Pergerakan dinar

Tabungan M-Dinar

Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Owner Gold Dinar Jameela

Gold Dinar Jameela...Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat. Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Gold Dinar Jameela

Kunjungi kami di Mila Salon Jl.Kota Bambu Raya RT 008 RW 04 No:7 Kota Bambu Selatan-Jakarta Barat Belakang RS.Harapan Kita dan RS.Dharmais-Slipi 021-5653390 Mobile-phone:085880957788.

Selasa, 29 Oktober 2013

Pemerintah USA shutdown. sektor riil dan harga emas


By: muhaimin iqbal

Hari-hari ini pemerintahan federal Amerika masih menutup sejumlah layanannya karena tidak ada anggaran untuk membayar gaji para pegawai – setelah terjadi kebuntuan negosiasi anggaran antara pemerintah dengan Congress-nya. Meskipun pelaku pasar umumnya yakin bahwa masalah shutdown tersebut akan teratasi akhirnya, tetapi kejadian ini telah menjadikan ekonomi dunia dalam sandra Amerika dan kini dalam posisi di ujung tanduk.

Betapa tidak, bila tidak ada kesepakatan antara Obama dengan Congress yang dikuasai oleh Partai Republik – lawan politiknya - sampai pekan depan (17/10/2013) , maka shutdown tersebut akan berpeluang pada gagal bayarnya sebagian hutang-hutang mereka (default) dan Dollar-pun akan runtuh.

Meskipun peluang ini kecil sekali – karena akan konyol sekali bila Obama dan Congress membiarkan ini terjadi – tetapi tetap saja peluang tersebut ada, bahkan sejumlah pemerintahan dunia seperti China telah mengingatkan Amerika untuk tidak main-main dengan urusan anggaran mereka – yang bisa menghancurkan ekonomi dunia itu.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini, pertama adalah kinerja swastanya yang tidak terlalu terpengaruh oleh kisruh politik anggaran negeri itu. Di negeri yang sementara tutup tersebut, orang-orang super kayanya masih mengendalikan ekonomi dunia dengan perkasanya.

Tiga perusahaan mereka yang relatif muda saja seperti Microsoft, Apple dan Google – bertiga mereka memiliki total nilai pasar lebih dari US$ 1 Trilyun – lebih besar dari GDP Indonesia yang berada pada angka kisaran US$ 878 Milyar tahun ini.

Keperkasaan sektor swasta yang mencerminkan keunggulan teknologi, inovasi dan kreativitas usaha inilah yang membuat dunia masih terpukau dengan ekonomi mereka yang berarti juga  dengan uang US $ mereka – sehingga dunia tidak sadar ketika sebenarnya telah berada di ujung tanduk.

Kinerja swasta tersebut juga menjadi pelajaran kedua, bahwa bila swasta berkinerja prima – maka gonjang-ganjing politik tidak akan banyak berpengaruh pada kinerja ekonomi suatu negeri.

Katakanlah misalnya apa yang kita alami di negeri kita saat ini. Devisa kita merosot sekitar  US$ 20 Milyar dalam setahun terakhir dan belum nampak akan adanya pemulihan karena posisi neraca perdagangan kita saat ini yang masih defisit. Devisa hanya bertambah bila neraca perdagangan kita surplus.

Karena tahun ini adalah setahun menjelang Pemilu 2014, konsentrasi para pejabat besar kemungkinan sudah tidak lagi penuh – setidaknya mereka toh belum tentu akan tetap menjabat tahun depan. Walhasil, bisa jadi masalah defisit neraca perdagangan tersebut tidak ada yang secara serius memikirkannya.

Tetapi swasta tetap bisa berpikir keras masalah ini, motifnya bisa saja ekonomi atau bisnis semata untuk membangun usahanya – tetapi dampaknya bisa menyelamatkan negara.

Katakanlah bila ada anak-anak mudah yang sekarang bekerja keras di garasi rumahnya untuk melahirkan perusahaan sekelas Facebook misalnya , maka satu saja perusahaan sekelas Facebook dengan nilai pasar sekitar US$ 120 Milyar - bisa lahir di negeri ini - sudah akan dapat mendongkrak GDP kita lebih dari 14 %, atau dapat melipat duakan cadangan devisa kita !

Pelajaran ketiganya adalah, sambil menuggu kreatifitas anak-anak muda kita untuk menghasilkan perusahaan-perusahaan sekelas Facebook tersebut muncul menyelamatkan negeri – setidaknya kita bisa bekerja konkrit di sektor riil.

Utamanya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terkait dengan Food, Energy and Water. Tiga hal kebutuhan ini harus tetap bisa dipenuhi apapun yang terjadi dengan Dollar Amerika dan juga  apapun yang terjadi dengan hiruk pikuk politik nasional dalam negeri yang melalaikannya.

Pelajaran terakhirnya adalah karena ekonomi dunia lagi tersandera di ujung tanduk oleh shutdown-nya Amerika, amankan hasil jerih payah Anda dalam asset yang dalam jangka panjang tidak akan terpengaruh oleh gonjang-ganjing ekonomi dunia yang bisa memburuk setiap saat ini.

Emas atau Dinar adalah proteksi nilai yang paling mudah diantaranya, yang sudah terbukti mampu mempertahankan nilai selama lebih dari 1400 tahun – Anda tetap bisa membeli kambing qurban yang cukup baik dengan 1 Dinar Anda di musim qurban ini. insyaAllah.

Senin, 28 Oktober 2013

Akan kemana arah pergerakan emas???.. tetap bukan unutk spekulasi


By: muhaimin iqbal - gerai dinar

Ini pertanyaan yang sering sekali sampai ke saya, dan terus terang jawabannya saya sendiri tidak tahu. Bukan hanya saya, bahkan para ahli di raksasa investasi dunia seperti Goldman Sachs – pekan lalu membuat prediksi yang sangat keliru tentang harga emas. Mereka membuat prediksi bahwa bila terjadi kesepakatan antara Presiden Amerika dengan Congress untuk menghindari default – harga emas akan jatuh, tetapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya.

Di hari terakhir puncak kekawatiran akan default-nya Amerika – tanggal 16/10/2013, harga emas berada pada US$ 1,273/ozt. Ketika Obama dan congress-nya berhasil sepakat menghindari default, tanggal 17/10/2013 harga emas malah melonjak menjadi US$ 1,319/ozt  atau mengalami kenaikan US$ 46/ozt – pada hari yang diprediksi oleh raksasa Goldman harusnya emas jatuh.

Bisa Anda bayangkan bila orang sekelas head of commodities research-nya Goldman Sachs – orang yang dianggap paling tahu tentang arah pergerakan emas, perak dan sejenisnya di pasar – ternyata tidak lebih dari orang kebanyakan seperti kita-kita dalam membuat prediksi harga emas ke depan. Maka dalam dunia prakiraan ini memang tidak ada yang bisa dianggap pasti benarnya ataupun pasti salahnya.

Lantas ditengah harga emas yang nampaknya bergerak random tidak beraturan ini, bagaimana kita menyikapinya ?

Pertama yang sering saya ungkapkan di web ini, jangan berspekulasi dengan harga emas dalam jangka pendek. Membelilah pada saat Anda memang mau beli karena ada kelebihan uang kertas yang tidak segera digunakan, dan menjuallah pada saat memang Anda membutuhkan cadangan emas/Dinar Anda untuk keperluan yang riil.

Kedua adalah tentu juga bijaksana untuk mengetahui trend pasar secara objektif, bukan bermaksud berspekulasi tetapi optimalisasi hasil. Lantas dimana bedanya dengan spekulasi ?

Spekulasi adalah bila kita membeli emas atau Dinar tanpa didasari oleh suatu kebutuhan, semata untuk segera memperoleh keuntungannya bila harganya naik. Sedangkan optimalisasi hasil adalah hal yang wajar yang biasa kita lakukan sehari-hari dalam jual beli.

Misalnya kita membeli kambing untuk qurban, tujuannya jelas yaitu untuk qurban. Tetapi kita mencari waktu yang baik untuk membelinya yaitu jauh hari sebelum musim qurban tiba. Dengan uang yang sama kita bisa memperoleh kambing yang jauh lebih besar.

Demikian pula membeli emas, Anda merencanakan pergi haji, sekolah anak, biaya kesehatan hari tua dlsb dengan emas – agar hasil jerih payah Anda tidak tergerus oleh inflasi. Kapan membelinya ?, pada saat harga yang Anda rasakancomfortable untuk Anda – maka yang inipun insyaallah tidak termasuk berspekulasi. Karena sebagai pembeli tentu wajar kita ingin harga terbaik.

Pertanyaannya adalah kapan harga terbaik itu tiba ?, disinilah orang kebanyakan seperti kita-kita dan bahkan juga orang sekaliber kepala peneliti di lembaga investasi terbesar dunia-pun tidak bisa tahu persisnya kapan. Lagi-lagi yang bisa kita lakukan sekedar menduga berdasarkan trend perkembangan pasar yang ada, kemudian pada titik mana kita merasacomfortable.

Untuk saat ini misalnya, para pihak yang beranggapan harga emas masih akan turun terus mereka punya alasan : 
1) The Fed cepat atau lambat akan menghentikan program Quantitative Easing – mereka akan menghentikan mencetak uang dari ‘awang-awang’ karena yang dicetaknya sudah dianggap cukup; 
2) Ekonomi AS yang membaik akan mendorong orang untuk menginvestasikan dananya di sektor riil secara langsung atau melalui saham-saham public dan tidak lagi ke emas; dan 
3) Kepercayaan terhadap ekonomi Amerika akan terus membaik yang berarti kepercayaan dengan kekuatan Dollar akan terus meningkat. Tiga hal inilah yang membuat para gold bearish yakin bahwa harga emas akan terus turun.

Namun sebaliknya juga demikian, para gold bullish tentu juga memiliki alasan yang tidak kalah kuatnya, bahwa : 
1) Dalam sejarah bank central , sejak mereka meninggalkan emas mereka tidak pernah bisa berhenti mencetak uang dari ‘awang-awang’ , one way or another mereka akan terus mencetak uang dari ‘awang-awang’ nya sehingga nilai mata uang kertas pasti turun terus dari waktu ke waktu; 
2) Untuk Dollar yang merupakan cerminan ekonomi Amerika, kenyataannya pertumbuhan ekonomi Amerika juga tidak bagus-bagus amat – dan bahkan sebagian ekonom sudah mulai memprediksi resesi berikutnya akan segera tiba; dan 3) Amerika tidak berhasil membangun kepercayaan dunia tetapi malah merusaknya. Krisis debt-ceiling pekan lalu telah membuat mitra dagang dan pemberi pinjaman terbesarnya was-was dan ancang-ancang untuk meninggalkan Dollar. Bahkan sekutu-sekutu Amerika sendiri di Eropa mulai mencurigai Amerika dengan terbongkarnya berbagai aktifitas spionase-nya di Eropa. Ini mirip akhir tahun 1960-an ketika Perancis mulai meneriakkan bahwa Amerika telah mengambil keuntungan berlebihan – Exorbitant  Privilege – dari kesepakatan Bretton Woods, yang kemudian berujung pada diakhirinya Bretton Woods Agreement  pada bulan Agustus 1971.

Dalam kaitan dengan emas ini, apakah Anda cenderung ke  bearish atau bullish tergantung dari mana di antara alasan-alasan tersebut di atas yang lebih Anda yakini.

Satu hal yang pasti adalah bahwa meskipun harga emas kedepan tidak ada yang tahu pasti, sejarah panjang kehidupan manusia telah membuktikannya bahwa tidak pernah terjadi dalam peradaban manusia emas menjadi barang yang tidak berharga.

Harga emas  dalam mata uang kertas bisa saja turun, tetapi dia akan selalu mampu mempertahankan nilainya yang sesungguhnya yaitu nilai yang tercermin dalam daya belinya. Di jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam satu ekor kambing bisa dibeli dengan sekeping uang Dinar. Pada musim Iedul Adha kemarin sekali lagi terbukti bahwa 1 Dinar Anda tetap cukup untuk membeli seekor kambing yang layak untuk qurban.

Bila prediksi kedepan tidak ada yang tahu, setidaknya kita bisa selalu belajar dari sejarah yang kita semua tahu. InsyaAllah.

Jumat, 25 Oktober 2013

Kambing hitam..bernama The FED




Bila ada satu institusi yang akhir-akhir ini paling banyak dikambing hitamkan di seluruh dunia untuk kelesuan ekonomi, jatuhnya harga saham, jatuhnya nilai tukar mata uang dan juga bahkan jatuhnya harga emas dunia – maka institusi itu pastilah the Fed – bank sentralnya Amerika. Anda bisa baca di seluruh media ekonomi dunia, maka seolah the Fed adalah aktor tunggal dari gonjang-ganjing bursa saham, pasar modal dan pasar uang itu. Seandainya toh benar bahwa the Fed itu adalah kambing hitam ekonomi dunia, pertanyaannya adalah lha kok mau kita dipermainkan oleh mereka ?

Inilah ekonomi kertas itu, ketika kinerja ekonomi bukan diukur oleh kemampuan riil suatu negara dalam memberikan kemakmuran rakyatnya, kemampuan riil dalam memproduksi bahan-bahan kebutuhan pokok, kemampuan riil menjawab problema yang nyata di masyarakat – tentang air, energy, udara dlsb., maka kinerjanya seolah hanya tercermin pada pasar modal, pasar uang dan sejenisnya.

Ketika kinerja ekonomi seolah hanya terwakiki oleh naik turunnya harga saham, naik turunnya nilai tukar , suku bunga dan cadangan devisa, maka begitu banyak waktu dan resources negeri-negeri terkuras untuk mempercantik penampilan di bursa sahamnya, nilai tukar dan suku bunganya. Penampilan di atas kertas inikah yang kita butuhkan ?
Harga saham bisa melejit dalam satu malam ketika the Fed memutuskan untuk melanjutkan program Quantitative Easing-nya, apakah kinerja harga saham yang demikian ini cerminan kemajuan ekonomi ? tentu tidak. Sebaliknya juga demikian, harga saham bisa langsung anjlok seketika ketika the Fed memutuskan untuk menghentikan program QE-nya, apakah ini cerminan runtuhnya ekonomi ?, mestinya juga tidak.

Lha kalau jatuh bangunnya harga saham yang dipicu oleh rapat-rapat bulanan the Fed – bukan merupakan ukuran kinerja ekonomi kita, mengapa para pelaku ekonomi kita rela pontang-panting dibuat pusing oleh setiap kebijakan the Fed ?

Di situlah masalahnya, selama kinerja kita didominasi oleh ukuran yang bernama harga saham, nilai tukar mata uang dlsb. maka kebijakan-kebijakan the Fed tetap akan bisa membuat gonjang-ganjing ekonomi sejagat.
 Lantas bagaimana kita bisa melepaskan diri dari gonjang-ganjing tersebut ? Fokus pada kinerja sektor riil adalah salah satu jawabannya. Bila kinerja sawah ditentukan oleh berapa ton padi bisa dihasilkan oleh per hektar lahan, maka kebijakan the Fed tidak berpengaruh pada kinerja petani.

Si petani-pun tidak akan pusing memikirkan apa yang akan diputuskan the Fed dalam rapat bulanannya, petani akan focus berinovasi pada bagaimana meningkatkan hasil panennya. Tidak ada resources terbuang hanya untuk merespon kebijakan the Fed. Dan si petani tidak perlu mengkambing hitamkan the Fed atau siapapun ketika hasil panenannya turun.

Maka seperti si petani itulah cara kita menghindarkan diri dari pengaruh buruk si kambing hitam global yang bernama the Fed tersebut. Fokuslah kita pada bagaimana menggarap sektor riil khususnya yang sumber dayanya ada di negeri ini sendiri. Lebih khusus lagi pada upaya-upaya memenuhi kebutuhan dasar rakyat seperti FEW (Food, Energy and Water).

Lantas bagaimana Dinar dan Emas yang harganya juga ikut di-gonjang-ganjing-kan oleh kebijakan the Fed ? sama dengan sektor riil tersebut solusinya. Ketika membeli Dinar atau emas dengan harapan untuk memperoleh gain jangka pendek – maka kita akan selalu dipusingkan oleh hasil rapat-rapat the Fed.

Tetapi bila kita membeli Dinar atau emas sebagai bagian dari strategi untuk membangun ketahanan ekonomi, mempertahankan daya beli jangka panjang atas hasil jerih payah kita bekerja – maka kebijakan bulanan the Fed tidak akan berpengaruh pada strategi ketahanan ekonomi kita tersebut.

Konkritnya seperti apa strategi ketahanan ekonomi atau mempertahankan daya beli dengan Dinar atau emas ini ? sederhananya adalah membeli Dinar atau emas pada saat kita memiliki kelebihan uang kertas, dan menjualnya saat kita membutuhkan Dinar/emas tersebut untuk modal usaha sektor riil, membeli kebutuhan pokok dan kebutuhan-kebutuhan lain yang bersifat jangka panjang.

Bila lawan (penggunaan) Dinar atau emas kita adalah benda riil atau kebutuhan riil, tidak harus berarti kita membayar dengan Dinar atau emas – tetapi menggunakan dana pencairan emas/Dinar – segera setelah pencairannya – untuk membayar benda atau kebutuhan riil ini , maka insyaAllah kita akan terbebas dari pengaruh gonjang-ganjing-nya the Fed.

Sebaliknya dengan Dinar atau emas-pun kita bisa menjadi korban kambing hitam – manakala kita berspekulasi jangka pendek dan sekedar mempertukarkan Dinar atau emas kita dengan uang kertas tanpa didasari suatu keperluan yang riil.

kambing hitam itu begitu perkasanya sehingga mampu mengaduk-aduk ekonomi negeri-negeri sejagat, tetapi kita bisa menghindari pengaruhnya – baik secara pribadi maupun sebagai negeri. Kerja keras kita di sektor riil dan sikap kita terhadap ketahanan ekonomi antara lain yang akan membebaskan kita dari pengaruh buruk kambing hitam ini.
Namanya juga kambing hitam – dia sendiri belum tentu bersalah, bisa jadi dia juga hanya dikambing hitamkan saja. Maka cara terbaik melawan kambing hitam ya mulai dari diri kita sendiri, dan dari negeri ini sendiri. Mulai dengan kerja keras dan jawablah tantangan jaman dengan kerja nyata. InsyaAllah.

Jumat, 06 September 2013

Warning!!!..Krisis yang dapat melanda Asia..Harga emas pun akan naik luar biasa...



Ketika seluruh mata menuju Suriah, yang akan menjadi masalah berbahaya bagi ekonomi dunia yang siap meledak dari dalam tanah- dan juga potensi krisis dari wilayah yang kita sebut negara dunia ketiga. Pada akhirnya jumlah uang beredar yang masif dan bencana utang di negara-negara tersebut dapat membahayakan pasar modal besar seperti wall street, nilai mata uang di negara-negara tersebut sama parahnya dengan utang mereka. Mereka adalah China, India, Brazil, Argentina, Indonesia, Afrika Selatan, Rusia and Meksiko. Beberapa orang melihat bahwa situasi yang berkembang mirip dengan krisis ekonomi Asia tahun 1996-1997, namun ini akan menyebar ke wilayah pasifik.


Kevin Lai, seorang kepala ekonom regional di Daiwa Securities baru-baru ini menyatakan dalam sebuah artikel di Financial Times bahwa “seluruh uang dari QE telah mengarah pada gelembung inflasi dari kredit besar-besaran di Asia. Perampokan sedang berlangsung dan kita tinggal menunggu akibatnya saja. Selama proses ini akan ada kerusakan dimana-mana. “Pilihannya adalah memproteksi mata uang atau menjaga pertumbuhan ekonomi domestik. Anda hanya dapat memilih salah satunya saja. Tidak ada jalan keluar yang mudah." Proteksi mata uang mengakibatkan inflasi, sedangkan menjaga pertumbuhan domestik akan mengakibatkan disinflasi atau stagflasi.


Untuk mengambil satu contoh saja dari seluruh akibat dari skenario yang sedang berlangsung adalah pasar emas, mari melihat apa yang terjadi di India dimana krisis yang sedang berlangsung atas Rupee telah memicu permintaan emas yang melampaui batas. Otoritas moneter India telah bereaksi dengan situasi ini dengan memberlakukan pembatasan impor emas untuk menjaga mata uangnya.

Pakar strategi Society General, Albert Edwards, yakin bahwa Cina akan melakukan devaluasi mata uangnya dan merupakan peringatan terhadap jatuhnya renminbi yang mirip dengan awal mula krisis 1997.

Edwards berkata :

“Pasar di dunia berkembang sekali lagi menampilkan bentuknya yang seperti piramid. Bangunan di pasar negara berkembang sedang mengarah pada kehancuran karena defisit neraca berjalan mereka yang diwakili oleh jatuhnya nilai Yen Jepang dan di tengah ancaman kebijakan uang ketat IMF. China telah melakukan protes terhadap direktur the Fed Bernanke karena terlalu banyak QE pada 2010 untuk memperingati AS akibat buruk dari tekanan terhadap pasar negara berkembang.

Jadi hari ini kita memprediksi harga emas akan mencapai $10.000 dari seorang ekonom di global super-bank (Albert Edwards) dan ekonom lain memprediksi emas akan menyentuh $3.500 per ounce (Tom Fitzpatrick dari CitiBank).

Fitzpatrick mengatakan :

“Dalam dinamika emas, kami yakin penurunan harga emas saat ini sangat mirip dengan apa yang terjadi di pasar emas pada tahun 1974 hingga 1976-dimana saat itu nilai saham mulai menaik setelah jatuh pada titik terendah di tahun 1974. Dalam contoh kasus ini, dengan cepat harga emas turun hingga 14% dibawah rata-rata bergerak bulanan dalam 55 bulan.

Setelah emas turun pada tahun 1976, pasar modal mencapai puncak 4 minggu setelahnya. Sejauh ini, ketika emas mencapai titik terendah di harga $1.181, puncak di pasar modal terjadi 5 minggu berikutnya. Dan sejarah mencatat bahwa pergerakan harga emas mulai naik pada 1976, ini juga ketika harga saham berada pada puncak dan kemudian memasuki tahap penurunan, dan saat itulah emas menunjukkan keperkasaannya.

Jadi kita yakin bahwa kita sedang kembali pada trek yang benar dimana emas adalah salah satu pilihan utama mata uang dunia masa depan, dan kita terus berharap tren ini akan berakselerasi dengan kondisi yang terjadi ke depan. Kita masih percaya bahwa 2 tahun mendatang kita akan melihat harga emas akan mencapai sekitar $3.500. Seiring rasio emas/perak semakin mendekati angka 30, hal ini akan menyebabkan harga perak menjadi diatas $100.”

Selasa, 03 September 2013

Lokasi Tambang emas terbesar di dunia


Berikut ada data terbaru (20/08) tentang 10 produsen teratas tambang emas dunia. Memilah mereka tentu tidak mudah karena ada beberapa kriteria sehingga mereka mendapatkan peringkat. Berikut 10 teratas yang disusun berdasarkan produksi tahunan, besar kandungan emas yang sudah terbukti dan masih diduga. Pada akhirnya kami memutuskan untuk memberi peringkat berdasarkan ukuran kandungan emas secara keseluruhan untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang cadangan emas yang sudah terindikasi maupun potensinya. Kami memulai dari yang paling kecil hingga terbesar, selamat membaca.

10. | Obuasi | 29.830.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : GHANA, Afrika Barat

Di peringkat 10 adalah Obuasi, tambang ini dimiliki oleh produsen emas besar AngloGold Ashanti. Tambang ini menghasilkan produk kualitas tinggi dengan operasi open-pit dalam sejarahnya yang panjang. Berlolasi di wilayah Ashanti barat daya Ghana di Afrika Barat ; sebuah daerah produktif tambang selama berabad-abad. Operasi penambangannya mencapai kedalaman 1.500 meter atau 4.900 kaki (hampir 1 mil). Penambangan dimulai di Obuasi lebih dari 110 tahun lalu, pada tahun 1897 yang asalnya memang dikenal dengan tambang Ashanti.

9. | CADIA EAST | 37.600.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : New South Wales, AUSTRALIA

Pada peringkat ke 9 adalah Cadia East, yang dimiliki perusahaan tambang besar Australia Newcrest. Operasi penambangan bawah tanah yang besar adalah bagian dari 3 lokasi yang saling berdekatan satu sama lain, yang dikenal secara kolektif sebagai operasi Newcrest's Cadia Valley,kira-kira 250 kilometer sebelah barat Sydney. Dua tambang lainnya adalah Cadia Hill dan Ridgeway. Cadia Hill adalah tambang open-pit yang besar yang hampir habis usianya, dimana penemuan lokasi tambang baru yang baru saja dibangun yang diharapkan berumur 30 tahun ke depan. Emas pertama kali ditemukan di wilayah Cadia pada tahun 1851 dan kemudian di Cadia East ditemukan pada tahun 1994.

8. | MPONENG | 39.557.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : Dekat Johannesburg, AFRIKA SELATAN

Di peringkat delapan adalah Mponeng, yang lagi-lagi dimiliki oleh perusahaan besar Anglo Gold Ashanti Afrika Selatan. Berlokasi sekitar 65 km sebelah barat Johannesburg yang merupakan salah satu wilayah tambang paling produktif yang dikenal dengan nama Witwatersrand. Sebagai tambahan selain masuk dalam daftar salah satu tambang paling besar di dunia, Mponeng juga salah satu lokasi tambang bawah tanah paling dalam sedunia. Memanjang lebih dari 2 mil dari permukaan tanah dan butuh waktu 1 jam untuk mencapai dasarnya. Bebatuan pada kedalaman ini mencapai suhu 150 derajat farenheit sehingga membutuhkan adukan es yang dipompa ke dalam tanah untuk mendinginkan lingkungan sekitarnya hingga mencapai 85 derajat farenheit.

7. | PUEBLO VIEJO | 40.085.000 Troy Ounce Emas
Lokasi: REPUBLIK DOMINIKA

Berikutnya di peringkat 7 adalah Pueblo Viejo, yang dimiliki secara bersama oeh dua perusahaan besar Barrick (60%) dan Goldcorp (40%). Cadangan depositnya yang besar terletak di Republik Dominika, sekitar 100 km barat laut ibu kota Santo Domingo. Sebuah kejutan kepulauan kecil ini ternyata kaya dengan dengan cadangan bijih tambang. Tambang dengan operasi open pit sangat baru dan baru mulai berproduksi bulan Januari 2013. Disana juga kaya dengan cadangan perak dan tembaga yang melengkapi cadangan emas. Dengan upaya produksi maksimal, lokasi ini akan menjadi salah satu produsen tambang terbesar di dunia.


6. | OYU TOLGOI | 46.340.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : Gurun Gobi Selatan , MONGOLIA

Di peringkat 6 adalah Oyu Tolgoi, dimiliki bersama oleh Rio Tinto (34%), Turquoise Hill (32%) dan Mongolia (34%). Ini adalah tambang yang baru dibangun secara besar-besaran yang berlokasi di daerah selatan yang terpencil di Mongolia. Tambang ini dibangun dengan amat mahal senilaiUS$ 6,6 miliar yang mulai produksi bulan Januari 2013 lalu. Sebagai tambahan cadangan emasnya sejumlah 46 miliar troy ounce emas, juga mengandung 40 miliar pound tembaga senilai US$ 140 miliar. Lokasi ini juga akan menjadi salah satu produsen tambang emas dan tembaga di dunia bila beroperasi dengan kapasitas penuh.


5. | OLYMPIADA | 47.500.000 Troy Ounce
Lokasi : Siberia Tengah, RUSSIA

Di peringkat 5 adalah Olympiada, yang dimiliki secara penuh oleh perusahaan besar Rusia Polyus. Tambang open-pit yang besar ini berlokasi di negara bagian paling produktif tambangnya yaitu Krasnoyarsk krai di Siberia Tengah. Faktanya wilayah ini secara umum adalah pusat produksi cadangan mineral Rusia. Olympiada ditemukan pada tahun 1970 dan akhirnya mulai berproduksi tahun 1996 dan meskipun usianya sudah cukup lama namun cadangan mineralnya masih banyak yang belum di gali. Rusia adalah produsen tambang terbesar nomor 4 di dunia, dan produsen terbesar di Rusia adalah Olympiada yang mencakup 9% dari total produki selama 2012.

4.| MURUNTAU | 50.000.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : Gurun Kyzyl Kum , UZBEKISTAN

Di peringkat 4, Muruntau adalah tambang open-pit terbesar secara fisik di muka bumi, berukuran 3.5km x 2.5km di atas permukaan tanah. Tambang megalith ini dimiliki oleh pemerintah Uzbekistan setelah mereka mengambil alih dari Newmont's tahun 2006 (nah ini pelajaran untuk Indonesia). Seperti saudaranya Oyu Tolgoi dan Olympiada, tambang ini berlokasi di daerah terpencil padang rumput Asia. Produksi mulai di akhir tahun 1960-an, seiring produksi skala besar yang modern beroperasi penuh tahun 1990-an dengan keterlibatan Newmont's . Meskipun besar, cadangan sebenarnya sulit dipastikan karena kurangnya transparansi dari pemilik.


3. | LIHIR | 64.100.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : Niolam (aka Lihir) Island, PAPUA NEW GUINEA

Kini kita memasuki daerah pegunungan tinggi. Di peringkat 3 adalah Lihir dengan cadangan emas sebesar 64 juta troy ounce emas. Tambang open-pit tropis ini mulai produksi tahun 1997 dan kini dimiliki oleh perusahaan besar Australia Newcrest yang membelinya tahun 2010 sejumlah US$ 22 miliar. Lokasi tambang ini juga di daerah terpencil, di sebuah pulau kecil Lihir, 900 km lebih sebelah timur Port Moresby, Papua New Guinea. Lokasi tambang dekat kaldera gunung berapi yang sudah tidak aktif namun masih punya potensi geothermal. Modernisasi peralatan sedang berjalan untuk menggenjot produksi, sehingga memungkinkan tambang ini menjadi produsen tambang emas terbesar di dunia.

2. | SOUTH DEEP | 81.413.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : Dekat Johannesburg, AFRIKA SELATAN

Peringkat ke 2 South Deep juga terletak di Witwatersrand Basin, sangat dekat dengan peringkat 8 Mponeng. Lokasi ini juga telelak jaun di kedalaman dengan produksi kualitas tinggi, barat daya Johannesburg. Tambang ini masih di tahap awal untuk berproduksi dengan kapasitas penuh. Tambang mulai beroperasi tahun 1961 dan perusahaan Gold Fields membelinya tahun 2006. Tambang ini memproduksi 273.000 troy ounce emas tahun 2012 dan diharapkan dapat menambang produksi hingga 770.000 troy ounce per tahun di 2015. Yang menakjubkan, diperkirakan tambang ini akan dapat mempertahankan tingkat produksi ini hingga tahun 2057, dimana akan habis pada tahun 2080 (insya Allah).
1.| GRASBERG | 106.231.000 Troy Ounce Emas
Lokasi : Papua, INDONESIA

Ya kini di peringkat 1 adalah Grasberg. Ia adalah sesepuh dari seluruh tambang di dunia dengan cadangan emas sekitar 100 juta troy ounce. Tambang yang masif ini dimiliki oleh Freeport McMoRan namun dengan sharing dalam skala tertentu dengan Rio Tinto. Lokasinya ada di ketinggiahn 4.300 meter atau 14.000 kaki. Faktanya, Grasberg sejauh ini lebih dikenal sebagai produsen tembaga, dibanding produsen emas dan oleh karenanya merupakan tambang tembaga dan emas terbesar di dunia. Operasi tambangnya terdiri dari open-pit dan underground. Cadangan lain dari Freeport adalah Uranium yang merupakan bahan baku nuklir, untuk cadangan ini nilainya belum diperhitungkan .
http://welkis.files.wordpress.com/2008/10/grasberg-mine-indonesia23113130_std.jpg

Kamis, 29 Agustus 2013

Harga emas semakin naik...Nilai rupiah semakin anjlok...So what gitu loooooooooo????


Orang kita memang aneh yaaaa?

Tahun 2011, ketika emas sudah mulai tembus 480 ribu, kita berbondong2 belanja emas. Masih ingat kan antrian di toko2 emas ? Masih ingat juga kan begitu langkanya emas, sampai2 website Antam cuma keluar daftar harga tapi barang kosong semua ? 

Tapi tahun 2013 ini, cuma selisih 2 tahun lho, ketika emas sudah lebih dari 3 hari tembua 500 ribu, kita malah tenang2 saja. Toko2 emas masih sedia stok lumayan banyak. Stok di Antam hanya pecahan 4 gr dan 250 gr yg kosong, sisanya available.

begitu juga dengan dinar emas...saat bulan puasa kemaren sekeping sampai anjlok di harga 1,7 juta,,,alhamdulillah hari ini menggapai di harga 2,2 juta lebih,,,,walaupun terakhir di awal tahun pernah juga di harga 2,350 juta...




Ada apakah ? 
Mungkin itulah uniknya bangsa kita, cepat sekali adaptasi thd krisis dan perubahan. Pdhl market global sdh heboh berburu emas, tapi kita asik2 aja sibuk pilkada di mana2 hehe. Gak heran oleh PBB kita disebut "resilient country" alias bandel dan tahan banting luar biasa. 

Krisis ? Ah, itu mah udh biasa.... :)
 
Harga emas naik ? So what gitu loh....

Eh, jangan sampe melewatkan peluang di depan mata dan menyesal belakangan lho. Rupiah makin lemah, emas makin mahal, gak pegang emas bisa runyam.

Memang seberapa besar sih peluang kenaikan emas ? 

Ingat gak kenapa tahun 2011 emas sampai tembus USD 1,900? Krn ada 4 faktor : 
1) krisis debt ceiling AS, 
2) diwali di India, 
3) krisis subprime mortgage, dan 
4) krisis hutang eropa.

Nah, bgm dg tahun ini ? Diwali sih saya prediksi tdk akan terlalu mendorong harga emas, krn India sdg hancur rupeenya dan pajak impor emas sdh terlalu tinggi. Tapi setidaknya ada 3 faktor yg perlu kita cermati lho :

1) 2 bulan lagi tepatnya pertengahan Okt, AS bakal mengulang krisis debt ceiling lagi. Persis spt thn 2011. Skrg Obama sdh woro2 bakal minta kenaikan batas hutang, krn batas hutang AS sdh nyaris mentok. Investor emas dunia sdh siap ancang2 kalau emas bakal makin naik.

2) Krisis Mesir dan Syria. Keduanya sdh terbukti mendorong harga minyak dunia menanjak, dan biasanya kalo minyak makin mahal, emas juga makin tinggi. Apalagi AS sdh siap2 mau menyerang Syria. Biasanya kalau AS turun perang, gak lama lagi emas melambung. Ingat jaman perang teluk.

3) Dollar AS sdg mahal di Indonesia, gara2 The Fed katanya mau menghentikan  QE3 (biarpun menggantung gak jelas) dan kebetulan ekonomi kita defisit. Dlm hal ini kondisi kita mirip dg India deh, emas bakal terasa makin mahal di pasar lokal.

Apakah emas bakal tembus USD 1,900/oz lagi ? Belum tentu, krn faktor penekan harga emas jg cukup kuat, yakni penghentian QE3 dan dropnya demand India.

Tapi bayangin deh ! Dulu ketika emas di USD 1,900 dollar itu di sekitar Rp 9,200 jadi harga emas tertinggi wkt itu sekitar Rp 560ribuan. Itu aja udh rekor di Indonesia.

Lha sekarang ? Dollar di Rp 11.350 (kurs bank). Jadi kalau emas dunia naik ke USD 1,600 aja, emas bakal tembus Rp 580ribu / gram lho. Lbh tinggi dr thn 2011.

Apalagi kalo emas spt diprediksi banyak kalangan tembus USD 1,800/oz. Walah, itu kalau dikurs ke rupiah bisa melambung sampe Rp 650ribu/gram ! 

Nah, masih mau adem ayem aja ?,,,segera alihkan investasi anda ke emas,,apakah dalam bentuk emas batangan atau kepingan

Have a gold day

Wassalam

sumber : lyra puspa- pilar

Rabu, 28 Agustus 2013

Prinsip 1/3 pengelolaan harta kita -- Tribute to Chinese..


By : muhaimin iqbal - gerai dinar

Hampir lima tahun lalu tepatnya tanggal 22/11/2008 saya menulis “ Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta”. Saya kembali angkat tema ini karena adanya fenomena yang menarik tentang proses kebangkitan ekonomi China, sampai-sampai gurunya investasi dunia barat seperti Jim Rogers-pun memindahkan fokus investasinya dari Amerika ke China. Ternyata negeri China bangkit ekonominya dalam 30 tahun terakhir menggunakan prinsip yang mirip dengan prinsip 1/3 ini.

Tiga puluh tahun lalu GDP per capita di China hanya sekitar US$ 400, kini di kisaran US$ 5,400. Tidak terlalu tinggi memang, tetapi perlu diingat bahwa ini untuk negeri dengan penduduk 1.4 milyar. Artinya ada pergerakan peningkatan kemakmuran yang masif untuk begitu banyak orang hanya dalam tiga dasawarsa.

Bagaimana mereka melakukannya ? dari mana dana untuk membiayai pertumbuhannya ? ternyata bukan dengan hutang sebagaimana banyak dilakukan oleh negara-negara lain yang ingin membangun kekuatan ekonominya.

Sekitar 30 tahun lalu ada perubahan sikap besar-besaran di China dari rakyat yang penghasilan rata-ratanya masih US$ 400 saat itu. Perubahan itu adalah mereka berhemat, mengkonsumsi hanya sekitar 30 % penghasilannya, menyimpan 35% dan yang 35 % sisanya diinvestasikan. Mereka berubah dari orientasi hidup untuk saat ini, menjadi untuk masa depan.

Mereka komunis, tidak berharap adanya kehidupan setelah kematian – itupun bersedia berkorban untuk kehidupan masa depan – dan mereka sukses untuk apa yang mereka lakukan.

Prinsip 1/3 untuk umat Islam mestinya bisa lebih dari apa yang dilakukan oleh rakyat China. Dengan mengkonsumsi 1/3 dari penghasilan kita, menginfaqkan 1/3-nya dan menginvestasikan 1/3-nya. Inilah keseimbangan dalam Islam.

Sepertiga yang dikonsumsi adalah agar kita bisa hidup layak saat ini, 1/3 yang diinvestasikan adalah untuk masa depan kita dan anak-anak kita  dan 1/3 yang diinfaqkan adalah untuk kehidupan abadi kelak kita setelah mati.

Bayangkan bila prinsip 1/3 ini bisa menjadi gerakkan masif di negeri ini seperti yang terjadi di China 30 tahun lalu, maka akan ada bahan bakar pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di negeri ini. Sepertiga yang diinvestasikan akan menumbuh-kembangkan sektor riil yang sebelumnya dalam ekonomi ribawi dibebani dengan beban bunga – menjadi tidak lagi terbebani beban bunga.

Sepertiga yang diinfaqkan bisa menumbuh-kembangkan social business sehingga simiskin-pun bisa memiliki akses modal yang murah dan mudah, mereka tidak lagi dicekik oleh rentenir dan sejenisnya.

Apakah penerapan prinsip 1/3 ini sulit ? insyaAllah tidak, karena selama ini para pegawai-pun kurang lebih sudah menerapkannya – hanya penerapannya yang barangkali belum pas !

Rata-rata pegawai hanya mengkonsumsi 1/3 dari penghasilannya – jadi mereka sudah terbiasa, tinggal memperbaiki alokasi yang 2/3-nya.

Selama ini yang 1/3 lagi dipakai untuk membayar hutang jangka panjang – yaitu kredit rumah. Seolah dunia perbankan ribawi juga tahu prinsip 1/3 ini sehingga ketika mereka akan memberikan kredit ke nasabahnya, mereka batasi kredit tersebut sehingga si peminjam ini nantinya mampu membayar cicilan tidak lebih dari 1/3 dari penghasilannya.

Sepertiganya lagi macam-macam penggunaannya. Yang boros menggunakan 1/3-nya untuk mencicil hutang jangka pendek seperti kredit mobil, membayar credit card dan barang-barang konsumtif lainnya. Yang hemat menginvestasikannya di asuransi, bursa saham, reksadana dan sejenisnya.

Intinya tidak sulit, hanya perlu menata kembali apa yang kita lakukan sehari-hari. Yang 1/3 untuk konsumsi ini memang harus, jadi biarkan demikian. Yang 1/3 untuk membayar hutang jangka panjang dan umumnya rumah, ini juga insyaAllah masih aman – hanya semaksimal mungkin tinggalkan riba agar keberkahan mendatangi  Anda – dan ini menjadi peluang bagi teman-teman di bank syariah mestinya.

Nah mulai dari yang 1/3 yang terakhir yang dibenahi total. Yang biasanya habis untuk membayar hutang jangka pendek, credit card dan yang sejenisnya – bisa mulai diubah arahnya menjadi investasi sektor riil. Dari sinilah ekonomi sektor riil akan mendapatkan sumber bahan bakar pertumbuhannya dan dari sini pulalah peluang Anda untuk beramal secara nyata terbuka.

Sambil melakukan perubahan ini, niatkan pula untuk menginfaqkan 1/3 dari hasil investasi Anda di sektor riil ini. InsyaAllah setelah investasi Anda di sektor riil berhasil, Anda bisa pindah kwadran dari employee ke self-employed,business owner atau bahkan investor – dan saat itu Anda sudah terbiasa mengelola harta Anda dengan prinsip 1/3 yang sesungguhnya.

Sepertiga untuk dikonsumsi, 1/3 untuk investasi dan 1/3 untuk sedeqah – insyaAllah Allah akan menurunkan ‘hujan’ khusus untuk Anda. Amin.