau yang baru muncul ke media baru segitu...padahal sih...lebih ). Dan hukuman bagi pelakunya bukan lagi dipotong tangannya saja, tapi disalib, dipotong silang tangan dan kaki, atau diusir dari muka bumi dan tidak ada penerimaan tobat bagi mereka.

Namun disamping itu ada lagi pola penyamun yang jauh lebih canggih yaitu penggunaan fiat money (uang kertas). Sebuah sistem yang menyebabkan berpindahnya aset suatu negara ke negara lain dengan perantara selembar kertas. Maka mengalirlah aset negeri ini (terutama 1998 saat krismon) berupa emas, perak, minyak, perusahaan telekomunikasi, gedung, hasil pertanian, peternakan ke negara atau pihak lain denga harga amat murah dengan perantara selembar kertas (terutama US Dollar). Belum lagi muncul penyamun berikutnya yang bernama INFLASI yang masih terus kita nikmati hingga saat ini sebagai akibat dari penggunaan uang kertas. Dibumbui lagi dengan sistem Riba yang juga termasuk dalam 70 Dosa besar yang turut memperparah inflasi, melemahkan sektor riil, menambah jurang antara miskin dan kaya, dlsb, dlsb.

Maka lihatlah wajah negeri ini yang sudah, sedang, dan masih akan dirampok besar-besaran kekayaannya oleh pihak asing. Lalu apa yang kita lakukan?

Rasulullah SAW bersabda apabila ada perampok yang ingin mengambil harta kita maka bunuhlah perampok itu, dan apabila kita yang terbunuh maka kita syahid. Demikian mulianya mempertahankan harta, sehingga yang terbunuhpun mendapatkan kedudukan seperti orang mati syahid. Lalu bagaimana cara melawannya? Mulailah beralih dari uang kertas ke uang emas (dinar), tinggalkan Riba (bahkan sisa-sisa riba) , kembangkan sektor rill, lepaskan ketergantungan terhadap asing dalam pengelolaan sumber daya kita, maka barulah kita masuk dalam golongan orang-orang yang berjuang dalam mempertahankan harta kita yang mendapat pahala syahid jika meninggal dalam mempertahankannya.

Wallahu 'alam

Kamis, 14 Februari 2013

Amerika punya banyak emas..Tetap aja Bangkrut!!!!




By : muhaimin iqbal - gerai dinar

Seolah ada ironi besar pada ekonomi kapitalis yang mendominasi dunia saat ini, yaitu negeri pemegang cadangan emas terbesar dunia (Amerika) yang juga bisa menjadi epicentrum dari gempa financial yang dapat meruntuhkan kapitalisme itu sendiri.  Banyak yang mengira bahwa Amerika yang merupakan negara dengan cadangan emas terbesar di dunia (8,133.5 ton) akan dapat selamat dari krisis hutang yang memuncak bulan lalu, ternyata kenyataannya tidak.  Cadangan emas mereka terlalu kecil untuk dapat menutup hutang-hutangnya yang menggunung,  berikut adalah penjelasan saya untuk merespon banyaknya pertanyaan mengenai hal ini.

Untuk penjelasannya, saya menggunakan data sekunder dari empat sumber yaitu IMF, World Gold Council , BI dan CIA Fact Book. Hasilnya saya tabulasikan secara sederhana pada table dibawah.


Gold, Debt and ReserveGold, Debt and Reserve
Amerika memiliki cadangan emas terbesar dunia yaitu 8,133.5 ton atau kurang lebih setara dengan sekitar US$ 484 Milyar dengan asumsi harga emas saat ini US$ 1,830/Ozt. Ini kurang lebih setara dengan 338.46% foreign exchange reserve mereka, di datanya CIA atau IMF diperkirakan hanya 74.7 % darireserve karena harga emasnya belum di revaluasi sesuai harga yang up to date. Dibandingkan dengan reserve mereka seolah cadangan emas ini memang sangat besar, namun angka cadangan emas yang sangat besar ini ternyata sama sekali tidak memadai dibandingkan dengan hutang mereka yang berada di angka US$ 13.98 trilyun.  Cadangan emas mereka ini bila dipakai membayar hutang hanya cukup untuk membayar 3.46 % dari hutang mereka !. Bahkan bila ditambahkan dengan reserve-nya, Amerika hanya bisa melunasi 4.48% dari hutangnya dengan seluruh emas yang dimiliki plus foreign exchange reserve-nya.



Sebagai pembanding, kita dapat lihat apa yang dimiliki China. Memang China baru memiliki 1,054.10 ton cadangan emas atau kalau di Dollar-kan hanya sekitar US$ 62.7 Milyar, ini kurang lebih hanya setara dengan 1.96 % darireserve China yang luar biasa besar mencapai US$ 3.2 trilyun. China juga memiliki hutang, tetapi hutangnya sangat kecil relative bila dibandingkan dengan reserve yang dimilikinya. Dengan cadangan emas yang dimiliki plusreserve-nya, China mampu membayar 8 kali (802 %) dari external debt-nya !.


Lantas bagaimana dengan kondisi negeri kita ?. Kita hanya memiliki sekitar 73.1 ton cadangan emas atau dengan harga saat ini kurang lebih setara dengan US$ 4.3 Milyar, ini juga setara dengan 3.49 % dari reserve kita. Bila ini kita pakai untuk membayar hutang, maka hanya cukup untuk membayar 2.22% dari nilai hutang. Tetapi karena reserve kita yang lumayan besar yaitu US$ 124.6 Milyar, reserve ini cukup untuk membayar sekitar 63.5 % dari hutang kita. Bila digabung dengan cadangan emas, maka kita mampu membayar sampai sekitar 65.7 % dari external debt negeri ini.

Jadi dari perbandingan tiga Negara tersebut, kita bisa melihat bahwa China sungguh perkasa meskipun  emasnya sangat sedikit dibandingkan dengan Amerika. Sebaliknya Amerika meskipun cadangan emasnya terbesar, kemampuannya untuk membayar hutang seandainya digunakan seluruh cadangan emas plus reserve-nya-pun – sungguh-sungguh sangat tidak memadai. Itulah sebabnya Amerika menjadi salah satu potensi epicentrum runtuhnya ekonomi kapitalisme global yang sangat serius untuk saat ini.

Untung kita orang Indonesia, kita tidak seburuk Amerika meskipun sangat jauh dibawah China. Cadangan emas dan devisa kita memang belum memadai untuk membayar hutang, tetapi kita masih bisa setidaknya berkomitmen untuk berhenti berhutang dan mulai kerja keras untuk meningkatkan produktifitas – kita masih memiliki harapan untuk bisa mencukupi kebutuhan anak cucu kita kedepan dan tidak meninggalkan mereka dalam kondisi yang lemah. InsyaAllah !.